Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Beraksi


__ADS_3

Bug bag bug


Tag bug bug


"Arghhh!"


"Aduh, aww!"


Abiyasa menggunakan keahlian bela dirinya untuk melindungi dirinya saat ingin membebaskan Ajeng dari serangan para penculik. Dia berusaha untuk menghindari serangan para penculik dengan gerakan cepat dan lincah, dan menggunakan teknik bela diri yang terlatih untuk menangkis serangan mereka.


Namun, Abiyasa berusaha untuk tidak membunuh para penculik, kecuali jika tidak ada cara lain untuk melindungi dirinya dan Ajeng. Dia mencoba untuk menangkap para penculik dan menyerahkannya kepada pihak berwenang.


"Woiii!"


"Sial! Br3ngs3k!"


Alex datang dan marah besar karena Abiyasa mengetahui tempat persembunyiannya. Dia menyerang Abiyasa, bahkan mengunakan senjata api yang dia miliki. Situasi ini sangat berbahaya dan sangat mengancam nyawa Abiyasa.


Ketika Alex datang dan menyerang Abiyasa, Abiyasa harus segera bertindak untuk melindungi dirinya dan menghentikan serangan Alex. Abiyasa berusaha untuk menghindari serangan Alex dengan berlari ke samping dan bersembunyi di balik barang-barang di sekitarnya.


Abiyasa yang memiliki kelebihan dengan bisa melihat bagaimana keadaan dan kejadian kedepannya nanti, melihat bagaimana keadaan dirinya yang bersimbah darah akibat tembakan Alex pada dada dan perutnya. Akhirnya dia menghindar dan mengelak sebisa mungkin saat Alex menembaknya.


Melihat keadaan dirinya yang bersimbah darah akibat tembakan Alex pada dada dan perutnya, Abiyasa tidak bisa bergerak dengan bebas dan mencari pertolongan.


Dalam penglihatannya, Abiyasa sudah mencoba untuk menghindari serangan Alex dengan berlari ke samping dan bersembunyi di balik barang-barang di sekitarnya. Namun, dia tetap terkena tembakan di tempat persembunyian yang dijadikan perlindungan dan mempertahankan dirinya dari serangan Alex, sebab Alex tidak membiarkannya selamat begitu saja dan masih berlanjut.


Setelah melihat keadaannya di masa depan, Abiyasa harus berusaha untuk menghindari serangan lebih lanjut dan mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan dirinya sendiri.


Sayangnya dia tidak siap dengan baju atau rompi anti peluru, sehingga pencegahan hanya bisa dengan mencari perlindungan.


Jadi sebisa mungkin Abiyasa harus segera mencari perlindungan dan menghindari serangan lebih lanjut. Abiyasa harus bisa merebut dan menonaktifkan senjata api Alex dengan cara mengambil senjata api dari tangan Alex untuk membalas serangan.


"Cuihhh! Kau bodoh, Abiyasa! Kau telah menghancurkan semua rencanaku dengan mengetahui tempat persembunyian ku!"

__ADS_1


Alex terlihat sangat jengkel dan marah karena semua rencananya adalah gagal. Apalagi saat ini dia juga sudah mengetahui kematian Endang, mamanya Ajeng yang memberinya dukungan.


"Sudahlah, Alex. Aku datang untuk menyelamatkan istriku. Jangan membuat situasinya semakin buruk." Abiyasa pak untuk tetap berbicara dengan tenang.


"Sudah terlambat untuk itu, Abiyasa. Sekarang kau harus membayar mahal harga untuk kesalahanmu. Kau akan mati!" Alex mengarahkan senjata apinya ke depan, di mana biasa berada.


"Kau tidak akan bisa menakuti-nakuti ku, Alex. Aku akan melakukan apa saja untuk melindungi Ajeng, sebab dia adalah istriku."


Alex tersenyum miring, mengejek Abiyasa. "Kau berani melawanku? Lihat saja apa yang akan terjadi!" ancam Alex dengan tangannya yang siap menarik pelatuk pistol.


Meskipun dalam keadaan cemas dan takut, Abiyasa berusaha untuk tetap tenang dan mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi serangan Alex. Dia harus berusaha untuk menyerang dengan hati-hati dan efektif, dan berusaha untuk menangkap tangan Alex untuk melumpuhkannya.


Dalam situasi yang berbahaya seperti ini, Abiyasa harus mempertimbangkan keamanan dirinya dan orang lain, dan tidak ragu untuk menggunakan tindakan ekstrim jika diperlukan seandainya Alex nekad menarik pelatuk pistol.


