
Hari ini Abiyasa ada pertemuan bisnis dengan nona Anna. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan terakhir setelah dua pertemuan sebelumnya yang telah membahas kerjasama antara keduanya.
Kali ini, mereka memutuskan untuk mengadakan pertemuan di luar kantor, tepatnya di sebuah restoran bergengsi yang memiliki ruangan pribadi. Abiyasa meminta Indra, sebagai asistennya untuk ikut bersama dengannya. Di sisi lain, Nona Anna, ia juga didampingi oleh asistennya yang menemani.
Keduanya bertemu dalam suasana santai dan nyaman di dalam ruangan pribadi restoran. Abiyasa dan Indra telah mempersiapkan presentasi yang komprehensif untuk menjelaskan rencana pembangunan hotel mewah yang mereka ajukan kepada Nona Anna. Mereka berharap dapat meyakinkan Nona Anna tentang keunggulan dan potensi keuntungan dari proyek ini.
"Selamat pagi, Nona Anna. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk bertemu dengan kami lagi." Abiyasa menyapa dengan ramah.
Nona Anna menganggukkan kepalanya. "Selamat pagi, pak Abiyasa. Senang bertemu dengan Anda dan Indra lagi. Bagaimana persiapan Anda untuk pertemuan kali ini?" tanyanya kemudian.
Pertemuan dimulai dengan sapaan ramah dan tawar-menawar kecil mengenai hidangan yang akan mereka pesan.
Abiyasa tersenyum dan menganggukkan kepala. "Kami telah mempersiapkan presentasi yang komprehensif tentang proyek hotel mewah ini. Kami ingin membagikan visi kami tentang bagaimana hotel ini akan menjadi tujuan yang sangat menarik bagi para wisatawan."
"Pak Indra akan memberikan penjelasan tentang lokasi dan yang lainnya," imbuh Abiyasa, memberikan waktu kepada Indra.
"Ya, kami percaya bahwa dengan lokasi yang strategis dan fasilitas-fasilitas eksklusif yang kami tawarkan, hotel ini akan menjadi destinasi yang sangat diminati. Selain itu, kami juga telah melakukan studi pasar yang mendalam untuk memastikan adanya permintaan yang cukup untuk hotel ini."
Indra menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.
"Itu terdengar menarik. Saya sangat tertarik untuk melihat presentasi Anda. Apakah kita bisa langsung melihatnya sekarang?" tanya Nona Anna yang tertarik dengan presentasi Abiyasa dan Indra.
"Tentu, Nona Anna. Saya akan memulai presentasi kami sekarang."
__ADS_1
Abiyasa memulai presentasinya dan menjelaskan secara rinci tentang lokasi, desain, dan fasilitas hotel yang direncanakan. Dia juga memperlihatkan gambar-gambar konsep dan proyeksi keuangan.
Ia menjelaskan secara rinci tentang lokasi yang strategis, potensi pasar yang besar, dan desain hotel yang mengagumkan. Dia menyoroti fasilitas-fasilitas eksklusif yang akan menjadi daya tarik utama hotel tersebut, seperti spa mewah, restoran kelas atas, pusat kebugaran modern, dan ruang pertemuan yang lengkap. Selain itu, Abiyasa juga menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi terkini dalam infrastruktur hotel, seperti sistem keamanan yang canggih, koneksi internet cepat, dan solusi energi ramah lingkungan.
Nona Anna dan asistennya mendengarkan dengan seksama. Mereka bertanya-tanya tentang potensi pengembalian investasi, penjadwalan pembangunan, dan manajemen hotel setelah pembangunan selesai.
"Saya harus mengakui, rencana ini terlihat sangat menjanjikan. Namun, saya memiliki beberapa pertanyaan dan kekhawatiran yang ingin saya sampaikan." Nona Anna meminta waktu untuk bertanya terlebih dahulu.
Asisten Nona Anna menyahuti dengan menganggukkan kepalanya. "Nona Anna benar. Kami ingin memastikan bahwa proyek ini memiliki potensi pengembalian investasi yang tinggi dan tata kelola yang baik. Bagaimana Anda dapat menjamin hal-hal tersebut?"
Abiyasa tersenyum dan mempersilahkan mereka untuk bertanya. "Itu adalah pertanyaan yang bagus. Kami telah melakukan analisis keuangan yang teliti dan kami percaya bahwa proyek ini akan memberikan pengembalian investasi yang kompetitif. Selain itu, kami memiliki tim manajemen yang berpengalaman yang akan memastikan hotel ini dijalankan dengan efisien dan memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada tamu."
Indra kemudian menambahkan. "Kami juga memiliki hubungan yang kuat dengan mitra lokal yang memiliki pengalaman dalam industri perhotelan. Mereka akan membantu kami dalam pemasaran dan operasional hotel. Kami telah mengidentifikasi target pasar yang tepat dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk mencapai kesuksesan."
