
Aji, yang percaya pada Indra, memutuskan untuk menginvestasikan uangnya dalam saham Crypto tanpa melakukan penelitian yang cukup terlebih dahulu. Dia menerima ide Indra tanpa berpikir panjang dan tanpa menyadari bahwa rencana tersebut mungkin hanya bagian dari rencana balas dendam Abiyasa.
Padahal di dalam bisnis seperti ini, betapa pentingnya melakukan penelitian dan analisis yang matang sebelum memutuskan untuk menginvestasikan uang. Jangan terburu-buru dan jangan mudah mempercayai seseorang hanya karena mengenal mereka atau karena mereka terlihat meyakinkan dengan semua reputasi yang dimilikinya.
Untuk saat ini, Aji benar-benar terkecoh oleh Indra yang memang begitu meyakinkan.
Saat ini Aji ada janji bertemu dengan Indra di perusahaan Alex, yang saat ini sudah dipegang oleh Indra.
"Selamat siang, Pak Indra."
"Halo pak Aji, selamat siang. Bagaimana kabarmu?" tanya Indra, disaat Aji datang dan memberikan salam.
"Kabar baik, Pak Indra. Saya datang sesuai dengan kesepakatan kita untuk bertemu membahas soal saham Crypto Currency."
Aji mengutarakan maksud kedatangannya, karena memang mereka sudah memiliki janji bertemu dua hari kemarin.
Indra mengangguk mendengar perkataan Aji yang mengingatkannya. "Ya, saya ingat. Saya punya ide yang menarik nih, bagaimana jika kita investasi di saham Crypto dengan dibagi dua?" Indra memberikan usulan.
"Hmm, sepertinya menarik. Tapi saya tidak terlalu paham tentang Crypto." Aji mengaku.
Indra tertawa kecil mendengar pengakuan Aji. "Tidak masalah, saya sudah melakukan penelitian dan mempelajari pasar Crypto. Saya yakin itu akan menjadi investasi yang menguntungkan bagi kita. Jadi, Anda tidak perlu khawatir." Indra meyakinkan.
"Tapi bagaimana risiko investasi ini?" Aji tampak ragu, meskipun Indra sudah mengirimkan beberapa penjelasan ke email perusahaan Aji.
"Tentu ada risiko, seperti investasi lainnya. Namun, jika kita memilih dengan bijak, kita dapat meminimalkan risiko tersebut. Dan saya yakin, investasi di Crypto akan memberikan keuntungan yang besar bagi investornya." Indra kembali meyakinkan.
Aji mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan yang diberikan oleh Indra. "Baiklah, saya tertarik. Bagaimana cara kita memulainya?"
"Kita bisa membeli saham Crypto dari platform online yang terpercaya. Saya sudah siapkan rencana dan strategi untuk investasi ini. Jadi, Anda tidak perlu khawatir. Apakah Anda setuju untuk mengikuti ide ini?" tanya Indra, seakan-akan memberikan waktu kepada Aji untuk kembali berpikir.
"Baiklah, saya percayakan kepada Pak Indra. Saya akan menginvestasikan uang saya dalam saham Crypto." Aji tidak membuang-buang kesempatan untuk bisa sukses seperti yang dia bayangkan.
Indra tersenyum mendengar keputusan yang dibuat oleh Aji. "Kita akan segera memulai investasi ini, Pak Aji. Saya yakin kita akan mendapatkan keuntungan yang besar. Terima kasih atas kepercayaannya."
__ADS_1
Aji tidak tahu bagaimana hubungan antara Indra dengan Abiyasa, jadi dia benar-benar tidak tahu jika semuanya ini adalah rencana untuk menjatuhkan dirinya. Dia justru berpikir bahwa Indra adalah rekan bisnis yang baik dan peduli terhadap kemajuan perusahaannya.
Sepertinya Aji memiliki kepercayaan buta terhadap Indra, yang tentu saja bisa berbahaya dalam bisnis dan investasinya. Aji tidak mengetahui hubungan antara Indra dengan Abiyasa, sehingga ia tidak menyadari bahwa rencana investasi di Crypto sebenarnya adalah bagian dari rencana Abiyasa untuk membalas dendam padanya.
Dia tidak melakukan penelitian dan analisis yang matang sebelum memutuskan untuk bergantung pada seseorang dalam bisnis atau investasi. Padahal harusnya, sebagai seseorang yang sudah lama terjun dalam dunia bisnis, Aji seharusnya selalu berhati-hati dan waspada terhadap orang-orang di sekitarnya. Terutama dalam situasi bisnis yang seringkali memiliki persaingan yang ketat.