Sayangnya, tiba-tiba saja Ajeng muncul dengan sendirinya. Ajeng yang sedang berlari ke arah Abiyasa justru ditangkap Alex.


"Eh, hahaha... mangsa datang dengan sendirinya!"


"Egh, lepaskan! Lepas!"


"Lepaskan istriku, Alex! Aku tidak akan membiarkanmu melukai dia!" teriak Abiyasa memperingatkan Alex.


"Hahaha... Kamu tidak bisa menghentikan aku! Dia milikku sekarang! Hahaha..." Tawa Alex membahana di seluruh ruangan.


Abiyasa berusaha merebut Ajeng dari pelukan Alex, namun Alex menolak dan berusaha menendang Abiyasa.


Dug


"Mas Abi!" jerit Ajeng melihat Abiyasa terhuyung-huyung ke belakang.


Selanjutnya, Abiyasa menghindari tendangan Alex dan memberikan tendangan balasan ke arah perut Alex. Alex tersungkur ke belakang, dan pegangannya pada terlepas. Namun dia segera bangkit kembali dan menyerang Abiyasa dengan pukulan ke arah wajah.


Abiyasa berhasil menghindari pukulan itu dan membalas dengan pukulan balik yang mengenai dagu Alex. Alex jatuh terduduk, dan Abiyasa memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut Ajeng dan menjauhkan diri dari Alex.

__ADS_1


"Ajeng, cepat, ikut aku! Kita harus keluar dari sini sekarang juga!"


Ajeng menggandeng tangan Abiyasa dan mereka berlari meninggalkan Alex yang tergeletak di lantai. Meskipun Abiyasa berhasil menyelamatkan Ajeng, dia juga terluka akibat perkelahian dengan Alex.


Untung saja senjata api Alex belum sempat digunakan, sehingga Abiyasa terhindar dari tembakan pada dada dan perutnya.


Setelah itu, mereka berdua terus berlari menghindar dari kejaran Alex. Mereka berdua tahu bahwa Alex tidak akan melepaskan mereka begitu saja, karena bisa dipastikan Alex pasti akan segera bangkit dan mengejar mereka.


Sayangnya mereka kini berada diantara para penculik yang sedang berkelahi dengan Indra dan teman-temannya. Abiyasa segera membantu untuk mengalahkan mereka.


Tak lama kemudian, mereka berhasil melawan para penculik dan menyelamatkan Ajeng. Abiyasa segera membawa Ajeng ke tempat yang aman dan memastikan bahwa dia mendapatkan perawatan medis jika diperlukan. Dia juga memberikan laporan kepada pihak berwenang tentang insiden tersebut dan membantu mereka dalam penyelidikan lebih lanjut.


Indra dan teman-temannya membereskan para penculik dan mencari keberadaan Alex.


Kini, setelah melalui perjuangan yang sulit, mereka akhirnya berhasil menyelamatkan Ajeng dari tangan Alex.


"Ajeng, aku sangat khawatir tentangmu. Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Abiyasa setelah dirasa aman.


"I-ya. A-ku, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menyelamatkanku, Mas Abi."


"Kita harus pergi dari sini secepat mungkin. Alex tidak ketemu, tapi bisa dipastikan jika dia belum jauh. Jadi orang-orang ku sedang mengejarnya." Indra memberikan laporan.


Puk


Abiyasa menepuk pundak Indra. "Baiklah, kita pergi sekarang. Terima kasih, Indra. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kamu tidak membantuku."


"Tidak apa-apa, Mas Abi. Saya senang bisa membantu Mas Abi dan Mbak Ajeng. Kita harus berhati-hati dan mengambil tindakan lebih bijaksana di masa depan."


Abiyasa segera mengajak Ajeng untuk pulang ke rumah, sedangkan Indra masih berada di tempat kejadian untuk mengurus segala sesuatu yang diperlukan. Apalagi Alex juga belum ditemukan keberadaannya.


"Coba cari bos nya ke arah perkampungan terdekat."


"Siap, pak Indra!"

__ADS_1


Indra memberikan instruksi pada anak buahnya yang sudah selesai mengurus para penculik yang sudah tidak berdaya dan terbaring di lantai.


"Ck, bikin susah saja kalian!" gerutu Indra dengan menendang kaki penculik yang terdekat dengannya.


__ADS_2