
Tit tit tit
Layar pendeteksi jantung tampak bergerak lamban dengan bunyi yang lemah.
Luka tusuk yang mengenai jantung dan ulu hati Aji ini sangat serius dan memerlukan penanganan segera dalam situasi darurat. Kedua organ ini adalah organ vital yang mengendalikan fungsi penting dalam tubuh.
Jantung adalah organ yang memompa darah ke seluruh tubuh, dan kerusakan pada jantung dapat mengakibatkan perdarahan internal yang serius dan kehilangan fungsi pompa yang normal. Hal ini dapat menyebabkan syok, kegagalan organ, atau kematian jika tidak segera ditangani.
Sementara itu, luka tusuk yang mengenai ulu hati dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan organ-organ sekitarnya. Ulu hati adalah bagian atas hati yang berada di bawah rongga dada bagian bawah. Kerusakan pada ulu hati dapat menyebabkan perdarahan internal dan berpotensi merusak hati, diafragma, lambung, atau organ lainnya di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan nyeri hebat, gangguan pernapasan, perdarahan internal, infeksi, atau komplikasi serius lainnya.
"Kita lakukan pembedahan darurat!"
Dokter memberikan instruksi untuk tim medis, supaya segera bersiap-siap melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan pada jantung dan ulu hati. Operasi ini melibatkan tim bedah yang terlatih secara khusus dan fasilitas medis yang memadai.
"Siapkan semuanya, dan untuk keluarga korban segera minta tanda tangan untuk tindakan operasi ini."
"Baik, Dok!"
Di saat yang sama, Dokter segera mengevaluasi kondisi pasien dan memastikan jalur pernapasan tetap terbuka. Memeriksa tanda-tanda vital seperti detak jantung, tekanan darah, dan tingkat kesadaran pasien. Jika ada bahaya langsung terhadap hidup pasien, dokter akan segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut secepat mungkin.
Dokter terus mencoba menghentikan pendarahan dari luka tusuk tersebut. Mereka menggunakan tekanan langsung pada luka, kompresi, atau tindakan pembedahan darurat jika diperlukan untuk menghentikan pendarahan yang lebih parah.
Karena Aji kehilangan banyak darah, dokter melakukan resusitasi dengan memberikan cairan intravena. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan tekanan darah dan memastikan organ-organ vital menerima pasokan darah yang cukup.
"Siapkan prosedur CT scan!"
Dokter memerintahkan pemeriksaan radiologi rontgen dada atau CT scan untuk mengevaluasi kerusakan internal yang terjadi akibat luka tusuk tersebut. Informasi ini akan membantu dokter dalam membuat diagnosis yang lebih akurat dan merencanakan tindakan selanjutnya sebelum melakukan tindakan bedah darurat untuk membersihkan dan memperbaiki kerusakan internal yang disebabkan oleh luka tusuk. Tujuan utama dari tindakan ini adalah menghentikan perdarahan, mengembalikan organ yang terluka ke posisi normal, dan memperbaiki kerusakan jaringan.
Dokter cepat memberikan terapi antibiotik kepada Aji untuk mencegah infeksi, karena ada indikasi bahwa organ atau jaringan internal telah terkontaminasi oleh benda asing atau kotoran akibat dari pisau lipat yang digunakan untuk menusuknya.
__ADS_1
***
Dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat luka dan obat bius, jiwa Aji melayang. Dia mengingat semua kejadian yang pernah dia alami dan lakukan bersama dengan adiknya. Masa-masa kecil yang penuh kebahagiaan di saat masih ada kedua orang tua mereka.
Aji dan Abiyasa sedang bermain di taman bermain yang ada di halaman rumah mereka.
"Abi, ayo kita naik perosotan tinggi ini!" ajak Aji dengan menunjuk pada perosotan di depannya.
"Ya, kak Aji. Aku sudah siap! Mari kita lihat siapa yang bisa sampai paling cepat di bawah. Hahaha..."
Aji, dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat luka dan efek obat bius, mengalami momen perjalanan ingatan yang membawanya kembali ke masa kecilnya bersama adiknya, Abiyasa, dan kedua orang tua mereka.
Meskipun dia tidak sadar, ingatan ini muncul dan memenuhi pikirannya dengan kenangan-kenangan yang indah.