Seorang pembisnis seharusnya memeriksa dan melakukan verifikasi pada sumber informasi sebelum membuat keputusan besar seperti investasi. Jangan terlalu percaya dan tergantung pada satu orang atau rekan bisnis tanpa melakukan pengecekan yang lebih jauh. Selalu berhati-hati dan jangan mudah terkecoh oleh kepercayaan buta seperti yang dilakukan Aji saat ini.
***
Setelah tiga jam lamanya meeting dengan Aji dan sudah mencapai kesepakatan, Indra segera melapor pada Abiyasa untuk keberhasilan merencanakan mereka menjatuhkan Aji, di saat kakaknya Abiyasa itu sudah dipastikan pulang.
Indra tidak mengirim pesan, dan langsung menghubungi lewat telepon, karena tadi sudah diberitahu Abiyasa jika di rumahnya Endang sedang tidak ada orang.
Tut tut tut
..."Halo, Mas Abi. Kandang macan telah diisi rusa. Dia sudah masuk tanpa curiga." ...
..."Terima kasih, Mas Abi. Rusa masih berpikir bahwa macan adalah teman dan rekan bisnis yang baik. Saya sudah meyakinkannya untuk menginvestasikan uangnya dalam saham Crypto dalam jumlah yang besar." ...
..."Hebat! Jadi, kita bisa merugikan dia dalam investasi itu?"...
..."Tepat sekali. Kita akan memanipulasi pasar Crypto dan membuat Aji kehilangan uangnya dalam waktu dekat." ...
..."Aku suka itu. Terima kasih, Indra. Kamu memang bisa diandalkan dalam keadaan seperti ini." ...
..."Terima kasih, Mas Abi. Saya siap membantu. Kita harus membuat dia secepatnya jatuh." ...
..."Ya. Aku ingin dia merasakan balas dendam atas kejahatannya selama ini."...
..."Tepat sekali. Kita akan menjatuhkan dia dan membuatnya merasakan kesulitan yang sama seperti yang pernah dia lakukan padaku, meskipun dalam keadaan yang berbeda." ...
..."Siap, Mas Abi." ...
__ADS_1
Tut tut tut
***
Di rumah Endang, Abiyasa tersenyum puas setelah mendapatkan kabar dari Indra tentang kesepakatan bersama Aji. Rencana balas dendam yang tidak bisa dia lakukan sendiri, akan dilakukan oleh Indra dengan Abiyasa sendiri yang merencanakan untuk merugikan Aji dalam investasi Crypto.
Abiyasa ingat betul bagaimana Aji yang tega memanipulasi kecelakaan yang terjadi padanya sewaktu masih usia SMA. Bahkan Aji mempunyai rencana untuk membunuhnya dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
"Maaf kak. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan semua ini. Tapi kamu sendiri yang sudah keterlaluan dan tiga denganku."
Meskipun Abiyasa adalah adik kandung satu-satunya, nyatanya Aji begitu tega melakukan sesuatu yang merugikan adiknya sendiri. Dan itu hanya karena ketakutan Aji, yang tidak ingin membagi kekuasaan di perusahaan keluarga mereka.
Aji takut jika adiknya akan menyingkirkan dirinya setelah dewasa dan menjadi salah satu pemimpin di perusahaan. Oleh karena itulah, Aji merencanakan kecelakaan yang mengakibatkan Abiyasa koma dalam waktu yang cukup lama.
Brakkk brakkk brakkk
"Abi! Abi keluar!"
Gedoran pintu kamar membuat lamunan Abiyasa buyar. Dan yang baru saja memanggil namanya dengan berteriak-teriak adalah Endang. Mertua Abiyasa yang sedang tertekan dengan pikirannya sendiri, karena kekasihnya, Bram, belum juga ada kabarnya.
"Ck! Itu nenek lampir ada apa lagi sih?" Abiyasa mengerutu sendiri, tapi tidak juga beranjak dari tempat duduknya.
"Ehem... hem..."
Abiyasa justru berdehem beberapa kali, kembali pada perannya yang biasanya.
"Aji, ayo keluar! Jangan molor aja kerjaannya!"
Endang kembali menggedor-gedor pintu kamar, meminta pada menantunya yang bodoh agar segera keluar.
"Ayo keluar Abi! Bantu buang sampah! Itu sampahnya sudah membusuk seperti kamu!"
"Abiyasa.... Dasar tuli!"
__ADS_1