Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Resort Romantis


__ADS_3

Abi menuntun Ajeng yang sedang memejamkan matanya, menunggu instruksi Abiyasa karena dia diminta untuk tidak membuka mata terlebih dahulu sebelum sampai di tempat yang sudah disediakan.


Lokasi yang indah karena ini adalah Resort yang romantis. Terletak di tepi pantai dengan pemandangan yang menakjubkan akan memberikan suasana yang romantis dan tentunya menenangkan.


Kamarnya yang nyaman dan luas dengan pemandangan yang indah akan membuat pasangan semakin dekat dan intim. Kamar ini yang memiliki fasilitas balkon dengan pemandangan yang indah langsung menghadap ke arah pantai, menambah suasana yang romantis.


Makanan dan minuman yang lezat dan romantis juga sudah dipesan Abiyasa, karena memang sudah merencanakan semua ini untuk istrinya. Yaitu sebuah makan malam yang berkualitas dengan suasana yang romantis yang diatur khusus untuk pasangan di tepi pantai oleh pengelola resort.


"Sekarang buka matamu, sayang."


Perlahan-lahan Ajeng membuka matanya, dan menatap ke arah sekitarnya tanpa berkedip. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini.


"Sayang, aku sudah merencanakan semuanya untuk kita di resort ini. Aku ingin kamu merasa tenang dan nyaman, dan bisa melupakan trauma mu akan penculikan yang seharusnya tidak pernah terjadi."


Abiyasa mengajak Ajeng untuk menikmati semua yang sudah dia rencanakan di resort ini, agar istrinya itu bisa lebih tenang dan nyaman sehingga bisa melupakan traumanya akan penculikan yang belum sepenuhnya pulih. Abiyasa juga ingin melihat Ajeng bahagia karena mereka berdua memang baru bisa menikmati peran mereka sebagai pasangan suami istri setelah beberapa waktu berlalu tanpa ada rasa yang bisa dirasakan.


Mata Ajeng tampak berkaca-kaca. "Terima kasih sayang, kamu selalu memperhatikan aku dan membuat aku merasa dihargai."


Ajeng mengucapkan terima kasih dengan penuh keharuan atas perhatian yang diberikan oleh suaminya, yang dulunya tidak pernah dianggap sama sekali, bahkan dia pernah menolak untuk menikahinya.


"Tentu saja, aku ingin kamu bahagia. Kita berdua baru bisa menikmati peran kita sebagai suami istri setelah beberapa waktu lalu. Dan, peristiwa itu justru membuatmu semakin tertekan. Maaf, aku tidak ada di dekatmu saat kejadian itu."


Ajeng mengelengkan kepalanya beberapa kali mendengar perkataan suaminya. Dia tahu semua ini bukan kesalahan Abiyasa, tapi keserakahan mamanya yang ingin mendapatkan menantu yang lebih kaya.


Mamanya, mendiang Endang tidak tahu betul bagaimana keadaan Abiyasa yang sebenarnya sudah jauh lebih kaya dibandingkan Alex. Laki-laki yang diinginkan mamanya untuk menjaga suaminya.

__ADS_1


Mereka berdua baru saja tiba di pantai tepat saat matahari terbenam, cahaya jingga memancar di langit. Mereka disambut dengan pemandangan pantai yang indah, ombak yang tenang menghampiri bibir pantai, dan pasir yang lembut di bawah kaki mereka.


Sebuah meja untuk dua orang telah disiapkan di pinggir pantai yang memiliki pemandangan langsung ke laut.


Kini mereka duduk di kursi yang nyaman, di atas meja telah disiapkan beberapa piring dan gelas kristal yang bersinar, dan lilin-lilin kecil yang memberikan cahaya lembut dan romantis. Di tengah meja, ada sebuah vas bunga dengan aroma harum yang menyebar ke sekitar mereka.


Abiyasa merencanakan makan malam di tepi pantai dengan bintang dan debur ombak yang menemani mereka kedua, agar bisa menjadi pengalaman yang sangat romantis dan mengesankan.


Ajeng tersenyum lembut. "Aku juga ingin menikmati waktu bersama denganmu di resort ini. Kamu benar, mas Abi. Kita memang butuh waktu untuk merayakan pernikahan kita dan melepas semua beban yang ada."


Abiyasa tersenyum senang mendengar perkataan istrinya barusan. "Aku akan melakukan apa saja untuk membuat kamu bahagia. Kamar kita sudah diatur sedemikian rupa agar kamu merasa nyaman. Aku juga sudah memesan makanan ini. Makanan yang kamu sukai."


