Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Rian's Manipulations


__ADS_3

Di dalam penjara, Rian nyatanya masih bisa melakukan apa-apa yang dia inginkan. Sebagai orang yang memiliki pengaruh selama bertahun-tahun, tentu saja itu bukan hal yang sulit bagi Rian. Dia bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan dengan pengaruh kekuasaan dan uangnya. Itulah sebabnya, dia ingin terlihat baik dan juga sadar di mata Abiyasa, agar tidak mendapatkan tambahan hukuman atas tuntutan yang lainnya lagi.


Dia bersyukur karena Abiyasa hanya menuntutnya dengan kasus perusahaan saja, dengan segala kecurangan yang dia lakukan. Bukan karena kasus yang lain yang lebih berbahaya.


Rian menyadari bahwa dia harus terlihat lebih baik dan sadar di mata Abiyasa, jaksa penuntut dalam kasus kecurangan kantornya. Dia tahu bahwa jika dia dituduh dan terbukti bersalah atas kasus lain yang lebih berbahaya, maka tambahan hukuman akan sangat memperburuk situasinya.


Maka, Rian memulai untuk merencanakan cara untuk memperbaiki citranya di mata Abiyasa. Dia mengetahui bahwa Abiyasa adalah orang yang sangat teratur dan profesional dalam bekerja. Maka dari itu, Rian mulai mengamati Abiyasa dan mencari tahu tentang kebiasaannya. Dia kemudian mulai memberikan kesan baik pada Abiyasa dengan menunjukkan bahwa dia sadar atas kesalahan yang telah dilakukannya dan berjanji untuk memperbaiki dirinya.


Jadi, akhirnya Rian mengakui semua kesalahannya tanpa berbelit-belit.


Kini, Rian udah berada di dalam lapas.


"Hai, bro. Kamu tahu di mana bisa mendapatkan beberapa barang mewah di dalam penjara ini?" tanya Rian mulai bertanya pada napi yang sudah senior.


Dengan senang hati, narapidana tersebut memberitahu Rian.


"Ada beberapa orang yang bisa membantumu, tapi mereka akan meminta sesuatu sebagai imbalannya."


Rian tersenyum senang mendengar jawaban tersebut. Hal ini tentu saja sudah dia prediksi sejak awal. "Hmm, apa yang biasanya mereka inginkan?" tanyanya kemudian.


"Biasanya mereka meminta uang atau barang-barang yang kamu miliki di dalam sel."


"Baiklah, aku akan berpikir tentang itu. Apakah kamu bisa membantuku menemukan beberapa orang yang bisa membantuku?"


Sepertinya, Rian mulai membuat koloni yang bisa dia peralat. Sebagai mantan komisaris perusahaan, tentunya Rian memiliki aura yang berbeda dari para napi biasa. Dia juga tidak berpenampilan lusuh, jadi orang-orang tentu saja tahu bahwa Rian bukanlah narapidana biasa.


"Tentu saja. Aku akan memberitahu, siapa saja yang bisa membantumu di sini. Tapi..."


Rian menepuk pundak orang tersebut, memberikan keyakinan bahwa tanpa bilang atau mengatakan sesuatu, Rian sudah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memberikan imbalan pada orang tersebut.

__ADS_1


Akhirnya, tak butuh waktu lama, Rian menjadi seorang narapidana yang terkenal di dalam penjara karena kekuasaan dan pengaruhnya yang meluas di luar penjara. Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dia inginkan, karena kekuasaan dan uangnya yang melimpah.


Namun, meskipun dia merasa puas dengan situasinya saat ini, dia tidak dapat menghindari kenyataan bahwa dia berada di penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Tapi baginya, dia masih bisa mengendalikan keadaan di luar lapas.


"Permisi, Pak. Saya ingin berbicara dengan Anda." Sekarang Rian mendekati sipir.


"Ya, ada apa?" tanya sipir tersebut.


"Saya ingin meminta beberapa kemudahan di dalam penjara ini. Bisakah Anda membantu saya?" tanya Rian dengan berbisik-bisik.


"Apa yang kamu butuhkan?" tanya sipir tersebut dengan mengerutkan keningnya.


