Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Makan Malam


__ADS_3

Setelah acara meeting selesai, mereka berdua berbincang dengan lebih akrab dan tidak formal. Nona Anna terkejut saat tahu status Abiyasa yang ternyata sudah duda dan baru saja ditinggal mati isterinya. Dia meminta maaf karena tidak mengetahui hal tersebut.


Setelah Indra kembali ke kantor dan asisten Nona Anna mengerjakan tugas-tugas lainnya, Abiyasa dan Nona Anna tinggal berdua di ruangan pribadi restoran. Suasana menjadi lebih hangat dan akrab, meskipun awalnya sempat terasa sedikit canggung ketika Nona Anna mengetahui bahwa Abiyasa adalah seorang duda.


"Masa depan saya masih penuh ketidakpastian, tetapi saya optimis. Saya percaya bahwa dengan kerja keras, komitmen, dan dukungan dari tim saya, saya akan terus meraih kesuksesan dalam bisnis ini. Saya juga berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi diri saya secara pribadi."


Nona Anna menganggukan kepalanya mengerti dengan jawaban yang diberikan oleh Abiyasa barusan.


"Saya menghargai semangat dan keteguhan Anda, pak Abiyasa. Anda adalah seorang pria yang inspiratif. Jika ada yang bisa saya lakukan untuk mendukung Anda dalam upaya ini, jangan ragu untuk mengatakan."


Abiyasa tersenyum tipis mendengar perkataan Nona Anna. "Terima kasih, Nona Anna. Saya sangat menghargai tawaran bantuan dan dukungan Anda. Semangat dan semangat positif seperti itu benar-benar berarti bagi saya."


Abiyasa dan Nona Anna saling melihat satu sama lain dengan senyum ramah, merasa lebih nyaman setelah mengungkapkan informasi pribadi tersebut. Meskipun awalnya terdapat sedikit kekakuan, kehadiran mereka yang hanya berdua menciptakan suasana yang lebih intim dan informal.


"Jadi, pak Abiyasa, setelah pembicaraan serius tadi, apakah kita bisa melonggarkan suasana dan berbicara lebih santai sekarang?" tanya Nona Anna menawarkan.


"Tentu, Nona Anna. Saya senang bisa berbincang dengan Anda dalam suasana yang lebih santai. Apa yang ingin Anda bicarakan?" Abiyasa tidak menolak.


Nona Anna tersenyum senang mendengar jawaban yang diberikan oleh Abiyasa. Dia sudah bosan harus berbicara tentang bisnis dan bisnis setiap saat.


"Mari kita bicara tentang minat dan hobi kita di luar pekerjaan. Saya penasaran, apa yang Anda lakukan untuk bersantai di tengah kesibukan bisnis?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


"Ketika saya ingin bersantai dan mengisi kembali energi, saya sering melakukan perjalanan singkat ke tempat-tempat alam, seperti pegunungan atau pantai. Saya menikmati keindahan alam dan momen ketenangan yang dapat saya temukan di sana. Selain itu, saya juga menyukai olahraga, terutama bermain tenis. Bagaimana dengan Anda, Nona Anna?" Abiyasa mengingat masa remajanya dulu, sebelum kecelakaan.


"Saya juga senang melakukan perjalanan saat memiliki waktu luang. Saya suka menjelajahi destinasi baru dan mengalami budaya yang berbeda. Saya juga mengambil waktu untuk membaca buku dan menikmati seni, seperti mengunjungi pameran seni atau menonton pertunjukan musik. Itu memberi saya inspirasi dan keseimbangan dalam hidup. Ya, karena saya juga harus berkeliling untuk bisnis, jadi sekalian."


Percakapan mereka berlanjut dengan berbagai topik ringan dan bersifat pribadi. Mereka saling bertukar cerita dan pengalaman, menemukan minat dan kesamaan di antara mereka. Kedua belah pihak merasa semakin nyaman satu sama lain, dan canggung awal tadi segera terlupakan.


Mereka tertawa bersama, berbagi cerita lucu, dan mengenal sisi lain dari kepribadian masing-masing. Seiring berjalannya waktu, percakapan mereka menjadi semakin santai dan alamiah. Suasana hangat dan saling pengertian tercipta, menciptakan ikatan yang lebih kuat di antara mereka.


