Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Menyertai Abiyasa dengan Setia


__ADS_3

Dua tahun kemudian.


"Bagaimana kabarmu, mas Abi? Jauh lebih baik?" tanya Elok, begitu dia datang menemui Abiyasa di sebuah restoran.


Selama dua tahun terakhir, Elok kembali ke Indonesia untuk menemani Abi yang sedang bersedih. Elok dan Indra dengan setia menemani Abi dalam masa sulitnya, setelah kematian Aji. Sedangkan Rian, sudah mendapatkan hukuman seumur hidup tanpa kesempatan untuk mengajukan grasi.


"Aku baik-baik saja, Elok. Silahkan duduk," jawab Abiyasa, dengan mempersilahkan Elok duduk di kursi yang dia mundurkan.


"Terima kasih, mas Abi."


Mereka berdua sengaja janji temu di restoran hotel, menunggu kedatangan Anna dan juga Indra yang akan bertemu dengan mereka juga di sini.


"Mereka belum sampai?" tanya Elok memastikan, sebab dia belum melihat keberadaan Anna maupun Indra.


Setelah pemakaman Aji dua tahun lalu, Indra akhirnya berbicara tentang situasi sulit yang ada pada dirinya dengan Nona Anna pada Abiyasa. Dia juga sudah memberitahu Nona Anna, jika antara Abiyasa dengannya ada hubungan darah. Oleh sebab itu, Abiyasa tidak pernah menanggapi perasaan Nona Anna yang mencintainya.


Indra, sebagai asisten pribadi Abiyasa yang terpercaya telah menyelidiki latar belakang Nona Anna sebelum memutuskan kerjasama. Ternyata, Nona Anna adalah anak diluar nikah papanya Abiyasa, yang akhirnya lahir dan besar di luar negeri. Semua itu memang dirahasiakan oleh papanya Abiyasa, demi menjaga kenyamanan istrinya, mamanya Abiyasa dan Aji.


Untuk mamanya Nona Anna, akhirnya menikah dengan rekan bisnis papanya Abiyasa, yang telah di vonis mandul sehingga mau menerima wanita yang telah hamil meskipun sampai meninggal tidak pernah diketahui siapa sebenarnya ayah biologis dari anak tirinya.


Rahasia tersebut tersimpan rapi, hingga akhirnya Indra yang mengungkapkannya pada Nona Anna sendiri.


Namun, begitulah kehidupan yang tidak selamanya suram. Nona Anna berbesar hati, apalagi setelah Des DNA yang memberikan bukti lebih akurat.


Kembali ke restoran, di mana Abiyasa bersama dengan Elok menunggu Indra dan Nona Anna. Kini mereka berdua sudah datang, tapi wajah Indra yang aneh membuat mereka bertanya-tanya.


Indra, dengan mata yang memar seperti mata panda berkata, "Nona Anna, aku ingin mengajukan pertanyaan penting padamu. Bisakah kita mulai pembicaraan ini?"


"Tentu, Indra. Ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Anna, yang sebenarnya sudah tahu maksud dari pertemuan mereka berempat di restoran kali ini.


Elok melihat tingkah mereka sambil tersenyum-senyum. "Ayo, duduk dan dengarkan apa yang ingin disampaikan Indra."


Abiyasa menyahut dengan berkata sambil bergurau, "Indra, nampaknya matamu seperti panda. Apa yang terjadi? Pfffttt..."


Indra tersipu malu, mendengar ledekan Abiyasa, calon kakak iparnya.


"Hehe, ini adalah ulah Ella, istriku itu... ya, bagaimanapun juga kalian tahu jika dia sangat mencintaiku. Dia tiba-tiba setuju dengan apa yang aku tanyakan, tapi dia juga menyerangku. Tapi jangan khawatir, aku baik-baik saja."


"Hahaha..."


"Hehehe..."


"Hihihi... jadi pengen tahu bagaimana keseharian kalian."


Anna, Elok dan juga Abiyasa, tidak bisa menahan tawa karena mereka paham bagaimana tabiat Ella. Istrinya Indra itu sangat kuat, tenaganya melebihi wanita pada umumnya. Bahkan, Indra pernah dia banting hanya karena memberikan kabar gembira.