"Saya butuh beberapa barang-barang, seperti makanan dan minuman yang lebih baik, serta beberapa barang elektronik. Atau, jika mungkin sebuah kamar untuk bercinta jika istri saya datang menjenguk."


Akhirnya Rian memberitahu pada sipir, tentang apa saja yang dia butuhkan. Ini bukanlah sesuatu yang mudah dan murah, tapi ada harga yang tidak sedikit dan tentu saja jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di luar penjara.


"Maaf, saya tidak bisa membantumu dengan permintaan itu. Saya harus mengikuti aturan di sini."


"Bagaimana kalau saya memberikan sesuatu sebagai imbalannya? Saya bisa memberikan uang atau barang-barang yang saya miliki di dalam sel. Ini tidak murah."


Rian berbisik sambil memperlihatkan jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Sudut pandang sipir tersebut terpaku pada merk jam tangan yang tentunya memiliki harga selangit. Tapi dia tidak mau tertipu, karena bisa saja barang tersebut hanya KW.


"Ini asli."


Rian memperlihatkan ke depan wajah sipir tersebut, supaya sipir tersebut bisa memperhatikannya dengan seksama.


Akhirnya sipir tersebut melihat sekeliling, kemudian menganggukkan kepalanya setuju. Dia akan membantu Rian untuk mendapatkan semua fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan para napi yang lain.

__ADS_1


Sudut bibir Rian tertarik. Dia puas dengan apa yang dia lakukan saat ini.


Sekarang Rian ganti bertanya pada napi lainnya, untuk mencari informasi lain. "Hai, bro. Kamu tahu caranya untuk bisa keluar masuk untuk berlibur atau bagaimana, gitu?"


"Ada sih beberapa cara, tapi kamu harus hati-hati. Tidak semua orang yang menawarkan bantuan itu jujur." Napi itu justru memberikan peringatan supaya Rian lebih berhati-hati.


"Apa yang harus saya lakukan?" tanya Rian penasaran. Dia hanya ingin sesekali keluar dari lapas untuk menghirup udara segar di luar sana.


"Carilah orang-orang yang bisa dipercaya dan tidak meminta terlalu banyak sebagai imbalannya. Coba ajukan permintaanmu secara halus dan lihat bagaimana mereka bereaksi. Atau jika tidak, kau bisa menggunakan koneksimu di luar sana yang pastinya memiliki pengaruh."


Puk puk puk


"Baiklah, terima kasih atas nasihatmu,bro."


Rian juga menggunakan kekuasaan dan pengaruhnya untuk mendapatkan barang-barang dan fasilitas di dalam penjara. Dia memanfaatkan uangnya untuk membeli barang-barang mewah, seperti makanan, minuman, pakaian, dan barang-barang elektronik yang tidak tersedia bagi narapidana lainnya.


Hal ini membuat Rian menjadi sangat populer di antara para narapidana lainnya, karena dia juga mau meminjamkan atau bahkan memberikan barang-barang tersebut secara cuma-cuma pada napi yang dekat dengannya.


Namun, Rian tidak hanya memperbaiki citranya di mata Abiyasa dan para narapidana lainnya.


Ketika Rian sudah mengetahui bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan fasilitas kamar atau ruangan khusus untuk bercinta, dia justru hubungi Elok. Dia bukannya menghubungi istrinya, tapi ingin menikmati kepuasan tersebut dengan kekasih gelapnya.


Rian menghubungi elok, kekasih gelapnya supaya datang menjenguknya. Dia ingin bermain-main dengan kekasihnya itu, dan bukannya dengan istrinya yang saat ini masih ada di villa dan sengaja tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu.


Tak lupa, Rian juga menghubungi Aji melalui orang suruhannya. Rian meminta pada Aji supaya tetap mengikuti saran dan rencananya.


Aji yang tadinya sudah tidak mau berhubungan dengan pamannya, kini mulai tertarik lagi untuk bergabung dengan rencana-rencana yang dibuat oleh pamannya. Hal ini karena Aji memang sudah terbiasa patuh dan tergantung dengan Rian.


***

__ADS_1


Kira-kira, soal rencana Rian yang akan dilakukan oleh Aji???


__ADS_2