Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Langkah Pertama


__ADS_3

Setiap perusahaan pasti memiliki visi dan misi untuk mencapai tujuan bisnis yang ditetapkan. Namun, dalam mencapai tujuan tersebut, seringkali terjadi persaingan bisnis yang cukup ketat. Persaingan ini akan menjadi semakin intensif ketika ada kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar, seperti dalam situasi pengambilalihan perusahaan. Namun, persaingan dalam pengambilalihan perusahaan dapat mengarah pada praktik bisnis yang tidak etis.


Hak ini sama seperti yang dilakukan oleh Rian, pamannya Abiyasa dan juga Aji, yang berkeinginan untuk mengambil alih perusahaan keponakannya sendiri dengan cara yang tidak fair.


Rian menempuh cara yang tidak etis dalam mengambil alih perusahaan keluarga Aji dan Abiyasa, yang notabene adalah keponakannya sendiri karena mereka berdua adalah anak dari kakaknya Rian. Dia memanfaatkan posisinya sebagai salah satu petinggi perusahaan, kemudian memalsukan dokumen untuk mengambil alih saham mayoritas perusahaan dengan bantuan sekretarisnya. Yaitu Elok.


Namun, rencana jahat Rian segera terbongkar ketika Indra, seorang pelaku bisnis yang sebenarnya bekerja untuk Abiyasa, mengawasi gerak-geriknya.


"Tolong kamu awasi terus paman Rian. Aku merasa dia sedang merencanakan sesuatu."


Begitulah Abiyasa memberikan tugas kepada Indra, setelah Rian datang ke apartemen Abiyasa dengan alasan menengok dan memberikan dukungan atas terbakarnya rumah Endang beberapa hari yang lalu.


Waktu itu Abiyasa Kebetulan sedang tidak mengenakan sarung tangan yang biasa melindungi dirinya agar tidak banyak melihat bagaimana seseorang itu di masa depan atau belakang, jadi dia bisa melihat bagaimana Rian yang sedang berpesta karena merayakan kemenangan dan Keberhasilannya di kursi kebesaran Aji.


Kursi tertinggi di perusahaan keluarganya.


"Sebenarnya, apa yang sedang dilakukan oleh Pak Rian, Mas Abi?" tanya Indra saat mendapat tugas tersebut.


Dia tidak bisa bekerja secara maksimal jika tidak mendapatkan gambaran tentang keadaan yang sedang dua hadapi nantinya.


"Paman sedang berusaha untuk mengambil alih perusahaan keluargaku."


Pengambilalihan perusahaan merupakan proses di mana satu perusahaan membeli saham atau aset dari perusahaan lain untuk mengendalikan bisnis atau operasinya. Ada beberapa alasan mengapa perusahaan melakukan pengambilalihan perusahaan, salah satunya adalah untuk meningkatkan keuntungan dan pertumbuhan bisnis.


Dalam pengambilalihan perusahaan, ada beberapa jenis pengambilalihan seperti pengambilalihan saham.


Jadi cara inilah yang dibuat Indra terlebih dahulu sebelum Rian sehingga sekarang dia menjadi pemegang saham 30% dari jumlah saham di perusahaan Aji.

__ADS_1


Pengambilalihan saham adalah jenis pengambilalihan di mana perusahaan membeli saham dari perusahaan lain untuk mengendalikan bisnis atau operasinya. Dalam pengambilalihan saham, perusahaan pembeli harus membeli saham mayoritas perusahaan yang diambil alih, yaitu lebih dari 50% saham perusahaan tersebut.


"Untuk sementara, kamu ambil dulu minimal 30 %, nanti selajutnya bisa diatur lagi."


Dan Indra sudah menyelesaikan tugas tersebut. Sedangkan langkah-langkah, lainnya seperti Pengambilalihan aset, merger, belum bisa dilakukan karena rencana mereka berdua masih sangat jauh.


Indra bisa mendapatkan kesempatan untuk 30% saham, dengan menggunakan taktik informasi palsu atau misleading yang biasanya digunakan untuk membuat perusahaan target terlihat buruk di mata publik dan mempengaruhi harga saham perusahaan. Dalam praktik ini, perusahaan pembeli menggunakan informasi yang salah atau tidak akurat untuk mengelabui.


Hal ini juga dilakukan oleh Indra saat mengambil alih perusahaan Alex.


***


Saat ini Indra datang ke apartemen Abiyasa untuk memberikan laporan tentang keadaan perusahaan Aji, serta rencana Rian.


"Selamat siang, Mas Abi. Ada hal yang ingin saya laporkan mengenai pak Rian, yang berencana untuk mengambil alih perusahaan keluarga Anda." Indra tidak perlu berbasa-basi terkait laporan yang akan dia sampaikan.


