Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Rencana Dan Rencana


__ADS_3

Aji yang tidak melihat secara keseluruhan video viralnya Abiyasa, tidak tahu jika ada hubungan antara Indra dengan Abiyasa. Dia masih percaya jika Indra adalah rekan kerjanya yang akan membawa kesuksesan usahanya kedepannya nanti. Padahal saat ini Indra sedang berusaha mengambil alih saham-saham investor lainnya untuk dibeli sehingga dia punya kuasa di perusahaan Aji.


Padahal semuanya adalah rencana Abiyasa yang dijalankan oleh Indra sebagai orang kepercayaan Abiyasa. Sedangkan Aji adalah kakaknya Abiyasa yang jahat dan ingin menyingkirkan Abiyasa sejak lama.


Abiyasa sendiri adalah pria yang cerdas, tapi terkesan licik dengan semua kemampuannya. Dia mengetahui rencana jahat kakaknya dan melakukan berbagai cara untuk menghalangi niat buruk tersebut. Salah satu cara yang dilakukan Abiyasa adalah dengan melakukan segala sesuatu dengan rencananya, tapi Indra lah yang melaksanakan semua rencananya itu sebagai orang kepercayaannya untuk membantu mengambil alih saham perusahaan milik keluarga yang dipegang Aji.


"Selamat siang Bapak dan Ibu, saya Indra dari pihak manajemen perusahaan ABYS. Saya ingin berbicara dengan Bapak dan Ibu mengenai rencana kami untuk membeli saham yang Bapak dan Ibu miliki di perusahaan Tuan Aji." Indra mengadakan pertemuan dengan para investor perusahaannya Aji.


"Oh, begitu ya. Apa maksudnya?" tanya investor yang memiliki muka lebar.


"Seperti yang Bapak dan Ibu tahu, perusahaan Aji sedang dalam tahap pengembangan besar-besaran. Kami membutuhkan lebih banyak dana untuk mengembangkan bisnis kami lebih lanjut dan saya yakin Bapak dan Ibu sebagai pemilik saham di perusahaan bisa membantu dalam hal ini. Kami menawarkan harga yang sangat menguntungkan bagi Bapak/Ibu untuk menjual saham Bapak/Ibu kepada kami."


Indra adalah orator ulung yang bisa dengan mudah mempengaruhi banyak orang. Penampilannya juga sangat menyakinkan, dengan tatapan lurus, tajam tapi tetap terlihat jelas jika diam bersikap tenang.


Pemilik Saham 2, dengan model badannya yang sedikit gemuk dan dahi lebar mengangguk paham. "Hmm, saya tidak terlalu yakin. Bisnis Aji besar dan menguntungkan, saya belum melihat potensi besar dalam keadaan seperti yang tadi Anda katakan." Sepertinya orang tersebut lebih teliti dalam menganalisa sesuatu.


Indra tersenyum mendengar perkataan orang tersebut. "Saya bisa memahami kekhawatiran Bapak, tetapi bisnis Aji belum tentu memiliki potensi yang sangat besar di masa depan. Persaingan pasar sangat ketat, dan hanya perusahaan yang kompeten yang akan tetap bertahan. Saya hanya memberikan penawaran sekali, jadi coba pikirkan sebelum saham perusahaan Aji benar-benar jatuh."


Para investor yang merasa penasaran dengan penuturan Indra, membuka pasar saham untuk mengetahui kebenaran tersebut.


Tak lama kemudian, mereka saling pandang kemudian berbisik-bisik karena grafik saham perusahaan Aji memang ada penurunan.

__ADS_1


Pemilik Saham yang perempuan, dengan model rambut anti badai menghela nafas panjang. "Hmm, baiklah saya akan pertimbangkan tawaran Anda."


Terima kasih atas pertimbangannya. Saya bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang rencana ini jika Bapak dan ibu berminat. Tetapi saya harus memperingatkan Bapak dan Ibu, tawaran kami terbatas dan bisa saja diambil oleh pihak lain jika Bapak dan Ibu terlalu lama berpikir."


Mereka semua kembali saling pandang untuk mempertimbangkan penawaran yang ternyata tidak memiliki banyak waktu ini.


Pemilik Saham dengan tubuh gendut tadi akhirnya menyerah. "Baiklah, saya akan pikirkan dan kembali kepada Anda jika saya memutuskan untuk menjual saham saya."


Indra tersenyum menanggapinya. "Baiklah, terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Saya akan menunggu kabar dari Bapak dan Ibu secepatnya."


Dua hari kemudian, mereka kembali melakukan pertemuan dan para investor menyerahkan kepemilikan saham mereka kepada Indra.


