Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Mencoba Memahami


__ADS_3

Keluarga adalah tempat di mana seseorang belajar dan tumbuh berkembang. Keluarga juga menjadi fondasi dalam membentuk kepribadian dan karakter seseorang. Namun, kadang-kadang hubungan dalam keluarga tidak selalu harmonis. Ada konflik dan perselisihan yang terjadi, terutama jika hubungan antara anggota keluarga terganggu.


Dinamika keluarga mengacu pada interaksi dan hubungan antara anggota keluarga. Hal ini melibatkan cara-cara di mana keluarga mengatur diri mereka sendiri, memperoleh sumber daya, dan menyelesaikan masalah. Dinamika keluarga dapat sangat berbeda-beda antara satu keluarga dengan keluarga lainnya, tergantung pada faktor-faktor seperti budaya, nilai-nilai, dan pengalaman masa lalu.


Dalam keluarga yang sehat, anggota keluarga merasa aman, dihargai, dan didukung oleh keluarga. Mereka juga merasa dapat berbicara terbuka tentang perasaan dan masalah mereka. Selain itu, setiap anggota keluarga berpartisipasi dalam mengambil keputusan dan merasa bahwa pendapat mereka dihargai.


Namun, dalam keluarga yang tidak sehat, anggota keluarga merasa tidak dihargai, tidak didukung, atau bahkan tidak aman. Ada mungkin lebih sedikit komunikasi, dan keputusan mungkin dibuat oleh satu atau dua orang saja dalam keluarga.


Abiyasa dan Aji adalah salah satu contoh dari konflik dalam keluarga yang terjadi karena adanya pengaruh dan pemenggalan antara anggota keluarga.


Di keluarga Abiyasa, Rian yang merupakan paman, menggunakan Aji untuk menyingkirkan Abiyasa karena merasa terancam dengan Abiyasa yang tidak mudah untuk membujuknya. Meskipun hal ini menyebabkan Abiyasa merasa kecewa dan sedih. Tapi ia akhirnya menyadari bahwa Aji, yaitu kakaknya, bukanlah musuhnya yang sebenarnya melainkan juga korban dalam situasi ini.


Rian memengaruhi Aji untuk menyingkirkan Abiyasa dengan melakukan pencucian otak.


Pencucian otak adalah proses di mana seseorang diubah pikirannya atau perilakunya melalui manipulasi dan pengaruh yang berlebihan. Hal ini biasanya dilakukan dengan mengontrol informasi yang diterima oleh orang tersebut, mengisolasi mereka dari lingkungan sosial mereka, dan menggunakan teknik-teknik persuasif untuk mengubah keyakinan mereka.


Rian memberikan informasi yang salah dan memutar balikkan kenyataan tentang Abiyasa kepada Aji. Misalnya, ia mungkin memberitahu Aji bahwa Abiyasa berencana untuk merampas posisi Aji di dalam keluarga atau mempermainkan Aji di belakangnya.


Dengan memberikan informasi yang salah, Rian berusaha mengubah persepsi Aji terhadap Abiyasa dan menciptakan kesan bahwa Abiyasa adalah ancaman bagi Aji.


Rian juga memisahkan Aji dari lingkungan sosialnya dengan membatasi kontak Aji dengan keluarga dan teman-temannya. Hal ini membuat Aji kehilangan sumber dukungan dan perspektif alternatif yang membantunya untuk melihat situasi dengan cara yang berbeda. Rian mengisolasi Aji agar ia hanya bergantung pada dirinya dan informasi yang disediakan olehnya.


Rian juga menggunakan teknik-teknik persuasif untuk mengubah keyakinan Aji tentang Abiyasa. Misalnya, ia menggunakan kekuasaannya sebagai pamannya atau memberikan iming-iming hadiah atau penghargaan sebagai insentif untuk melakukan tindakan yang diinginkan. Rian juga bisa mengancam Aji dengan konsekuensi negatif jika Aji tidak menuruti perintahnya.


"Aji, aku tahu kamu selalu merasa saingan dengan Abiyasa sejak kecil. Dan aku juga tahu bahwa kamu merasa Abiyasa selalu mendapatkan perhatian lebih dari orang tuamu. Tapi kamu harus tahu bahwa Abiyasa sebenarnya tidak pantas mendapatkan itu semua. Dia tidak memiliki kemampuan atau keahlian yang sebaik kamu."

__ADS_1


Rian mulai mencuci otak Aji.


Aji terdiam sesaat sebelum akhirnya memberikan tanggapan. "Apa yang paman maksud? Aku tidak mengerti."


"Abiyasa selalu merasa superior dan menganggap dirinya lebih pintar daripada kamu. Dia selalu mencoba mengendalikan semua yang ada di sekitarnya. Kamu tidak boleh terpancing oleh permainan kecilnya itu. Dia itu licik. Kau harus mengalahkannya sebelum dia mengalahkan mu."


Lagi-lagi, Rian menyerang sisi emosi Aji yang merasa sebagai kakaknya Abiyasa. Jadi Aji tentunya tidak ingin dikalahkan oleh adiknya dalam hal apapun.


