
Abiyasa yang sudah selesai dengan sambutannya, digantikan oleh Nona Anna.
Nona Anna menyampaikan kata-kata selamat datang kepada tamu, mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka, dan berbagi cerita tentang perjalanan dan tujuan acara malam ini. Pidatonya juga berkaitan dengan sambutan yang sama seperti yang dilakukan oleh Abiyasa sebagai rekan bisnisnya.
"Terima kasih kepada, Pak Abiyasa, yang telah melaksanakan dan menyesuaikan kerjasama kami untuk pembangunan hotel ini."
Setelah Nona Anna selesai, acara dilanjutkan dengan menghibur para tamu dengan menyajikan demonstrasi atau pertunjukan melalui layar virtual, yang menunjukkan ruangan-ruangan hotel dan fasilitas yang ada.
Acara selanjutnya adalah upacara pemotongan pita sebagai momen simbolis yang menjadi sorotan utama dalam acara pembukaan.
Abiyasa dan Nona Anna, sebagai pemilik acara malam ini, memegang gunting besar dan memotong pita sebagai tanda dimulainya operasional atau pembukaan hotel secara resmi.
Pemotongan pita ini tak luput dari kilatan cahaya para pemburu berita dan juga dokumentasi perusahan yang sudah dipersiapkan. Para pencari berita ini tentu saja bertujuan untuk membuat berita yang akan mereka sajikan dalam media tempat mereka bekerja, mengabadikan momen pembukaan hotel yang digadang-gadangkan sebagai hotel termewah dan terlengkap, meskipun hanya ada empat puluh lima lantai.
"Mari, Kita gunting bersama-sama."
Nona Anna menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan Abiyasa.
Keduanya memegangi gunting yang dihiasi dengan pita berwarna merah menyala, siap untuk menggunting pita.
Kress
Plok plok plok
"Selamat..."
"Selamat pak Abiyasa, Nona Anna."
Tepuk tangan dan ucapan selamat dari tamu undangan terdengar bersahutan. Abiyasa dan Nona Anna, menyambut uluran tangan dan ucapan selamat dari para petinggi perusahaan dan tamu undangan yang merasakan kebahagiaan malam ini.
Sama seperti yang lain, Aji juga mengucapkan selamat untuk adiknya dengan memeluk dan menepuk-nepuk bahu adiknya.
"Selamat, Abiyasa. Aku patut berbangga hati dengan keberhasilanmu."
"Terima kasih, kak. Ini juga atas dukungan kak Aji," sahut Abiyasa dengan tersenyum bahagia dan bangga.
Setelah pemotongan pita, acara dilanjutkan dengan acara selanjutnya yang ditunggu-tunggu, yaitu mengajak para tamu diundang untuk menjelajahi area atau fasilitas hotel yang baru dibuka.
__ADS_1
Semua Staf siap memberikan tur dan penjelasan tentang tempat, produk, atau layanan yang ditawarkan oleh hotel. Hal ini memberikan kesempatan bagi tamu untuk melihat secara langsung apa yang ditawarkan oleh acara pembukaan hotel malam ini.
Makanan dan minuman juga sudah disajikan dalam acara pembukaan dan menjadi pusat perhatian karena terdapat hidangan spesial sebagai menu khusus yang mewakili citra dan tema acara. Hidangan ini mencakup makanan ringan, hidangan utama, hidangan penutup, dan minuman khusus.
Makanan dan minuman tersebut disajikan dalam format prasmanan atau melalui pelayan yang melayani tamu.
Acara pembukaan ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh banyak orang, karena memberikan kesempatan bagi tamu untuk berinteraksi, berkenalan, dan memperluas jaringan sosial mereka. Area yang dirancang khusus untuk berbincang atau staf yang berinteraksi dengan tamu membantu menciptakan suasana yang ramah dan mengundang diskusi.
Ini adalah waktu dan kesempatan yang baik bagi tamu untuk membangun hubungan bisnis, pertemanan, atau kolaborasi di masa depan untuk kesuksesan mereka.
"Hehhh! Aku akan memberikan hadiah terbaik untukmu, malam ini "
Di tempat yang tidak jauh dari acara berlangsung, Rian, pamannya Abiyasa, bergumam seorang diri saat mengintai. Dia tidak suka dengan keberhasilan keponakannya Dia ingin mengacaukan acara penting tersebut dengan menyerang Abiyasa.
Tug tug tug
"Mati kau, Abiyasa!"
Jleb jleb street
Situasi menjadi kacau karena ulah Rian yang datang secara tiba-tiba dan langsung menuju ke arah depan, menyerang Abiyasa.