Meskipun diawali dengan suasana yang sedikit canggung, pertemuan mereka di restoran itu menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan personal. Keduanya menyadari bahwa ada banyak hal yang dapat mereka pelajari satu sama lain, bukan hanya dalam konteks bisnis, tetapi juga sebagai individu yang unik.


Pada akhirnya, mereka merasa puas dengan pertemuan mereka dan optimis tentang kemungkinan kerjasama yang sudah mereka sepakati tadi.


"Bagaimana jika malam nanti kita makan malam?" tanya Nona Anna memberikan usulan untuk merayakan kerjasama mereka.


Setelah berbincang-bincang dalam pertemuan bisnis dan mengenal satu sama lain dengan lebih baik, Abiyasa dan Nona Anna sepakat untuk melanjutkan kebersamaan mereka dengan makan malam sebagai tanda syukur atas kerjasama yang terjalin. Mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan pertemuan tersebut malam ini.


Abiyasa dan Nona Anna memilih restoran yang nyaman dan memiliki suasana yang cocok untuk acara makan malam mereka. Mereka berdua saling berbicara untuk mengatur waktu dan tempat pertemuan. Setelah memilih waktu yang sesuai, mereka merasa senang dan bersemangat untuk melanjutkan waktu yang lebih santai di luar konteks bisnis.


"Baiklah, sampai jumpa nanti malam."


"Baik, Nona Anna. Saya akan menjemput Anda di penginapan, pukul 08.00 malam." Abiyasa sendiri yang berinisiatif untuk menjemput Nona Anna di hotel tempatnya menginap selama ini.

__ADS_1


"Ok, saya tunggu pak Abiyasa. Sampai jumpa nanti malam."


Mereka berdua berpisah setelah mencapai kesepakatan bersama dengan janji mereka untuk makan malam bersama, nanti malam.


***


Pada malam yang ditentukan, Abiyasa dan Nona Anna tiba di restoran dengan suasana yang hangat dan romantis. Mereka saling menyapa dengan senyum dan duduk di meja yang dipersiapkan khusus untuk mereka. Restoran ini memiliki suasana yang intim dengan pencahayaan yang lembut dan musik yang menenangkan.


"Anda tampak sangat berbeda, Nona Anna."


Abiyasa memberanikan diri untuk memberikan penilaian terhadap penampilan Nona Anna malam ini, untuk acara makan malam mereka.


"Anda juga tampak lebih muda, dan tampan."


Tak mau kalah, Nona Anna juga menilai penampilan Abiyasa yang berbeda dari tadi siang saat meeting.


Sebagai laki-laki dewasa, dalam acara makan malam untuk merayakan keberhasilan kerja sama bisnis, Abiyasa mengenakan pakaian yang formal namun tetap stylish. Dia memilih untuk memakai setelan jas hitam dengan kemeja berwana putih bersih. Celana panjang berbahan yang serasi dengan jas dengan dasinya. Dia juga mengenakan sepatu kulit yang formal.


Tampak tampak serasi sehingga terlihat gagah dan tampan sebagai seseorang yang bukan dari kalangan masyarakat biasa.


Sementara itu, Nona Anna mengenakan pakaian yang sering digunakan dalam acara makan malam semacam ini. Gaun yang elegan dengan bentuk yang sesuai dengan postur tubuhnya. Bahan gaun yang berkualitas dan warna yang sesuai dengan warna kulit Nona Anna, menjadikan dia anggun dan tampak berbeda dengan biasanya saat meeting.

__ADS_1


Nona Anna juga mengenakan aksesori kalung dan anting-anting yang elegan, sangat pas dengan gaun yang dia kenakan. Sepatu hak tinggi yang sesuai dengan warna dan gaya pakaiannya juga menambah kesan yang istimewa untuk malam ini.


Kini keduanya saling pandang dan sama-sama tersenyum. Keduanya merasa lega karena memiliki kesempatan untuk berinteraksi tanpa tekanan bisnis di sekitarnya. Mereka menikmati suasana yang akrab dan suasana yang lebih pribadi, yang memungkinkan mereka untuk saling mengenal dengan lebih baik.


__ADS_2