
Ketika Ajeng menerima video tersebut, dia merasa sangat marah dan kecewa. Dia merasa bahwa suaminya telah mengkhianatinya dengan bertemu dengan kekasih gelapnya, dan membicarakan hal-hal yang tidak semestinya.
Meskipun Abiyasa menjelaskan bahwa pertemuan itu tidak lebih dari sekadar teman yang saling menguatkan, Ajeng tetap merasa kesal dan menuduh suaminya tidak setia.
"Apa maksudmu dengan bertemu dengannya, mas Abi? Apa kamu merasa aku tidak cukup untukmu?" kata Ajeng dengan marah.
"Ajeng, kamu tahu bahwa aku mencintaimu dan tidak ada yang bisa menggantikan mu. Saya hanya bertemu dengannya untuk membicarakan masalah paman Rian dan untuk memastikan bahwa dia tidak akan membahayakan kita lagi," jawab Abiyasa mencoba menjelaskan.
"Tapi kamu tahu sendiri bagaimana orang-orang berbicara tentang dia dan keluarganya. Kamu tidak bisa mempercayainya," tegas Ajeng.
Abiyasa merasa frustasi dan kecewa karena kesalahpahaman ini terjadi. Dia berusaha meyakinkan Ajeng bahwa dia tidak punya maksud buruk dan hanya ingin melindungi keluarga mereka.
"Aku mengerti bahwa kamu marah, tapi kamu harus percaya padaku, sayang. Aku tidak punya maksud buruk dan hanya ingin melindungi keluarga kita," kata Abiyasa.
Namun, Ajeng tetap merasa kesal dan sulit untuk mempercayai suaminya. Dia merasa bahwa dia telah dikhianati dan tidak dihargai oleh Abiyasa.
"Aku tidak tahu lagi, mas Abi. Kamu membuatku merasa tidak dihargai dan tidak dianggap penting. Aku merasa seperti aku tidak bisa percaya padamu lagi," kata Ajeng dengan nada kecewa. Dia sedih dengan melihat bagaimana video yang dia terima beberapa jam yang lalu.
Abiyasa juga merasa sedih mendengar ucapan istrinya. Dia tidak pernah bermaksud menyakiti Ajeng dan merasa bahwa dia telah kehilangan kepercayaan dari orang yang paling ia sayangi. Dua juga khawatir dengan keadaan Ajeng yang belum sepenuhnya sembuh dari rasa traumanya.
"Aku sangat menyesal, sayang. Ajeng, dengar ya. Aku tidak pernah bermaksud menyakiti kamu atau membuatmu merasa tidak dihargai. Aku sangat mencintaimu dan akan melakukan apapun untuk memperbaiki hubungan kita," kata Abiyasa dengan nada yang penuh penyesalan.
Namun, Ajeng merasa sulit untuk memaafkan suaminya. Dia merasa bahwa dia telah disakiti dan tidak tahu apakah dia bisa memulihkan hubungan mereka.
__ADS_1
"A-jeng tidak tahu, mas Abi. A-ku merasa sangat tersakiti dan tidak tahu apakah aku bisa memaafkan mu. K-amu telah membuat rasa kepercayaan yang aku miliki hilang," kata Ajeng dengan suara gemetar.
Abiyasa merasa putus asa mendengar ucapan istrinya. Dia tahu bahwa dia telah membuat kesalahan besar dan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki hubungan mereka.
"Aku memahaminya, Ajeng. Aku tahu, aku telah membuat kesalahan besar dan aku akan melakukan segala sesuatu untuk memperbaikinya. Aku mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu," kata Abiyasa dengan nada yang sedih.
Ajeng merasa tersanjung dengan kata-kata Abiyasa, tapi hatinya tetap merasa sedih.
"Mas Abi, jahat! A-ku, aku benci. Huhuhu..."
Puk plakkk plakkk
Abiyasa kewalahan menenangkan Ajeng yang histeris. Ajeng merasa semuanya adalah kesalahannya yang selama ini belum bisa menjadi seorang istri yang baik untuk Abiyasa. Dia marah dan mengamuk pada dirinya sendiri dengan menyakiti tubuhnya.
Abiyasa mencoba menenangkan Ajeng dengan meyakinkannya bahwa dia tidak bersalah dan bahwa video tersebut diambil dengan cara yang salah. Namun, Ajeng terlalu emosional untuk mendengar apa yang Abiyasa katakan.
Abiyasa mencoba untuk menenangkan Ajeng dan meyakinkannya bahwa dia tidak salah dan bahwa mereka akan mengatasi masalah ini bersama-sama. Namun, Ajeng tidak ingin mendengarkan. Dia merasa bahwa dia telah gagal sebagai istri dan merasa sangat sedih dan kesal atas situasi ini.