__ADS_1


Aneh? ya, begitulah Ella. Istrinya Indra yang hilang ingatan tapi tetap saja dipertahankan oleh Indra karena rasa sayangnya pada istrinya yang unik.


"Oh, jadi itu sebabnya. Jangan khawatir, Indra, matamu yang memar tidak mengubah perasaanku padamu."


Nona Anna tersenyum senang, karena ternyata Indra masih mau mempertahankan Ella. Padahal Indra juga mau menikah dengannya tak lama lagi.


"Hemmm... Sepertinya panda adalah tema hari ini. Tapi sungguh, Indra, aku senang melihatmu menemukan kebahagiaan bersama Ella, dan sebentar lagi juga dengan Anna." Elok tersenyum senang.


Abiyasa mengangguk dan tersenyum. "Indra, Anna, aku memiliki sebuah ide. Bagaimana jika kita mengadakan pernikahan pada hari yang sama dan di tempat yang sama? Sebagai tanda penghormatan dan rasa terima kasihku kepadamu yang telah menjadi asisten pribadiku selama ini."


Mendengar usulan Abiyasa, Indra jadi sangat terharu. Apalagi, Abiyasa juga tidak menghajarnya pada waktu itu, di saat dia mengakui semua kesalahan yang dilakukan malam itu tanpa sadar.


"Mas Abi, itu adalah ide yang indah. Aku sangat menghargainya. Kita dapat merayakan hari bahagia ini bersama-sama." Indra mengangguk setuju.


"Aku juga setuju dengan mas Abi. Kita dapat membagi kebahagiaan ini dan merayakan cinta kita pada saat yang sama. Itu akan menjadi momen yang istimewa bagi kita semua." Nona Anna ternyata juga setuju.


"Woohoo... Ya! Pernikahan ganda! Aku tak sabar melihat kedua pasangan menikah. Hehehe... Kita akan memiliki pesta pernikahan yang tak terlupakan!"


Elok berseru dengan antusias. Dia akan menikah dengan Abiyasa, cinta pertamanya yang tetap bertahan hingga sekarang meskipun pernah ada sebagian kisah hidupnya yang kelam.


Dengan demikian, suasana bahagia kembali hadir dalam kehidupan mereka. Abiyasa mendapatkan pasangan hidup baru yang setia, sementara Indra menemukan cintanya dengan Nona Anna.


***


Tenda putih yang megah dihiasi dengan lampion-lampion cantik yang berkilauan, menciptakan suasana romantis di sekitar tempat acara. Meja-meja bulat yang tertata rapi dihiasi dengan bunga-bunga segar dan tempat duduk yang nyaman untuk para tamu.


Para tamu yang hadir tampak berpakaian rapi dan bahagia. Mereka saling berbincang dengan ceria, tertawa, dan berbagi kegembiraan. Musik yang mengalun lembut dari band yang bermain di panggung mengisi suasana dengan melodi yang memikat hati.


Di tengah taman, terdapat panggung utama yang besar dengan empat tempat duduknya yang dipenuhi dengan bunga-bunga dan hiasan lainnya. Di sinilah dua pasang pengantin, Abiyasa dengan Elok sedangkan Indra dengan Nona Anna duduk. Siap untuk menerima tamu undangan yang datang memberikan ucapan selamat pada mereka.


Elok, sambil melihat Abiyasa dan Indra. "Wah, Indra, sekarang kamu resmi menjadi suami Anna dan suami Ella juga! Dua kali lipat tanggung jawab nih!"


Indra tersenyum cangung. "Ya, Elok, rasanya seperti menjadi asisten pribadi ganda sekarang. Tapi aku sangat bahagia! hehehe..."


Anna, menyahuti dengan maksud bergurau, "Mas Indra, apakah kamu siap menghadapi tantangan itu? Aku yakin kamu bisa kok, mengatasinya!"


Indra merapikan pakaian, berpose dengan percaya diri. "Hemmm... Tentu saja, Anna! Aku siap menjadi pahlawan dalam menghadapi segala hal."


"Hahaha... Indra, jangan hanya menjadi pahlawan dalam imajinasimu ya! Tapi dalam kehidupan nyata juga! Hahaha..."


Abiyasa tertawa, menertawakan lelucon yang dibuat oleh asisten pribadinya yang sekarang sudah menjadi adik iparnya.