Rian, pamannya Abiyasa, yang tidak suka dengan keberhasilan keponakannya, telah mengintai dekat dengan tempat acara berlangsung. Dalam upaya untuk menciptakan kekacauan, Rian memutuskan untuk mengganggu jalannya acara dengan perilaku agresif.
Ketika acara pembukaan selesai dan acara tour hotel sedang berlangsung, tiba-tiba Rian muncul dan mulai menciptakan keributan. Ia menyerang Abiyasa secara fisik dengan menggunakan pisau lipat yang tajam.
"Kakak!"
"Pa-pam-man..."
"Hahhh, Aji?"
Kehadiran Rian yang tiba-tiba dan tindakannya yang brutal membuat tamu dan staf hotel terkejut dan ketakutan. Keadaan menjadi kacau ketika orang-orang berusaha menghindari Rian dan menjaga keamanan mereka sendiri.
Tim keamanan atau tamu yang berani mencoba menenangkan situasi dan mengendalikan Rian untuk menghindari lebih banyak kerusakan.
Akibat dari ulah Rian, suasana acara yang semula meriah dan penuh sukacita berubah menjadi tegang dan khawatir. Acara terhenti sejenak untuk memastikan keselamatan para tamu dan staf hotel. Pihak penyelenggara harus berkoordinasi untuk mengatasi situasi dan melanjutkan acara setelah keadaan tenang.
__ADS_1
"Kakak, bertahan kak!"
Darah segar mengalir dari dada dan perut Aji yang ambruk di pangkuan Abiyasa. Dia menjadikan dirinya sebagai tameng, saat Rian datang menyerang adiknya.
Secara tidak sengaja, tadi Aji melihat keberadaan pamannya yang berjalan cepat menuju ke tempat Abiyasa berdiri. Dan Aji sangat terkejut melihat ada pisau lipat yang digenggam oleh pamannya, siap untuk melukai adiknya yang sedang berbincang dengan Nona Anna dan beberapa undangan dari pemerintah setempat.
Sayangnya, tadi tim keamanan tidak bisa bergerak dengan cepat. Rian berhasil menusukkan pisau lipat yang dia bawa ke dada dan perut Aji, yang tadinya mau ditujukan untuk Abiyasa.
Abiyasa sendiri juga terkejut dengan kejadian yang cepat tanpa dia sangka-sangka sebelumnya, karena tiba-tiba Aji datang menjadi tameng untuknya. Abiyasa tentu saja marah besar sehingga meminta pihak keamanan untuk mengamankan Rian.
"Security! Indra!"
Kehadiran Rian yang tiba-tiba dan tindakannya yang agresif membuat tamu dan staf hotel terkejut dan ketakutan. Keadaan menjadi kacau ketika orang-orang berusaha menghindari Rian dan menjaga keamanan mereka sendiri.
Acara pembukaan yang semula berlangsung lancar tiba-tiba terganggu oleh kemunculan Rian, yang secara agresif menciptakan keributan. Kehadirannya yang tak terduga dan tindakan agresifnya membuat tamu dan staf hotel terkejut dan ketakutan.
"Apa yang sedang terjadi? Mengapa ada orang yang menciptakan keributan seperti ini?" tanya salah satu tamu dengan wajahnya yang jelas terlihat cemas.
"Saya tidak tahu, tapi sepertinya ada orang yang berusaha mengganggu acara ini. Kita harus mencari tempat perlindungan sekarang!" Temannya juga tampak khawatir.
"Ayo, kita cari tempat yang aman dan jauh dari orang itu! Apakah kamu melihat staf hotel atau petugas keamanan di sekitar?"
Seiring Rian yang menciptakan keributan diburu oleh petugas keamanan, suasana di sekitar menjadi sangat kacau. Orang-orang yang hadir dalam acara tersebut panik dan berusaha melindungi diri mereka sendiri.
Beberapa orang berusaha menjauh dari tempat mereka tadi berada, mencari tempat perlindungan, dan bahkan ada yang berusaha melarikan diri dari situasi yang mengancam.
Staf hotel dan petugas keamanan juga berusaha mengendalikan situasi, mencoba menghadapi Rian dan ada yang melindungi orang-orang atau para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.
"Jangan biarkan dia lolos!"
Indra memberikan instruksi pada tim keamanan dan anak buahnya, supaya segera menangkap Rian yang berusaha kabur dengan masuk ke dalam kerumunan orang-orang.
Suasana jadi tegang dan tidak menyenangkan bagi semua orang yang hadir, begitu juga Nona Anna.
"Siapa tadi, pak Abi?" tanya Nona Anna meminta penjelasan pada Abiyasa.
Tapi pertanyaan tersebut tidak langsung dijawab Abiyasa, sebab dia sedang menenangkan kakaknya yang terluka dan ada di dalam pangkuannya.
__ADS_1