Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Suasana Yang Tercipta


__ADS_3

Abiyasa dan nona Anna juga sepakat untuk bertemu malam ini. Mereka berdua akan makan malam sebagai tanda syukur atas kerjasama mereka. Tapi hanya berdua karena Indra tidak bisa sedangkan asisten nona Anna dipastikan tahu diri untuk tidak menggangu acara keduanya malam ini.


Pelayan restoran datang dengan ramah dan membantu mereka memilih hidangan dari menu yang lengkap. Abiyasa dan Nona Anna saling bertukar rekomendasi makanan dan minuman, sambil terus berbincang-bincang dengan riang.


Makan malam yang awalnya dimulai dengan suasana formal berubah menjadi lebih hangat dan intim seiring berjalannya waktu.


Abiyasa dan Nona Anna menemukan banyak kesamaan dalam kepribadian dan hobi mereka, yang membuat percakapan mereka semakin menyenangkan. Mereka saling berbagi tentang minat mereka di luar konteks bisnis, mengungkapkan bagian dari diri mereka yang lebih personal.


"Nona Anna, saya harus mengakui bahwa saya sangat senang menemukan bahwa kita memiliki minat yang sama di bidang seni. Apa yang membuat Anda tertarik dengan seni?" tanya Abiyasa setelah mereka berbincang-bincang masalah seni dan budaya.


"Saya selalu merasa terpukau oleh keindahan yang dihasilkan oleh seni. Seni memberikan cara bagi saya untuk mengekspresikan diri dan menemukan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga menikmati mengunjungi galeri seni dan pameran, dan kadang-kadang mencoba melukis sendiri," terang Nona Anna tersenyum..


Percakapan mereka juga berlanjut, mencakup topik-topik pribadi, minat bersama, dan pengalaman hidup yang lebih dalam.


Abiyasa mengangguk. "Saya setuju, seni benar-benar memiliki daya tarik yang kuat. Selain mengunjungi galeri seni, saya juga senang mengoleksi karya seni. Tapi ada di rumah keluarga saya. Bagi saya, melihat sebuah lukisan atau patung dapat membawa saya ke dunia yang berbeda, di mana emosi dan ide-ide terwakili dengan indah."


Nona Anna tampak kagum dengan penjelasan yang diberikan oleh Abiyasa dengan mata berbinar-binar.


"Itu sangat menarik. Apakah ada gaya seni atau seniman favorit yang Anda kagumi, pak Abiyasa?" tanyanya kemudian.


Abiyasa tersenyum sebelum memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. "Saya sangat mengagumi karya-karya seni impresionis. Gaya lukisan yang menggambarkan cahaya dan suasana dengan goresan kuas yang lembut selalu membuat saya terpesona. Claude Monet adalah salah satu seniman favorit saya. Bagaimana dengan Anda?" Indra bertanya ingin tahu.

__ADS_1


"Saya juga sangat menghargai seni impresionis, terutama karya-karya Monet dan Renoir. Selain itu, saya juga terinspirasi oleh seniman abstrak seperti Wassily Kandinsky, yang karyanya menggambarkan emosi dan perasaan dengan warna dan bentuk yang berani." Nona Anna menerangkan dengan jelas apa yang dia ketahui.


Percakapan mereka terus berlanjut dengan berbagai topik tentang seni, seperti pameran seni terkini, seniman-seniman terkenal, dan pengalaman pribadi mereka saat mengeksplorasi dunia seni. Mereka saling bertukar cerita tentang kunjungan mereka ke museum dan galeri seni di berbagai tempat.


"Nona Anna, selain seni, apa lagi yang menjadi hobi Anda di waktu luang?" tanya Abiyasa setelah selesai membicarakan topik pembicaraan tentang seni.


Nona Anna tersenyum senang mendengar pertanyaan tersebut. "Selain seni, saya juga suka membaca buku, terutama fiksi dan biografi. Saya menemukan bahwa membaca memberi saya wawasan baru dan memperluas pemahaman saya tentang dunia. Saya juga menikmati berjalan-jalan di alam terbuka, bersepeda, dan kadang-kadang melakukan yoga untuk menjaga keseimbangan hidup."


Abiyasa mengangguk dengan rasa kagum pada sosok Nona Anna yang cerdas dan pintar dengan semua wawasannya.


"Itu semua terdengar sangat menarik. Saya juga seorang pecinta buku dan suka menjelajahi alam. Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang saya sukai. Rasanya begitu banyak sekali hal yang tidak pernah saya bayangkan ada di alam."