"A-ku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan, mas Abi. A-ku merasa seperti aku tidak layak menjadi istri dan bahwa a-ku tidak bisa membuatmu bahagia. Mengapa dunia ini begitu kejam padaku? hiksss hiks hiks..." Ajeng berkata sambil menangis dan terus menggosok-gosok tangannya.
Abiyasa mencoba untuk menghentikan Ajeng dengan cara memeluknya. Dia tidak mau jika Ajeng menyalahkan dirinya sendiri dan mengatakan bahwa mereka akan menemukan jalan keluar dari situasi ini bersama-sama. Namun, Ajeng masih terlalu sedih dan marah untuk mendengarkan.
"Sayang. Cup cup cup... aku ada untukmu, sayang. Jangan sakiti dirimu sendiri, ya."
__ADS_1
"A-ku tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini, mas Abi. A-ku merasa seperti semua orang mempermainkan a-ku dan membuat hidupku seperti neraka, huwaaa..." ujar Ajeng sambil terus menangis.
Abiyasa mencoba untuk menenangkan Ajeng dan meyakinkannya bahwa dia tidak sendirian dalam masalah ini. Dia mengatakan bahwa mereka akan mencari cara untuk mengatasi situasi ini bersama-sama dan memastikan bahwa tidak ada yang merugikan mereka.
"Aku akan selalu ada untukmu, Ajeng. Kita akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama dan melangkah maju sebagai pasangan yang lebih kuat," kata Abiyasa sambil memeluk Ajeng dengan erat.
Untuk beberapa saat kemudian,Ajeng merasa sedikit lebih tenang saat berada di dalam pelukan Abiyasa. Meskipun dia masih merasa sedih dan kesal, dia tahu bahwa Abiyasa akan selalu ada untuknya dan mereka akan mengatasi masalah ini bersama-sama.
Abiyasa tetap berusaha untuk menenangkan istrinya, yaitu Ajeng, yang mendapatkan kiriman video tentang dirinya yang sedang berbicara dan berpelukan dengan Elok. Abiyasa sudah memberikan penjelasan bahwa itu adalah pelukan perpisahan karena Elok akan pergi ke luar negeri.
Sebagai teman masa kecil, abiyasa hanya berusaha untuk memberikan semangat untuk Elok. Tapi Ajeng masih saja marah-marah dan cemburu tiap kali ingat dengan video tersebut.
"Maafkan aku, sayang. Aku tahu kamu merasa cemburu karena video itu. Tapi aku hanya mencoba memberikan semangat untuk Elok sebagai teman masa kecilku yang akan pergi ke luar negeri." Abiyasa memberitahukan alasannya memeluk Elok.
Ajeng cemberut dan tidak suka dengan alasan yang dibuat oleh Abiyasa. Dia tetap tidak suka jika suaminya itu memeluk wanita lain selain dirinya.
"Tapi aku merasa tidak nyaman. Aku tidak suka melihatmu berpelukan dengan wanita lain." Bibir Ajeng mengerucut karena kesal.
Abiyasa tersenyum tipis melihat bagaimana tingkah istrinya yang sedang cemburu.
"Aku mengerti perasaanmu, sayang. Tapi aku harap kamu bisa mempercayai aku. Kamu tahu aku hanya mencintaimu dan tidak akan melakukan sesuatu yang bisa menyakiti perasaanmu. Aku tidak memiliki hubungan lebih dari sekedar persahabatan dengan Elok." Abiyasa tetap memberikan alasan yang sama seperti sebelumnya.
"Tapi bagaimana kalau dia memberikan tanggapan yang berbeda, dan bagaimana jika dia kembali lagi? Apa kamu akan terus berpelukan dengannya?" tanya Ajeng dengan wajah masam.
__ADS_1
"Tidak, sayang. Aku mengerti bahwa kamu merasa tidak nyaman. Dan aku akan berusaha untuk menghindari situasi seperti ini terjadi lagi. Aku juga siap membicarakan batasan-batasan yang ada di dalam hubungan kita agar kita dapat saling menghargai dan mempercayai."
Abiyasa tersenyum penuh arti setelah semuanya bisa dibicarakan dengan baik. Dua tahu, jika Ajeng sedang merasa cemburu dengannya. Dia masih memeluk Ajeng, memberikan rasa nyaman supaya istrinya itu lebih tenang dan tidak memiliki pemikiran yang tidak-tidak tentang video tersebut.