Aji sendiri tidak pernah menyadari bahwa Abiyasa mengetahui rencananya, sehingga dia merasa percaya diri untuk menjalankan aksinya tanpa rasa takut. Aji juga tidak menyadari bahwa Indra sebenarnya merupakan orang kepercayaan Abiyasa, sehingga dia mengira Indra bekerja untuk kepentingannya.


Setelah berhasil membeli 30% saham perusahaan Aji, Indra segera melaporkannya kepada Abiyasa yang sedang sibuk bekerja di depan laptopnya. Abiyasa merespon dengan senyuman dan tampak senang mendengar kabar tersebut.


"Indra, kamu hebat sekali! Akhirnya kita berhasil mengumpulkan 30% saham perusahaan kakakku, Aji. Sekarang, kita memiliki posisi yang kuat dalam perusahaan itu," ucap Abiyasa dengan penuh semangat.


Indra hanya tersenyum kecil dan berkata, "Saya hanya melakukan pekerjaan saya dengan baik. Tapi, saya tidak akan bisa melakukannya tanpa dukungan dan kepercayaan mu, Mas Abiyasa."


Abiyasa tersenyum lagi, "Kamu benar, Indra. Kita berhasil melakukannya bersama-sama. Sekarang, kita harus memikirkan langkah selanjutnya untuk mengembangkan perusahaan ini."

__ADS_1


Indra mengangguk, "Saya sepenuhnya setuju, Mas Abi Pak. Saya akan segera menyiapkan laporan dan rekomendasi untuk strategi pengembangan perusahaan ke depan."


Abiyasa mengangguk dan berkata, "Baiklah, silakan lakukan itu. Kita harus terus berinovasi dan berusaha untuk menjadi yang terbaik di bidang ini."


Setelah itu, Indra pun pamit untuk pergi ke kantor lagi. Dia akan langsung memulai pekerjaannya untuk merencanakan langkah selanjutnya untuk perusahaan Aji. Abiyasa sendiri merasa senang dan lega bahwa strateginya bersama Indra akhirnya berhasil. Dia berharap bisa terus bekerja sama dengan Indra untuk mengambil alih perusahaan Aji dan mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi di masa depan.


Rencana dan usaha mereka untuk mendapatkan perusahaan Aji semakin luas dan lebih mudah. Tidak lama lagi, perusahaan Aji akan jatuh ke tangan Abiyasa tanpa harus beradu otot dengan kakaknya, Aji. Padahal sebenarnya Abiyasa juga memiliki hak atas perusahaan tersebut sebagai hak warisnya.


Indra yang sekarang memiliki 30% saham perusahaan memiliki ambisi untuk mengambil alih kepemimpinan perusahaan Aji dan menjadikannya sebagai bisnis yang lebih besar dan sukses, yang akan digabung dengan perusahaan Alex. Sementara Aji, kakak Abiyasa, ingin mempertahankan kekuasaannya atas perusahaan dan menghentikan Abiyasa untuk mengambil alih perusahaan, karena dia sudah mengetahui bahwa adiknya itu bukan lagi orang yang bodoh dan idiot.


Di sisi lain, Abiyasa ingin memperbaiki manajemen perusahaan dan mengambil alih kepemimpinan, tetapi dia harus menyelesaikan masalah dengan kakaknya terlebih dahulu. Dia tahu bahwa Aji akan mencoba segala cara untuk menghalanginya, tetapi Abiyasa tidak akan menyerah begitu saja. Dia memutuskan untuk mengambil langkah lebih lanjut dan merencanakan strategi yang lebih kuat untuk menghadapi masalah ini, termasuk membeli saham-saham perusahaan yang dipimpin kakaknya.


"Aku akan menyingkirkan kakak, tapi tidak seperti yang kakak lakukan dulu."


"Lihat saja, kak. Tak lama lagi perusahaan itu akan jatuh di tanganku."


Abiyasa meminta bantuan Indra untuk merencanakan strategi dan taktik yang tepat untuk mengambil alih kepemimpinan perusahaan Aji tanpa melibatkan Aji. Indra tentunya bersedia membantu Abiyasa.


Oleh karena itulah, mereka bekerja sama untuk mencari cara untuk memperoleh saham-saham yang dimiliki Aji dan juga mencari cara untuk menghadapi perlawanan dari Aji. Mereka merencanakan strategi untuk mempengaruhi pemegang saham lainnya untuk memilih Abiyasa sebagai kepala perusahaan. Mereka juga mulai memperbaiki manajemen dan melakukan perbaikan di beberapa bagian perusahaan.


Dan sekarang hasilnya sudah mulai tampak dengan 30% saham yang sudah ada di tangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2