Tapi keduanya sama-sama dewasa, jadi tidak membahas mengenai perasaan hati masing-masing. Mereka hanya merasa nyaman dengan keberadaan mereka berdua, dan kehangatan yang tercipta hingga pesanan makanan mereka terhindang.


Keduanya memiliki pemahaman bahwa pertemuan mereka adalah dalam konteks kerjasama bisnis dan menjaga profesionalitas adalah prioritas.


Mereka menikmati kehadiran satu sama lain tanpa tekanan atau ekspektasi yang berlebihan. Percakapan mereka tetap berfokus pada minat bersama, pengalaman hidup, dan topik-topik ringan yang dapat mempererat ikatan mereka. Mereka merasa nyaman dengan keadaan saat ini dan menikmati kebersamaan tanpa harus memperdalam topik tentang perasaan pribadi masing-masing.


"Silahkan, Tuan dan Nona. Selamat menikmati." Pelayan restoran mempersilahkan keduanya untuk menikmati makanan yang sudah disediakan sesuai dengan pesanan.


"Terima kasih."

__ADS_1


"Terima kasih, mas."


Keduanya sama-sama mengucapkan terima kasih pada pelayan tersebut sambil mengangguk sopan.


Sekarang, mereka berdua menikmati hidangan lezat yang mereka pilih, sambil menikmati canda tawa dan suasana yang menyenangkan. Terkadang mereka berhenti sejenak untuk mendengarkan musik yang diputar di latar belakang, menambah keintiman momen mereka.


Meskipun Indra tidak bisa hadir, mereka berdua tidak merasa terganggu oleh ketidakhadirannya. Mereka telah menciptakan ikatan dan kebersamaan yang unik antara mereka berdua sendiri. Asisten Nona Anna juga menunjukkan rasa pengertian dan memberi privasi kepada mereka tanpa mengganggu acara tersebut.


Selama makan malam, Abiyasa dan Nona Anna semakin merasakan kecocokan dan kedekatan di antara mereka. Mereka merasa nyaman untuk berbagi lebih banyak tentang impian, harapan, dan ambisi mereka secara pribadi. Percakapan yang mereka miliki menjadi lebih dalam dan berarti.


Saat malam semakin larut, mereka berdua merasa terima kasih atas kesempatan ini untuk saling mengenal dengan lebih baik dan mempererat hubungan mereka. Acara makan malam ini menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan kedamaian bagi keduanya.


Setelah makan malam selesai, Abiyasa dan Nona Anna berdiri untuk mengucapkan terima kasih satu sama lain. Mereka merasa senang atas pertemuan mereka berdua yang diawali dengan kerjasama bisnis.


Suasana yang tercipta adalah suasana kebersamaan yang hangat dan intim, di mana mereka dapat berbagi pikiran, ide, dan pengalaman dengan rasa saling menghargai. Keduanya saling mendengarkan dengan penuh perhatian, tertawa bersama, dan menciptakan momen-momen yang menyenangkan.


Ketika percakapan berjalan, mereka saling melengkapi satu sama lain dan menemukan kecocokan dalam banyak hal. Hal ini semakin memperkuat rasa saling pengertian dan kebersamaan di antara mereka. Meskipun mereka tidak membahas perasaan hati secara eksplisit, mereka dapat merasakan kehangatan dan keakraban yang terjalin di antara mereka.


Pada akhirnya, mereka berdua merasa puas dengan hubungan yang terjalin saat itu. Mereka memiliki rasa hormat dan penghargaan terhadap satu sama lain, serta merasakan kenyamanan yang timbul dari kehadiran mereka berdua. Momen ini membawa kebahagiaan dan kelegaan, karena mereka menemukan seseorang yang dapat mereka hubungi dalam konteks bisnis, tetapi juga dapat berinteraksi dengan tanpa beban dan bersifat pribadi.


Kedua belah pihak menyadari pentingnya menjaga profesionalitas dalam hubungan mereka dan tidak mempercepat atau memaksa perkembangan apapun. Mereka menghargai waktu yang mereka habiskan bersama dan berharap untuk melanjutkan kerjasama yang baik di masa depan.

__ADS_1


Dengan suasana yang hangat dan keakraban yang terjalin, Abiyasa dan Nona Anna mengakhiri pertemuan mereka dengan senyuman dan saling mengucapkan terima kasih atas waktu yang mereka habiskan bersama. Mereka merasa beruntung karena telah menemukan kenyamanan dan hubungan yang spesial dalam konteks bisnis mereka.


__ADS_2