
Rian berencana untuk membunuh abiyasa dan Indra setelah dia bebas dan berhasil dengan bandingnya ini. Dia tidak akan melibatkan Aji, yaitu kakaknya Abiyasa, yang selama ini sudah dia peralatan untuk mencelakai Abiyasa. Rian menganggap Aji terlalu bodoh dan lemah.
"Abiyasa, kau akan membayar atas segala kejahatan yang telah kau perbuat terhadapku. Aku akan memastikan bahwa hidupmu berakhir dalam penderitaan yang tak terbayangkan! Hahaha..."
Rian mengungkapkan kebencian dan rasa dendamnya yang mendalam terhadap Abiyasa, menjanjikan kehancuran dan penderitaan yang tak terduga baginya.
"Indra, kau juga tidak bisa lolos dari hukuman. Kau telah menjadi komplotan Abiyasa dan telah menghalangi setiap langkahku. Kali ini, tak ada tempat untuk bersembunyi bagimu!"
Sebuah rencana berbahaya yang dimiliki oleh Rian untuk membunuh Abiyasa dan Indra setelah dia berhasil bebas melalui bandingnya. Dia berencana untuk tidak melibatkan Aji dalam rencananya kali ini, karena Rian menganggap Aji sudah tidak berguna lagi.
Rian memiliki niat jahat yang sangat kuat terhadap Abiyasa dan Indra. Dia menganggap mereka bertanggung jawab atas segala kesulitan dan penghancuran rencananya sebelumnya. Rian percaya bahwa dengan menghilangkan mereka berdua, dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan dan balas dendam yang ia miliki.
"Kamu juga pantas untuk mati, Indra!"
Rian menargetkan Indra juga, karena dia menganggap Indra sebagai sekutu Abiyasa dan menganggapnya bertanggung jawab atas semua yang sudah dia alami dengan kegagalan rencananya. Rian bertekad untuk memastikan bahwa Indra juga menerima hukuman yang pantas menurut pandangannya.
***
Tapi, Abiyasa yang bisa melihat bagaimana keadaan masa depan, meminta pada Indra untuk fokus menyelamatkan kakaknya, yaitu Aji. Dia tidak mau jika Rian akan memanfaatkan kakaknya untuk membuatnya lemah. Dia akan melawan Rian sendiri.
"Indra, aku melihat masa depan yang kacau dan aku khawatir tentang rencana paman Rian terhadap kakakku, Aji. Kita harus fokus menyelamatkannya dari pengaruh paman Rian." Abiyasa, memperingatkan Indra supaya tetap berhati-hati penjaga Aji.
Indra menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan Abiyasa, meskipun dia sendiri belum paham sepenuhnya.
"Sebenarnya, apa yang dilihat, mas Abi? Mengapa mas Abi merasa jika pak Aji dalam bahaya? Bagaimana kita bisa melindunginya?" tanya Indra beruntun.
Abiyasa melihat keadaan masa depan dan menggunakan wawasannya itu untuk mengambil langkah-langkah yang strategis. Abiyasa menyadari bahwa pamannya, Rian, telah memiliki rencana untuk memanfaatkan kakaknya, Aji, demi bisa melemahkan dirinya. Oleh karena itu, Abiyasa meminta Indra untuk fokus menyelamatkan dan menjaga Aji, supaya menghindarkan kakaknya dari pengaruh pamannya.
__ADS_1
Abiyasa memahami bahwa melawan Rian sendiri adalah langkah yang diperlukan untuk melindungi dirinya, kakaknya, dan orang-orang yang dicintainya. Dia tidak ingin membiarkan Rian berhasil dalam rencananya yang jahat dan tidak ingin Aji terjebak dalam permainan Rian seperti dulu.
"Aku akan mempersiapkan diri untuk melawan paman Rian secara langsung. Dia mungkin merencanakan strategi dan mencari bantuan dari pihak lain atau bahkan meminta bantuan hukum untuk melawanku balik. Paman Rian memiliki banyak akal."
"Apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kita bisa melindungi pak Aji tanpa melibatkan Rian lebih jauh?" tanya Indra ingin tahu.
"Paman Rian berencana memanfaatkan kakakku untuk kepentingannya sendiri. Dia akan mencoba melemahkannya dan menggunakan kakakku sebagai alat untuk mencelakai kita. Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi."
Sekarang Indra mulai memahami apa yang dimaksud oleh Abiyasa.
Abiyasa akan melawan ancaman yang datang dari Rian, bahkan jika itu berarti harus melawan sendiri dengan cara tegas dan tepat. Abiyasa menggunakan kemampuan wawasannya untuk membantu mengatasi rencana jahat Rian dan memastikan keselamatan dirinya dan orang-orang yang ia sayangi, termasuk Indra sendiri.