"Tidak, Mas Abi. Saya mencurigai bahwa pak Rian melakukan praktik bisnis yang tidak etis dalam pengambilalihan perusahaan Anda. Sama seperti prediksi Anda sebelumnya."


Abiyasa mengerutkan keningnya mendengar jawaban yang diberikan oleh Indra. "Apa yang dilakukannya? Bisakah kamu jelaskan lebih detail?" pinta Abiyasa ingin tahu.


"Pak Rian memalsukan dokumen untuk mengambil alih saham mayoritas perusahaan keluarga Anda. Dia juga menggunakan informasi yang salah dan menipu pemegang saham perusahaan untuk membeli saham mereka dengan harga yang rendah."


Indra memberikan penjelasan, jika beberapa pemegang saham, dari yang diketahuinya dari para pemegang saham di yang sudah dibeli kemarin, jika teman-teman mereka juga sudah menjual sahamnya pada Rian.


"Ini sangat serius. Apakah kamu yakin dengan apa yang kamu laporkan?"


Abiyasa ingin tidak mempercayai kebenaran laporan Indra. Tapi Indra kembali berkata dengan menyakinkan. "Saya yakin, Mas Abi. Saya sudah melakukan investigasi dan menemukan bukti yang cukup kuat."

__ADS_1


"Hmmm... Terima kasih sudah melaporkan hal ini kepadaku, Indra. Aku sangat menghargai kejujuran dan ketulusan mu selama ini. Aku akan segera memeriksa bukti yang Kamu temukan dan memikirkan untuk bisa mengambil tindakan yang tepat."


"Terima kasih, Mas Abi. Saya berharap kita dapat mengambil tindakan yang benar dalam menghadapi situasi ini." Indra benar-benar bekerja dengan cepat dan tepat.


"Tentu saja, Indra. Kamu harus memastikan bahwa praktik bisnis yang tidak etis tidak diterapkan dalam perusahaan yang akan kita ambil alih. Haha... Aku akan segera menghubungi pengacara kita dan meminta mereka untuk memeriksa dokumen dan bukti yang Anda temukan."


Indra menganggukkan kepalanya mengiyakan. "Baik, Mas Abi. Saya akan segera memberikan dokumen dan bukti yang saya temukan kepada Anda secepatnya. Semoga kita dapat menyelesaikan masalah ini secepatnya juga."


Setelah mendapat laporan dari Indra mengenai kecurangan yang dilakukan oleh pamannya, Rian, Abiyasa merasa sangat kecewa dan marah. Dia menyadari bahwa tindakan Rian sangat merugikan perusahaan dan meruntuhkan kepercayaan para pemegang saham. Abiyasa memutuskan untuk mengambil tindakan yang tegas untuk mengungkapkan kecurangan Rian dan memulihkan reputasi perusahaan secepatnya, setelah dia berhasil mengambil alih perusahaan keluarganya.


Sekarang Abiyasa bersaing dengan Rian untuk bisa mendapatkan perusahaan keluarga yang dipegang oleh Aji.


Abiyasa dan Indra kemudian membahas rencana untuk mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk mengungkapkan kecurangan Rian secara terang-terangan.


Pertama-tama, mereka memutuskan untuk meminta bantuan pengacara perusahaan untuk memeriksa dokumen-dokumen dan transaksi yang dilakukan oleh Rian dalam pengambilalihan saham perusahaan Aji. Pengacara yang akan memeriksa apakah ada bukti-bukti yang menunjukkan praktik bisnis yang tidak etis.


"Tapi, bagaimana caranya menghubungi pihak pengacara jika bukan pak Aji sendiri, mas Abi?" tanya Indra, meragukan kemampuan Abiyasa yang akan meminta pada pihak advokat perusahaan.


"Kamu tenang saja. Aku sendiri yang akan mengurusnya."


Indra menganggukkan kepalanya, yakin jika Abiyasa dapat melakukan perannya dengan baik sesuai dengan rencana.


Selain itu, Abiyasa dan Indra juga merencanakan untuk melakukan investigasi terhadap Rian secara rahasia. Mereka akan mengumpulkan bukti-bukti dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan mencoba untuk menemukan kelemahan atau kelemahan dalam strategi Rian.


Selain itu, Abiyasa dan Indra juga berencana untuk membuat perangkap untuk Rian. Mereka akan menciptakan situasi di mana Rian merasa perlu untuk melakukan kesalahan atau mengungkapkan dirinya sendiri.


Hayoo... bisa gak ya???

__ADS_1


__ADS_2