
Kamar hotel terasa tegang dengan suasana yang memanas sehingga alat pendingin sepertinya tidak bekerja dengan baik. Sedangkan Indra terus mencoba mencari cara untuk menenangkan Nona Anna yang semakin marah dan emosional. Ia melihat ke arahnya dengan tatapan penuh kegelisahan, mencoba memikirkan kata-kata yang tepat untuk menghadapi situasi ini dengan bijaksana.
Nona Anna, dengan wajah yang masih dipenuhi air mata, terlihat berusaha menenangkan dirinya sendiri, tetapi rasa sakit dan kemarahan masih terlihat jelas. Indra bisa merasakan betapa pentingnya penyelesaian masalah ini bagi mereka berdua, untuk menjaga keseimbangan dan harapan akan masa depan hubungan mereka.
"Hiks hiks hiks..."
Isakan tangis Nona Anna berangsur-angsur pulih. Dia sedikit lebih tenang telah beberapa saat tadi meraung-raung dalam kemarahan.
"Aku tidak tahu, Indra. Aku hanya merasa terluka dan kecewa. Aku berharap kita bisa kembali ke waktu sebelumnya, di mana semuanya baik-baik saja." Nona Anna mengucapkan rasa kekecewaannya dengan suara lirih.
Indra menghela nafas panjang. Dia sendiri tidak pernah menyangka jika niatan baiknya akan menjadi seperti ini. Dia panik dengan keadaan yang ada. Wajahnya penuh dengan kekhawatiran dan ketidakpastian saat ia berdiri di dekat Nona Anna yang masih menangis dengan wajah yang tertutup. Indra menyadari bahwa tindakan yang telah dilakukannya tidak bisa diubah dan bahwa ia harus segera mengatasi masalah ini sebelum semakin memburuk.
"Aku juga berharap demikian, Nona Anna. Tapi sekarang yang bisa aku lakukan adalah bertanggung jawab atas kesalahan ini dan mencoba memperbaikinya. Apakah ada yang bisa aku lakukan untuk membantumu meredakan rasa sakit ini?"
Indra meminta pendapat dari Nona Anna secara langsung. Dia tidak mau gegabah dalam memutuskan hal yang sensitif seperti permasalahan mereka berdua sekarang.
Indra mencoba mengungkapkan rasa penyesalannya dan berjanji untuk bertanggung jawab atas tindakannya. Nona Anna, sambil merasa terluka dan kecewa, masih mencoba memproses perasaannya dan belum siap memberikan keputusan atau memberikan kesempatan kedua pada Indra.
Dengan suara lembut dan penuh kepedulian, Indra kembali berkata, "Nona Anna, aku mengerti bahwa kamu marah dan terluka. Aku benar-benar menyesal dan aku tidak ingin melihatmu semakin emosional. Tolong, berikan aku kesempatan untuk melakukan apa saja yang bisa membuatmu lebih tenang."
Tapi Nona Anna masih saja menangis. Bahkan isakan tangisannya kembali terdengar keras.
__ADS_1
"Hiksss hiks hiks... Bagaimana bisa aku tenang setelah apa yang kamu lakukan?" tanyanya dengan bibir bergetar.
Indra menundukkan wajahnya karena rasa bersalah. Tapi dia harus bersikap gentleman.
"Aku sepenuhnya memahami perasaanmu, Nona Anna. Apa yang aku lakukan adalah kesalahan besar dan aku tidak akan pernah mengulanginya. Tapi sekarang, yang penting adalah bagaimana kita menghadapi masalah ini bersama. Aku ingin mencari cara untuk memperbaiki keadaan ini."
Nona Anna menghela nafas, melihat ke arah Indra yang masih menundukkan wajahnya.
"Hhhh... Aku merasa hancur, Indra. Aku takut bahwa semuanya tidak akan pernah sama lagi. Aku telah menjaganya selama ini."
Indra mengangguk mengiyakan. Dia sendiri melihat darah kep3raw4nan Nona Anna yang semalam sudah dia koyak. Dan itu tidak mungkin kembali lagi.