"Saya senang mendengarnya. Tetapi, saya juga ingin memastikan bahwa konstruksi hotel akan selesai tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang tinggi. Bagaimana Anda akan mengelola hal tersebut?"
"Kami memiliki tim konstruksi yang berdedikasi dan berpengalaman dalam menyelesaikan proyek-proyek besar. Kami juga memiliki hubungan yang baik dengan pemasok material konstruksi terpercaya, sehingga kami yakin dapat memenuhi jadwal sesuai dengan rencana."
Abiyasa memberikan jawaban yang meyakinkan, menyajikan proyeksi keuangan yang realistis dan strategi pemasaran yang komprehensif. Dia menyoroti keahlian dan rekam jejak timnya dalam pengelolaan properti, serta hubungan bisnis yang baik dengan mitra lokal yang dapat membantu dalam pemasaran dan operasional hotel.
Diskusi berlangsung selama berjam-jam, dengan Abiyasa dan Indra memberikan jawaban terperinci dan memberikan solusi untuk setiap kekhawatiran yang diajukan oleh Nona Anna dan asistennya. Mereka membahas tentang perizinan yang diperlukan, konstruksi yang tepat waktu, pemenuhan standar kualitas, dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan setempat. Nona Anna terkesan dengan profesionalisme dan dedikasi tim Abiyasa dalam merencanakan proyek ini.
Setelah diskusi yang intens, Abiyasa dan Indra merasa mereka telah memberikan gambaran yang jelas untuk Nona Anna untuk kerjasama mereka ini.
__ADS_1
"Terima kasih untuk pertemuan kita kali ini. Persiapkan surat kontraknya, saya akan segera tanda tangani."
Nona Anna mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Abiyasa dan juga Indra. Dia menyetujui kerjasama ini.
Setelah pertemuan bisnis selesai, suasana menjadi lebih santai dan informal. Abiyasa dan Nona Anna duduk bersama di ruangan pribadi restoran, menikmati minuman mereka sambil berbincang-bincang.
"Pak Abiyasa, saya harus mengaku bahwa saya terkejut ketika saya mendengar bahwa Anda adalah seorang duda. Saya meminta maaf karena tidak mengetahui hal tersebut sebelumnya."
Nona Anna meminta maaf atas ketidaktahuan dirinya atas kematian Ajeng, istrinya Abiyasa. Dia juga menyesal karena datang pada saat Abiyasa masih dalam keadaan berduka.
"Tidak apa-apa, Nona Anna. Saya mengerti bahwa informasi pribadi seperti itu tidak selalu terungkap dalam konteks bisnis. Memang benar, saya kehilangan istri saya beberapa waktu lalu karena sakit. Ini telah menjadi perjalanan yang sulit bagi saya."
Indra sudah kembali ke kantor perusahaan, sedangkan asisten nona Anna mengerjakan pekerjaan lain. Jadi, sekarang ini mereka hanya berdua saja, dan suasana menjadi lebih hangat meskipun diawal tadi sempat terasa cangung saat nona Anna tahu jika Abiyasa adalah duda.
"Saya sangat menyesal mendengar kabar itu. Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya perasaan Anda dan bagaimana Anda menjalani semuanya. Bagaimana Anda menghadapinya?" tanya Nona Anna seperti seseorang yang peduli.
Abiyasa tersenyum tipis mendengar pertanyaan tersebut. "Terima kasih atas simpati Anda, Nona Anna. Menghadapi kematian istri saya adalah pengalaman yang sangat sulit bagi saya. Namun, saya berusaha untuk tetap kuat dan berfokus pada pekerjaan. Dukungan dari keluarga dan teman-teman sangat membantu dalam proses penyembuhan dan pemulihan duka yang saya rasakan."
"Saya sangat menghargai kekuatan dan keteguhan Anda dalam menghadapi situasi yang sulit ini. Bagaimana Anda menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga?" tanya Nona Anna lagi, sebab pada saat pertemuan pertama mereka, Abiyasa terlihat baik-baik saja. Tidak seperti orang yang sedang berduka atas kematian orang yang paling penting dan dekat.
"Itu adalah tantangan besar, Nona Anna. Saya mencoba untuk memprioritaskan waktu dengan baik. Tetapi, pada saat yang sama, saya tetap fokus pada bisnis dan memastikan bahwa proyek-proyek yang sedang berjalan tetap berjalan dengan baik."
Nona Anna kagum dengan sosok Abiyasa yang tegar. "Saya kagum dengan dedikasi Anda dalam menjaga keseimbangan tersebut. Bagaimana Anda melihat masa depan Anda setelah kehilangan istri Anda?"
__ADS_1
Sepertinya, Nona Anna semakin tertarik dengan sosok Abiyasa.