Aji dan Abiyasa segera naik perosotan dan tergelak saat meluncur.
"Woohoo! Aku hampir merasa seperti terbang!" teriak Aji dengan kedua tangannya yang merentang ke arah samping.
Aji mengangguk setuju. "Betul sekali! Tidak ada yang bisa menghentikan kita. Bersama-sama, kita bisa melakukan apa saja! Huuuuu..."
Abiyasa secara tidak sengaja melihat permainan yang lain tak jauh dari tempat mereka berada. Dia tersenyum kemudian memberitahukan keinginannya pada Aji.
"Kak Aji, lihat itu ayunan! Ayo kita bersaing, siapa yang bisa mengayunkan lebih tinggi!" Abiyasa menantang Aji dengan antusias.
"Tantangan diterima! Siap-siap terbang tinggi, Abi! Yuhuuu..."
Tak lama kemudian, Aji dan Abiyasa bergantian mengayunkan ayunan, tertawa dan berteriak dengan antusias sebagaimana layaknya anak-anak pada umumnya.
"Kak Aji, kamu sangat kuat! Kamu hampir menyentuh langit!" Abiyasa berteriak dengan kagum saat melihat ayunan Aji mengayun tinggi-tinggi.
__ADS_1
"Haha, dan kamu sangat cepat! Aku bahkan tidak bisa mengikutimu!" Aji tertawa-tawa.
"Hahaha... Kita adalah tim yang tak terpisahkan, kak Aji. Tidak ada yang bisa mengalahkan kita!"
Aji tertawa senang dan menganggukkan kepalanya mengiyakan. "Hahaha... Ya, Abi. Kita selalu berada di sisi satu sama lain dan bersama-sama, kita bisa menghadapi apa pun! Woohoo..."
Dalam ingatannya, Aji mengingat momen-momen kebahagiaan yang mereka bagikan bersama-sama. Mereka bermain bersama, menghabiskan waktu bersama di taman bermain, mengadakan pesta ulang tahun, atau pergi berlibur bersama keluarga.
Kenangan ini menghadirkan perasaan yang hangat, kegembiraan, dan cinta yang kuat antara dirinya dengan Abiyasa.
"Ma, lihat! Aku mengenakan pakaian yang sama seperti yang dikenakan Abiyasa!"
"Iya, Ma. Apakah Mama membelikan baju kembar untuk kita? tanya Abiyasa, saat melihat kakaknya menggunakan pakaian yang sama seperti yang dikenakan.
"Iya. Mama sengaja membelikan pakaian yang sama untuk kalian. Kita mau pergi ke rumah nenek, karena kita akan pergi menghadiri undangan ulang tahun paman Rian." Mamanya memberikan penjelasan.
"Wahhh... kue!" teriak Abiyasa senang.
"Es krim, sosis bakar!"
Aji juga ikut berteriak senang, disaat membayangkan makanan kesukaannya akan tersedia di acara pesta ulang tahun pamannya, yaitu Rian. Adik dari papa mereka berdua, yaitu Gilang.
"Yuk! Papa sudah siap."
Gilang muncul dan mengajak istri dan kedua anaknya untuk segera berangkat menuju ke rumah ibunya, karena pada saat itu Rian belum menikah.
Aji mengingat kedua orang tua mereka, yang hadir dalam setiap momen penting dalam kehidupannya. Mereka memberikan kasih sayang, dukungan, dan pedoman kepada Aji dan Abiyasa. Mereka adalah sumber inspirasi dan kekuatan dalam hidup mereka, menciptakan lingkungan yang penuh cinta dan kebahagiaan.
Namun, dalam keadaan saat ini, Aji merasa sedih karena dia juga sadar dan tahu bahwa momen-momen ini hanya tinggal dalam ingatan dan tidak dapat diulang lagi. Dia merasakan kehilangan yang mendalam karena menyadari bahwa mereka mungkin tidak akan dapat bersama lagi seperti sebelumnya. Perasaan ini memunculkan perasaan yang campur aduk. Ada kesedihan, kehilangan, dan nostalgia yang kuat dalam pikiran dan hatinya di luar kendali alam sadar.
__ADS_1
Tanpa sadar, air mata Aji menetes perlahan-lahan dengan matanya yang terpejam saat operasi berlangsung.