"Aku tidak ingin mengalahkan siapa pun. Aku hanya ingin hidup damai dan bahagia."


Awalnya Aji berusaha menolak, karena dia berpikir itu tidak baik untuk dirinya dan juga adikmu sendiri.


"Tentu saja, Aji. Tapi kamu juga harus mempertahankan posisimu di keluarga ini. Kamu harus menunjukkan bahwa kamu lebih mampu dari Abiyasa. Dan untuk itu, kamu harus membuktikan bahwa Abiyasa salah."


"Kamu harus memperhatikan setiap kesalahan yang dilakukan Abiyasa dan menunjukkannya kepada orang tuamu. Kamu harus menunjukkan bahwa Abiyasa tidak pantas mendapatkan semua yang ia terima dari keluarga ini. Kamu harus memastikan bahwa kamu mendapatkan bagianmu yang penuh dalam warisan keluarga ini."


Aji mulai bimbang dalam hatinya, karena ada hal-hal tertentu yang memang benar.


"Tapi apakah itu benar-benar adil? Apakah kita harus bersaing satu sama lain di antara keluarga kita sendiri?" tanya Aji ragu.


"Ini bukan tentang persaingan, Aji. Ini tentang keadilan. Kamu harus memastikan bahwa keadilan tercapai. Dan untuk itu, kamu harus melawan Abiyasa. Dia adalah musuhmu yang sebenarnya."


Dengan berapi-api, Rian mendoktrin sesuatu yang tidak benar sama sekali.


"Baiklah, aku akan mencobanya. Tapi aku masih merasa tidak nyaman dengan semua ini. Bagaimana caranya, paman?"

__ADS_1


"Itu wajar, Aji. Tapi ingatlah, kamu berjuang untuk keadilan dan untuk posisimu di keluarga ini. Kau harus mengambil tindakan sekarang sebelum terlambat."


Dalam hal ini, Rian menggunakan kombinasi dari tiga teknik tersebut untuk mencuci otak Aji dan mengubah keyakinannya tentang adiknya sendiri, yaitu Abiyasa. Dia menyampaikan informasi yang salah tentang Abiyasa, memisahkan Aji dari keluarga dan teman-temannya, serta menggunakan tekanan dan iming-iming untuk menjadi ahli waris dan penguasa satu-satunya di perusahaan keluarga mereka. Dia juga memaksa Aji melakukan tindakan yang diinginkannya.


Akibat dari pencucian otak ini, Aji menjadi terpengaruh dan mengambil tindakan yang merugikan Abiyasa, yang sebenarnya adalah saudaranya sendiri.


***


"Kenapa aku tidak pernah menyadari semua ini sebelumnya? Semua kejadian aneh di keluargaku, semua insiden yang selalu membuatku terlihat buruk di mata orang tua, semuanya adalah hasil dari ulah pamanku sendiri. Aku tidak pernah berpikir bahwa seseorang dalam keluargaku bisa melakukan hal seperti ini."


Abiyasa memejamkan matanya lagi, saat berada di dalam mobil. Dia belum meninggalkan area parkir pengadilan, setelah mengikuti acara persidangan mamanya, Rian.


"Apa yang dilakukan pamanku pada kak Aji dan padaku sendiri sangat tidak adil. Dia telah memanipulasi kakak dan membuatnya merasa iri padaku, padahal sebenarnya kak Aji tidak bersalah. Dan yang lebih buruk lagi, pamanku bahkan merencanakan untuk mengeluarkan aku ahli waris dan perusahaan keluarga sendiri. Bagaimana bisa dia melakukan ini semua?"


Pertanyaan demi pertanyaan muncul pada saat semuanya mulai terbuka. Abiyasa benar-benar tidak pernah menyangka, jika pamannya yang selama ini terlihat baik padanya adalah musuh dalam selimut.


Serigala berbulu domba.


"Aku merasa sedih dan kecewa pada paman Rian. Bagaimana mungkin dia bisa melakukannya pada keluarga sendiri? Aku merasa sangat naif karena tidak menyadari semua ini sebelumnya. Aku hanya berharap bahwa keluarga kami dapat pulih dari semua ini dan bahwa kita dapat membangun kembali hubungan yang baik satu sama lain."


"Ketika aku berpikir tentang semua yang telah dilakukan pamanku, aku merasa sedih dan marah. Aku merasa seperti telah dikhianati oleh seseorang yang harusnya aku percayai. Aku hanya berharap dia menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada keluargaku."


"Saya merasa sangat bersalah pada kak Aji, karena aku tidak menyadari apa yang dia alami selama ini. Aku akan mencoba untuk memperbaiki hubunganku dengannya dan membantunya melewati masa-masa sulit ini. Dan yang terpenting, Aku berjanji pada diri sendiri bahwa aku tidak akan pernah membiarkan hal seperti ini terjadi lagi di keluarga kami."


"Tapi, apakah kakak akan menerimaku?"

__ADS_1


__ADS_2