"Hey, siapa yang akan menjadi asisten pribadimu yang baru untuk menggantikan Indra sekarang, mas Abi? Siapa yang akan menampung semua kelucuan dan kekonyolan dia?" tanya Elok mengingatkan.


Abiyasa, menjawab sambil menunjuk pada dadanya Elok, sahabatnya yang baru saja resmi menjadi istrinya. "Tentu saja itu menjadi tugasmu sekarang! Kamu akan menjadi asisten pribadi yang tangguh untukku. Hahaha..."

__ADS_1


Semuanya ikut tertawa mendengar jawaban yang diberikan oleh Abiyasa atas pertanyaan yang diajukan oleh istrinya.


Indra berusaha membela diri dengan berdiri dari tempat duduknya. "Eh, eh, aku tidak terima dipecat dari tugasku. Aku masih sanggup untuk menyelesaikan semua tugas-tugas yang memang sudah menjadi tugasku!"


Elok kembali berkata sambil bercanda, "Hey, Indra, mungkin kamu harus memasukkan krim anti-bengkak di daftar belanjaanmu sekarang. Agar matamu tidak terlihat seperti panda saat acara keluarga berikutnya!"


"Hahaha... Betul, Indra. Jangan biarkan Ella atau siapapun lagi mengacaukan wajahmu sebelum kamu keluar rumah!" Abiyasa kembali tertawa-tawa.


Sambil memainkan peran drama lucu mereka, Indra menjawab dengan acuh.


"Baiklah, aku akan memastikan untuk melindungi wajah ini dengan segala cara yang ada. Kecuali jika kita berbicara tentang ciuman dari istriku tercinta! Hoooo..."


"Hahaha..."


Semua tertawa dan bersorak gembira atas jawaban yang diberikan oleh Indra, mengenai kebiasaan Ella. Istrinya Indra yang pertama.


Pesta pernikahan ini penuh dengan tawa, tangisan haru, dan pelukan penuh kasih sayang dari mereka yang mengenal dan mengetahui perjuangan masing-masing mempelai pria dan wanita.


Makanan lezat disajikan dalam hidangan berbagai macam, menggugah selera semua tamu. Tidak ada kekurangan, karena tarian dan kegembiraan di lantai dansa juga menjadi pusat perhatian, di mana para tamu menikmati momen untuk berdansa dan bersenang-senang.


Suasana hangat dan kebersamaan terasa di setiap sudut. Setiap tamu merasakan kehadiran yang istimewa dalam pernikahan ini, dan merasa bahagia untuk kedua pasangan yang menikah pada hari yang sama. Cinta dan persahabatan yang kuat terpancar dari setiap percakapan dan senyuman.


Pesta pernikahan mereka berlanjut hingga larut malam, di mana kembang api yang memukau melengkapi momen kebahagiaan ini. Semua tamu berdiri bersama-sama, menyaksikan gemerlap cahaya dan warna yang memenuhi langit malam. Momen ini memberikan kesan yang tak terlupakan, menandai awal dari perjalanan indah dan bersama dalam kehidupan kedua pasangan yang bahagia ini.


Tamat


***


Kisah Indra dan kedua istrinya akan ada di sebagian novel TK berikutnya. Jadi, ditunggu ya gan...


Terima kasih atas semua yang sudah berkunjung di novel TK untuk event lomba menulis novel tema Mengubah Takdir.


Jangan lupa untuk jaga kesehatan dan pikirannya ya...


See you next time...


Blurp


Heri Sudiarto, adalah korban atas pembunuhan yang dilakukan oleh adik iparnya sendiri. Tapi dia lolos dan keluar dari keadaannya yang sebenarnya. Dia merubah tampilan dan jati dirinya, sehingga menjadi orang yang tidak dikenal.


Elly Sanders, seorang pengusaha salon kecantikan dan kafe yang bertangan dingin. Dia tidak pernah memiliki masalah apapun dengan pelanggannya. Tapi beberapa kejadian yang janggal, membuat dirinya diburu oleh seorang Intel.


Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Elly Sanders? Kenapa harus ada Intel yang curiga dengannya? Yok, temukan jawabannya di novel TK yang akan rilis.


__ADS_1


__ADS_2