"Aku akan melawan paman Rian sendiri. Kita tidak boleh membiarkan dia berhasil dalam rencananya yang jahat. Kita harus berusaha menyelamatkan kak Aji dan menghindarkannya dari pengaruh Rian."
Dengan perlahan-lahan, Abiyasa kembali memberikan penjelasan kepada indra.
"Aku tahu risikonya, Indra, tapi ini adalah tugasku untuk melindungi kak Aji. Aku akan mempersiapkan diri dengan baik dan mencari bantuan jika diperlukan. Aku tidak akan membiarkan paman Rian menguasai kakakku dan menghancurkan kami berdua!"
Indra mengangguk setuju. "Saya menghormati keberanian mu, mas Abi. Saya akan mendukung mas Abi sepenuhnya dalam upaya melawan pak Rian. Kita akan bekerja sama untuk menyelamatkan pak Aji dan menghadapi pak Rian dengan tegas!"
Abiyasa tersenyum mendengar perkataan yang diucapkan oleh Indra. "Terima kasih, Indra. Aku percaya kita dapat mengatasi ini bersama-sama. Keberanian dan kesatuan kita akan menjadi kekuatan untuk menghadapi ancaman paman Rian dan melindungi kita dari semua rencana jahatnya."
Abiyasa dan Indra terus membahas rencana untuk melindungi Aji, dari pengaruh Rian. Abiyasa mengambil inisiatif untuk melawan Rian secara langsung, dengan dukungan dan bantuan Indra. Mereka berdua berjanji untuk melindungi Aji dengan menghadapi Rian, dengan tekad yang kuat untuk menghentikannya.
***
Waktu yang sudah ditentukan akhirnya tiba. Sidang banding disidangkan kembali, dengan suasana di pengadilan yang terasa tegang dan penuh dengan antisipasi.
__ADS_1
Ruang sidang sudah dipenuhi dengan para pengacara, hakim, terdakwa, serta para saksi dan penonton yang tertarik dengan perkembangan kasus ini. Suasana di ruangan terasa serius dan terkonsentrasi.
Tok tok tok
Lalu hakim diketuk tiga kali, memberikan tanda bahwa bersih dengan di mulai.
Pengacara Rian yang mengajukan banding mempertahankan argumennya dengan penuh keyakinan. Mereka berusaha meyakinkan hakim dan juri bahwa ada alasan kuat untuk mengubah putusan sebelumnya dan membebaskan Rian.
"Bagaimana berkas yang lama, apakah ada perbedaan yang jauh dengan yang baru ini?" tanya hakim pada jaksa penuntut umum.
Hakim-hakim yang memimpin sidang mendengarkan argumen dari kedua belah pihak secara cermat. Mereka mempertimbangkan bukti, hukum, dan pertimbangan lainnya sebelum membuat keputusan.
Rian, sebagai terdakwa dalam kasus ini, duduk di kursi terdakwa dengan perasaan campuran antara kekhawatiran dan harapan. Dia menyadari bahwa putusan sidang banding ini akan memiliki dampak besar pada masa depannya.
'Aku ingin semua berjalan sesuai dengan rencanaku. Aku tidak mau gagal lagi!' batin Rian dengan wajah tegang.
Pihak penuntut mempertahankan putusan sebelumnya dan berusaha meyakinkan hakim dan juri bahwa hukuman yang telah ditetapkan sebelumnya tetap harus ditegakkan. Mereka menyajikan argumen dan bukti yang mendukung pandangan mereka.
Saksi-saksi juga sudah berada di tempatnya, siap untuk dipanggil guna memberikan kesaksian dan mengungkapkan fakta-fakta yang relevan dengan kasus ini. Bukti-bukti disajikan dan dievaluasi untuk mendukung argumen yang diajukan oleh masing-masing kedua belah pihak.
Tok tok tok
"Tenang-tenang! Semuanya harus sesuai dengan aturan sidang, jadi harap tenang ya!"
Hakim kembali mengetuk palu, supaya para peserta sidang bisa mengendalikan diri dan tidak membuat kekacauan.
Setelah mendengarkan semua argumen dan bukti yang disajikan, hakim ketua bersama dengan anggotanya mempertimbangkan semuanya sebelum mengambil keputusan. Keputusan ini akan mempengaruhi nasib Rian dan hasil dari kasus banding ini.
__ADS_1
Keputusan yang akan diambil oleh hakim akan menjadi penentu bagi nasib terdakwa, yaitu Rian, yang sedang menunggu dengan waspada dan harap-harap cemas dalam perkara yang sedang disidangkan untuk kasusnya ini.