Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Di Klub Malam


__ADS_3

Aji dan Abiyasa adalah kakak beradik sekandung dan sedarah. Tapi Aji selalu iri dengan adiknya, yang sedari kecil sudah menunjukkan bakat menjadi orang sukses dengan segala sesuatu yang ada pada dirinya. Oleh karena itu, Aji bahkan berusaha untuk menyingkirkan Abiyasa dengan kecelakaan yang mengakibatkan Abiyasa koma saat masih remaja dan baru duduk di bangku SMA. Hingga dewasa, Aji masih saja merasa iri dengan adiknya yang saat itu sedang berperan menjadi seorang yang bodoh dan tidak tahu apa-apa.


Malam ini Aji sedang berpesta di klub malam dengan tiga wanita, suasana di dalam klub terasa ramai dan berisik. Lampu-lampu neon berwarna-warni dipasang di sekeliling ruangan, menciptakan suasana yang semarak dan hiruk-pikuk. Musik keras bergema dari speaker di seluruh klub, membuat suasana semakin hidup dan menyenangkan.


Di sekitar Aji, tampak banyak orang yang sedang menikmati waktu mereka di klub malam tersebut. Beberapa di antaranya sedang menari dan bergoyang di tengah-tengah lantai dansa yang dipenuhi cahaya berkedip-kedip, sementara yang lain duduk-duduk di meja dan meminum minuman keras atau makanan ringan yang sudah dipesan.


Aji sendiri terlihat sangat bersemangat dan terhibur dengan kehadiran tiga wanita yang menemaninya. Dia terlihat santai dan tanpa beban, tanpa memikirkan masalah apa pun di luar klub malam tersebut.


"Kamu cantik sekali malam ini, sayang. Aku senang kamu bisa menemaniku malam ini," kata Aji memuji ketiga teman kencannya malam ini.


"Terima kasih, sayangku Aji. Kamu juga terlihat keren dengan kemeja mu yang elegan itu. Aku senang bisa datang dan menikmati waktu denganmu," balas Wanitanya yang memakai softlens warna kuning kehijauan.


"Tentu saja. Aku selalu tahu bagaimana caranya untuk membuatmu bahagia. Kamu bisa memesan apa pun yang kamu suka. Minuman ini gratis untuk kalian bertiga. Hahaha..."


Aji menuang minuman ke gelas ke tiga wanitanya, yang bergelayut manja karena jarang-jarang Aji mau melayani.


Selama ini, Aji bukanlah tipe laki-laki yang lembut dan romantis. Dia juga arogan dan tidak mau kalah, jadi malam ini Aji tampak berbeda dari biasanya membuat para wanitanya tersenyum senang.


"Sungguh murah hatimu, sayang. Aku ingin memesan champagne, apakah kamu tidak keberatan dengan pesanan ini?" tanya wanita ke-dua, yang memakai pakaian kurang bahan berwarna merah menyala.


"Hahaha... tentu saja. Segala sesuatu yang kamu inginkan ada di sini. Aku akan memesannya untuk kalian sekarang juga."


Namun, saat tiba-tiba ada dua pria kekar yang datang dan menarik Aji keluar dari klub malam, percakapan tersebut terhenti dan keadaan menjadi sangat tegang dan sulit untuk memprediksi.


Srettt


"Ikut kami!"


Heri kebingungan tapi mencoba untuk melawan. "Kenapa? Apa yang terjadi?" tanyanya ketus dan jengkel karena kenangannya terganggu.


"Aji, kami harus membawa kamu keluar dari sini sekarang. Atau, loe mau babak belur dilihat oleh orang banyak di sini?"


"Tapi, ada apa?" tanya Aji lagi, dan kali ini dengan nada tinggi.

__ADS_1


Bug


"Ahhh.."


"Arghhh..."


Keadaan yang tiba-tiba saja ini membuat situasi menjadi tegang dan ricuh, karena kedatangan dua pria kekar tiba-tiba muncul di depannya. Sedangkan Aji tak mengenal keduanya.


Para wanita berteriak saat salah satu dari mereka memukul Aji yang banyak bicara dan tidak mau menuruti perkataan dan permintaan mereka.


Para penjaga keamanan klub malam tampaknya tidak berani mengintervensi atau melindungi Aji, karena mereka tahu bahwa pria yang membawa Aji pergi adalah kepala keamanan daerah tersebut atau kepala preman yang tentunya memiliki kekuasaan dan wewenang atas wilayah sekitar klub.