"A-ku, aku sangat berterima kasih sayang. Aku benar-benar merasa dihargai dan dicintai." Ajeng menitikkan air mata haru.


Mereka menikmati setiap suap dan tegukan makanan dan minuman sambil menikmati keindahan yang ada di sekitar mereka. Ketika malam semakin gelap, bintang-bintang mulai muncul di langit dan memberikan suasana romantis yang lebih intens.


Pemandangan yang luar biasa, makanan yang lezat, dan suasana yang romantis membuat mereka merasa seperti sedang berada di surga. Setiap momen yang mereka habiskan bersama-sama adalah sebuah kenangan yang tak terlupakan, dan mereka berharap malam ini tak pernah berakhir.


***


Ajeng duduk di atas pasir pantai sambil menatap laut yang tenang. Dia merasa sedikit terharu dengan perhatian Abiyasa yang selalu menghargai dan memperhatikan dirinya. Dia merasa bahwa Abiyasa selalu hadir untuknya dan berusaha membuatnya merasa nyaman dan bahagia.


Mendengar langkah Abiyasa di belakangnya, Ajeng menoleh dan melihat Abiyasa membawa dua cangkir kopi hangat untuk mereka berdua. Abiyasa duduk di samping Ajeng dan memberikan cangkir kepadanya.


"Terima kasih sayang, kamu selalu tahu bagaimana cara membuatku merasa baik-baik saja," kata Ajeng dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Kamu pantas mendapatkan semua yang terbaik," kata Abiyasa dengan tulus. "Aku hanya ingin membuatmu bahagia."


Ajeng memegang tangan Abiyasa dan berkata, "Kamu selalu menghargai dan memperhatikanku, bahkan ketika aku merasa lelah atau sedih. Aku sangat bersyukur memiliki suami sepertimu, mas Abi."


Abiyasa tersenyum dan membalas, "Aku mencintaimu, sayang. Kamu adalah segalanya bagiku dan aku akan selalu berada di sampingmu."


Abiyasa terus tersenyum penuh kebahagiaan mendengar perkataan Ajeng. Dia memeluk tubuh istrinya itu dengan penuh kasih dan cinta.


Ajeng merasa sangat bahagia dan terharu dengan perhatian Abiyasa. Dia merasa bahwa dia benar-benar diperhatikan dan dihargai oleh suaminya. Mereka berdua menikmati minuman mereka sambil menikmati pemandangan pantai yang indah, merasakan kehangatan yang ada di antara mereka, dan merasa bahagia karena saling mencintai dan menghargai satu sama lain.


"Aku mencintaimu, Ajeng," kata Abiyasa dengan lembut. "Kamu adalah yang terbaik yang pernah ada untukku. Aku berterima kasih kepada Tuhan setiap hari karena diberi kesempatan untuk menjadi suamimu."


Ajeng merasa hangat di dalam hatinya ketika Abiyasa memeluknya dengan penuh kasih. Dia merasa sangat dicintai oleh suaminya dan itu membuat hatinya berdebar kencang.


"Aku juga mencintaimu, mas Abiyasa," kata Ajeng dengan lembut. "Kamu adalah cahaya dalam hidupku. Kamu selalu ada untukku ketika aku membutuhkanmu dan kamu selalu membuatku merasa dihargai dan dicintai."


Abiyasa merasa sangat bahagia mendengar kata-kata Ajeng. Dia merasa bahwa usahanya untuk membuat Ajeng merasa nyaman dan tenang telah berhasil. Abiyasa tersenyum penuh kebahagiaan dan memeluk tubuh Ajeng dengan penuh kasih dan cinta.


Abiyasa menatap mata Ajeng dengan penuh cinta. Dia merasa begitu terpesona dengan istrinya dan senang bisa bersama dengannya. Mereka berdua menatap bintang-bintang di langit dan mendengarkan suara ombak yang mengalun di pantai. Semuanya terasa begitu damai dan tenang.


"Kamu adalah segalanya bagiku, Ajeng," kata Abiyasa dengan lembut. "Aku akan selalu mencintaimu dan menjagamu dengan sepenuh hati."


Cup


Abiyasa mengecup kening istrinya dengan penuh perasaan. Ajeng merasa sangat beruntung memiliki Abiyasa sebagai suaminya. Dia memeluknya erat-erat dan merasakan kasih sayang yang melimpah dari suaminya itu. Mereka berdua menikmati malam yang indah dan penuh cinta di tepi pantai yang mempesona seperti cinta mereka berdua yang baru bisa terungkap.

__ADS_1


__ADS_2