Nona Anna mengeleng lemah, tapi lebih tenang dari pada tadi.
Perkataan-perkataan Indra ditujukan untuk menenangkan Nona Anna dan meyakinkannya bahwa ia bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya, nyatanya tidak berhasil dengan baik. Padahal Indra sudah berusaha meyakinkan Nona Anna bahwa ia menghargainya dan akan melakukan segala yang ia bisa untuk memperbaiki hubungan mereka. Dia juga menunjukkan keterbukaannya untuk mencari bantuan dan meminta maaf yang tulus atas tindakan yang telah melukai Nona Anna.
"Aku tidak tahu apakah aku bisa mempercayaimu lagi, Indra."
"Aku mengerti, Nona Anna. Dan aku tidak akan memaksamu. Tetapi berikan aku kesempatan untuk membuktikan perubahan yang sebenarnya. Biarkan aku menunjukkan seberapa serius aku mengambil tanggung jawab atas tindakan ini. Kamu berarti banyak bagiku, Anna, dan aku berharap kita bisa melewati ini bersama."
Mendengar perkataan Indra, Nona Anna menghentikan tangisannya.
__ADS_1
"Aku perlu waktu untuk memikirkannya, Indra. Aku masih sangat terluka, tapi aku juga tidak ingin kamu menghilang dan pergi begitu saja. Berjanjilah bahwa kamu akan berusaha untuk memperbaiki semua ini."
Ternyata, mereka berdua masih sama-sama bingung untuk menjalani waktu ke depannya nanti setelah semuanya terjadi.
"Aku berjanji, Nona Anna. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki kesalahan ini dan menjadi orang yang lebih baik. Apapun yang kamu butuhkan, aku akan ada di sampingmu. Kamu tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini."
Di tengah ketegangan yang melingkupi mereka, Indra berusaha mengumpulkan keberanian dan mengajukan permintaan maaf yang tulus. Dia mengatakan bahwa dia akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki situasi dan bahwa dia tidak ingin melihat Nona Anna semakin marah atau melakukan hal-hal yang nekat.
Indra berharap untuk menemukan jalan keluar bersama, untuk memperbaiki kepercayaan yang telah rusak dan memulihkan hubungan mereka. Dalam keadaan tegang dan panik, Indra berusaha untuk tetap tenang dan mencari cara untuk menyelesaikan masalah dengan bijaksana dan bertanggung jawab sebelum semuanya menjadi lebih buruk.
"Hahhh..."
Setelah menghela nafas panjang, Nona Anna menjawab pertanyaan dari Indra. "Aku butuh waktu untuk memikirkannya, Indra. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya sekarang. Tapi aku berharap kamu mengambil tanggung jawabmu dan belajar dari kesalahan ini, Ndra."
Indra mengangguk cepat. "Aku berjanji, Nona Anna. Aku akan melakukan segalanya untuk memperbaiki kesalahan ini sehingga tidak merusak kepercayaanmu dan menjaga perasaanmu. Aku tidak akan pernah mengabaikan pentingnya kesucian seorang gadis lagi. Tolong berikan aku kesempatan untuk membuktikannya."
Nona Anna mulai berpikir dalam keadaan yang lebih tenang. Dia berpikir bahwa semua ini bukan kesalahan Indra saja. Dia juga bersalah karena banyak minum alkohol. Dia sedikit bersyukur karena Indra adalah laki-laki yang tidur dengannya, bukan orang lain. Meskipun ada rasa kecewa karena Nona Anna menginginkan Abiyasa. Rekan kerjanya, sayangnya Abiyasa menolaknya.
"Aku tahu, ini bukan hanya kesalahan kamu Indra. Aku juga ikut campur dalam keadaan kita ini."
Nona Anna yang masih duduk di tepi tempat tidur, mencerna semua yang telah terjadi. Dalam keadaan yang lebih tenang, pikirannya mulai melihat gambaran yang lebih luas. Dia menyadari bahwa bukan hanya Indra yang harus bertanggung jawab atas tindakan mereka, tetapi dia sendiri juga terlibat karena meminum alkohol dalam jumlah berlebihan.
__ADS_1