Suasana yang tadinya riuh dan ramai berubah menjadi hening dan tegang, ketika Aji dipaksa keluar dari klub malam oleh pria-pria yang tidak dikenal.


"Tidak ada waktu untuk bicara. Ikutlah bersama kami!"


"Gue tidak akan pergi ke mana-mana dengan kalian berdua. Jangan sentuh gue!" Aji tetap tidak mau menuruti permintaan mereka.


"Kami tidak akan menyakiti loe, b3g0! Asal loe nurut. Ini atas permintaan seseorang yang sangat penting."


Sebenarnya, mereka berdua adalah orang suruhan Indra yang diminta oleh Abiyasa.


Abiyasa ingin memberikan pelajaran pada kakaknya, yaitu Aji, yang telah membakar mobilnya. Padahal jelas-jelas Aji sendiri yang bersalah selama ini padanya. Tapi keadaan selalu diputar balik, seakan-akan Aji yang menjadi korban atas perbuatan Abiyasa.


Abiyasa tidak ingin melaporkan semua itu pada pihak kepolisian karena setiap ditangkap polisi, Aji selalu bisa keluar dengan mudah karena bebas bersyarat atas pembelaan pengacaranya. Jadi Abiyasa ingin memberikan pelajaran secara langsung.


"Siapa yang memintanya? Dan mengapa dia ingin gue pergi dengan kalian?" tanya Aji yang masih tidak mau mengikuti permintaan kedua orang tersebut.


"Itu bukan urusanmu. Ikutlah bersama kami dan tidak akan ada masalah. Jangan banyak bac0t, loe!"


"Cuihhh! Gue gak percaya ini. Jangan sentuh gue, atau kalian akan tahu akibatnya!"


Aji bahkan masih berani mengancam orang yang berlaku kasar padanya malam ini, sedangkan para penjaga klub, hanya dia mengamati saja.

__ADS_1


"Ck, merepotkan! Tapi kami tidak punya pilihan lain!"


Kemudian, tanpa banyak bicara, dua pria tersebut mendorong Aji dan menyeretnya keluar dari klub malam. Aji mencoba melawan mereka, tapi tidak berhasil karena dua pria tersebut sangat kuat. Situasinya sangat menegangkan dan Aji tidak tahu apa yang sedang terjadi atau di mana dia akan dibawa pergi oleh kedua laki-laki tersebut.


"Br3ngs3k! Lepaskan gue!"


"Kalian tidak bisa memaksa, gue!"


"Tolong! Ada yang mau nyulik gue..."


Sesampainya di luar klub malam, Aji mulai berteriak dan berusaha melepaskan diri dari genggaman dua pria tersebut. Dia berteriak meminta tolong, tapi sayangnya tidak ada yang datang membantunya. Sementara itu, dua pria itu terus menyeretnya ke sebuah mobil van yang parkir tidak jauh dari klub malam.


Ketika mereka mencoba menariknya masuk ke dalam mobil, Aji mulai melawan mereka dengan memukul dan menendang, mencoba melepaskan diri dari genggaman mereka. Namun, dua pria tersebut sudah tentu terlatih dan mampu menghindari serangan-serangan yang dilakukan oleh Aji, bahkan menangkap tangannya dan memegangnya dengan kuat.


Plak


"Banyak bac0t juga, loe!"


"Hai!"


Bug


Tiba-tiba, seorang pria muncul dari balik sebuah truk yang parkir di dekat mobil van. Dia mengejutkan dua pria tersebut dan memukul salah satunya dengan benda keras, membuatnya jatuh pingsan. Pria itu kemudian berlari ke mobil van dan membuka pintunya, memerintahkan Aji untuk masuk.


"Cepat masuk!"


Aji yang masih bingung dan ketakutan, menurut saja dan masuk ke dalam mobil van bersama pria tersebut. Ketika mereka pergi, Aji bisa melihat dua pria yang tersisa menatap mereka dengan marah, sambil membawa rekannya yang pingsan.


"Woiii, awas loe!"


Meskipun Aji tidak tahu apa yang sedang terjadi atau siapa orang yang baru saja menyelamatkannya, dia merasa lega bahwa dia berhasil kabur dari dua pria yang menyeretnya tadi. Dia bertanya-tanya siapa yang telah menyelamatkannya dan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Oh, ya. Terima kasih atas bantuannya."

__ADS_1


"Sama-sama, pak Aji."


"Kamu..."


__ADS_2