Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Akhirnya Berkelahi


__ADS_3

Brukkk


"Ahhh..."


Dug bug bug bag dug


Abiyasa yang dipukul lebih dulu oleh Aji, tidak terima sehingga balas memukul. Apalagi dia melihat ke arah Ajeng yang sedang menjerit-jerit ketakutan dengan ulah Aji.


Abiyasa tidak mau jika Ajeng sampai melihat kejadian kekerasan, yang dapat menjadi pemicu trauma bagi Ajeng, yang sedang dalam masa pengobatan dengan psikiater.


Ajeng bisa mengalami kecemasan yang meningkat dan merasa terancam karena kejadian perkelahiannya bersama Aji jika tidak dihentikan sekarang juga, sebab hal ini dapat memperburuk kondisi Ajeng dan membuatnya sulit untuk mengatasi masalah psikologis yang sedang dihadapinya.


Oleh karena itu, Abiyasa sangat memperhatikan situasi ini dan berusaha untuk tidak menunjukkan kekerasan di depan Ajeng. Abiyasa jadi terbatas dalam cara mengatasi konflik dengan Aji karena takut trauma Ajeng menjadi kambuh.


Abiyasa merasa kesulitan untuk mengekspresikan perasaannya dengan jujur untuk bisa membalas dan mengambil tindakan tegas, yang diperlukan untuk menyelesaikan konfliknya dengan Aji.


"Kak. Aku mohon berhenti!"


"Kenapa? Kamu takut, ha?"


Bug bug


Situasi yang terjadi antara Abiyasa dan Aji menjadi semakin buruk ketika Aji tidak peduli dengan permintaan Abiyasa untuk menghentikan kekerasan.


Aji terus berbicara kasar dan memukul Abiyasa dengan semakin keras. Hal ini membuat para pengunjung mal yang melihat kejadian ini menjadi panik dan khawatir. Mereka merasa terancam dan tidak aman di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman.


Beberapa pengunjung mulai berbicara satu sama lain tentang apa yang mereka lihat.


Beberapa dari mereka terkejut dan takut, sementara yang lain merasa marah dan terganggu oleh kekerasan yang terjadi.


Beberapa di antara mereka juga mencoba untuk membantu Abiyasa dan memisahkan Aji dari Abiyasa, sementara yang lain mungkin merasa tidak nyaman dan tidak tahu harus berbuat apa.


"Sungguh mengerikan, saya tidak pernah berpikir bahwa sesuatu seperti itu akan terjadi di tempat seperti ini," kata seorang pengunjung wanita. "Saya merasa takut dan khawatir. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana jika orang lain terluka?"


"Iya, benar. Ini sangat mengganggu," sahut seorang pengunjung pria. "Kita seharusnya merasa aman di sini. Saya harap pihak keamanan segera menangani situasi ini."

__ADS_1


"Saya sangat terganggu dengan apa yang terjadi tadi," kata seorang pengunjung lain. "Ini adalah pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Saya harap mereka segera ditangani dengan tepat."


"Saya setuju," sahut pengunjung lain. "Kita harus menjaga keamanan di sini. Saya harap pihak keamanan bisa menyelesaikan masalah ini dengan tuntas."


Tapi nyatanya situasi ini terus terjadi, karena merasa berdua, Abiyasa dan Aji sama-sama ahli bela diri, pertikaian yang terjadi tentunya jadi berbeda dengan kebanyakan pertikaian biasa yang biasa saja.


"Apa yang kamu inginkan, kak Aji? Kita bisa menyelesaikan masalah ini tanpa harus bertarung." Abiyasa masih berusaha untuk menghindari perkelahian.


"Cuihhh! Aku ingin kamu merasakan kesakitan yang kurasakan karena pukulan mu! Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu!" Aji berkata tidak terima.


"Aku tidak bermaksud melukai kamu, kak Aji. Aku hanya ingin melindungi diriku dan orang-orang yang aku cintai dari bahaya yang bisa terjadi."


Abiyasa masih mencoba untuk bersabar menghadapi kakaknya yang sedang tersulut emosi. Dia tidak mau membuat situasi semakin kacau, karena ini adalah tempat umum.


"Kamu meremehkan ku dengan perkataan mu itu, Abiyasa! Aku akan membuktikan bahwa aku lebih kuat dari kamu dan aku akan menang!"


"Hiaaattt..."


Dug bug bag bug


Dug


"Kak Aji, kenapa kamu melakukan hal seperti ini? Aku sudah meminta kamu untuk menghentikan kekerasan, tapi kamu tidak mendengarkan."


Tag bug


"Aku melakukan ini karena kamu sudah memukulku lebih dulu! Kamu memulai semua ini, jadi aku hanya membalasnya!"


Bug bag dug


"Itu tidak benar, kak Aji. Kamu yang memulai dengan memukulku lebih dulu. Aku hanya membalasnya karena merasa terancam."


"Cuihhh! Kamu tidak tahu apa yang sedang aku alami! Kamu sudah melukai perasaanku dan membuatku emosi!" Aji tetap tidak mau mengalah dengan menghentikan perkelahian mereka berdua.


Terpaksa, Abiyasa meladeninya.

__ADS_1


Tag bug bug bug


"Aku tahu kamu emosi, kak Aji. Tapi itu tidak menjadi alasan untuk melakukan kekerasan. Kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih baik dan damai."


Plak bug


Aji mengelap bibirnya yang berdarah saat terkena pukulan Abiyasa.


"Aku tidak ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara damai! Kamu telah melukai harga diriku dan membuatku malu di depan orang banyak!" Aji semakin gelap mata.


Abiyasa mundur untuk memberikan waktu kakaknya mengatur pernafasan. Dia sendiri melihat bagaimana Ajeng yang duduk ke tepi dengan menutup mata dengan kedua tangannya.


"Aku tidak bermaksud melukai harga dirimu, kak Aji. Aku hanya ingin menghentikan kekerasan dan melindungi istriku, Ajeng, dari situasi ini."


"Itu semua omong kosong! Kamu tidak bisa mengontrol dirimu dan membuatku terlihat buruk di depan orang banyak!" Aji tetap marah dan menyalahkan Abiyasa.


Keduanya masih belum mencapai kesepakatan untuk berdamai dan memperlihatkan kemarahan yang besar satu sama lain. Namun, dengan bantuan pihak keamanan, situasi dapat diatasi dengan baik dan kedua belah pihak dapat belajar untuk menyelesaikan masalah secara damai dan tanpa kekerasan.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya terpisah oleh pihak keamanan dan para pengunjung.


Untuk mengatasi konflik mereka berdua, Abiyasa sudah mencoba untuk mengajak Aji berbicara dan meminta agar Aji tidak menggunakan kekerasan. Namun, Aji tidak mendengarkan dan tetap bertindak emosional.


Untungnya pihak keamanan akhirnya datang dan mencoba untuk menghentikan kekerasan. Mereka memisahkan Abiyasa dan Aji dan membawa mereka ke pos keamanan.


Di pos keamanan, mereka diinterogasi dan diproses untuk tindakan yang telah mereka lakukan.


"Apa yang terjadi di sini?" tanya petugas keamanan. "Bisakah Anda menjelaskan situasinya dengan jelas?"


Pada saat itu, Abiyasa dan Aji masih duduk di pos keamanan. Abiyasa mencoba untuk menjelaskan situasi kepada petugas keamanan, sementara Aji terus bersikeras bahwa dia melakukan apa yang dia lakukan karena Abiyasa memulai kekerasan terlebih dahulu. Abiyasa merasa kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya dengan jujur karena dia takut trauma Ajeng menjadi kambuh.


"Begini, pak. Saya..."


"Ck! Gak usah kayak anak kecil."


Abiyasa mencoba menjelaskan situasi yang terjadi, tetapi sulit untuk mengungkapkan perasaannya dengan jujur dan terbuka. Dia takut trauma Ajeng menjadi kambuh dan membuat situasi menjadi lebih buruk. Tapi Aji tidak terima dengan perkataan Abiyasa.

__ADS_1


__ADS_2