
Di tempat yang sudah ditentukan, Indra datang bersama dengan beberapa orang yang akan membantu membebaskan Ajeng.
Indra dan timnya tiba di apartemen tempat Ajeng diculik, sesuai dengan permintaan Abiyasa 2 menit setelah Abiyasa tiba. Abiyasa sendiri telah tiba di lokasi beberapa saat sebelumnya dan sedang mencari tahu informasi terbaru tentang keberadaan Ajeng.
"Bagaimana, Mas Abi?"
"Kita lihat dan periksa situasi dan keadaan di sekitar gedung. Amankan beberapa titik yang strategis melarikan diri." Abiyasa memberikan instruksi singkat.
Mereka melakukan briefing singkat sebelum melakukan aksi mereka, dengan dibagi dua tim agar mudah di koordinasi.
Anggota Tim A, dipimpin oleh Abiyasa. "Saya telah memperoleh informasi dari sumber terpercaya bahwa pelaku sudah berada di lokasi sejak pukul 19. 00 tadi."
Anggota Tim B, dipimpin oleh indra. "Baik, kita harus memastikan bahwa kami siap pada saat itu. Saya akan memeriksa peralatan dan perlengkapan yang kita butuhkan."
"Kita perlu merencanakan rute masuk dan keluar dari lokasi. Apa yang kita ketahui tentang situasi di sekitar sana?" Salah satu dari mereka bertanya memastikan rencana ini akan berjalan dengan baik.
"Ada beberapa gedung di sekitar area apartemen ini yang bisa menjadi tempat persembunyian pelaku jika bisa kabur. Kita perlu memastikan bahwa kita tidak akan pernah membiarkan mereka kabur sehingga lepas dari penyergapan."
Setelah diskusi ini, tim merencanakan strategi penyergapan mereka. Beberapa taktik yang mungkin digunakan untuk melakukan penyelamatan Ajeng.
Tim harus melakukan pengintaian pada pelaku dan mencoba untuk mendekati mereka tanpa terdeteksi, dengan merencanakan agar bisa memutarbalikkan rencana pelaku dan memaksa mereka keluar dari perlindungan mereka. Dengan demikian, tim A akan langsung menyerang pelaku dan mengambil kendali atas situasi.
Dari pihak tim B akan menyamar sebagai orang yang tidak mencurigakan untuk mendapatkan akses ke pelaku.
Setelah taktik dipilih, tim merencanakan strategi taktik yang lebih rinci dan mempersiapkan peralatan dan persiapan yang lebih matang sebelum mereka melakukan penyergapan.
"Segera membentuk formasi sesuai dengan instruksi." Indra memberikan aba-aba terlebih dahulu pada tim-nya.
Tim penyelamatan ini adalah tim terlatih yang biasanya terdiri dari orang-orang yang memang memiliki pendidikan militer tapi dari pihak swasta. Tidak semua orang bisa bergabung karena seleksi yang ketat, mengingat situasi kondisi dan keadaan iya membahayakan pada saat mereka melakukan tugas-tugas seperti ini.
Tok tok tok
Abiyasa pura-pura datang mengetuk pintu sebagai pekerja cleaning servis. Dia mengetuk pintu kamar apartemen, yang diperkirakan sebagai persembunyian para penculik dan tempat penyekapan Ajeng.
Tok tok tok
Sekali lagi Abiyasa mengetuk pintu kamar tersebut, hingga ada suara yang bertanya dengan nada kesal dari dalam.
"Siapa sih?"
__ADS_1
Ketika pintu terbuka, Abiyasa dan Indra langsung masuk dengan cepat. Mereka memaksa masuk, meskipun mendapat makian dan cacian dari mereka.
"Hai, br3ngs3k!"
"Siapa kalian?"
Para penculik langsung menyerang dan melakukan perlawanan pada Abiyasa dan Indra. Dalam situasi ini, Abiyasa dan Indra sudah siap dengan segala sesuatunya untuk menangani situasi seperti ini.
Mereka berdua menggunakan keahlian bela diri mereka untuk melindungi diri, agar bisa menyelamatkan Ajeng.
"Br3ngs3k! Di mana istriku?"
Bugh dugh
Abiyasa menggunakan teknik tangan kosong seperti pukulan dan tendangan yang terampil untuk menghindari serangan dan melumpuhkan para penculik. Sedangkan Indra teknik memegang, melempar, atau menarik untuk menetralkan serangan musuh.
Tim lainnya, bertugas sesuai dengan tugas masing-masing yang sudah ditentukan.
Brakkk
"Arghhh..."
Tak butuh waktu lama, 15 menit kemudian keempat orang penculik yang berada di ruangan tersebut berhasil dibekuk tanpa bisa melakukan perlawanan lagi.
Indra dan timnya segera memeriksa keadaan di sekitar gedung dan mendapatkan informasi yang diperlukan, supaya tidak ada anggota lain yang berhasil kabur atau bersembunyi.
Indra memimpin timnya menuju lantai 3 dan menyusuri tempat tersebut membersihkan dari orang-orang jahat yang kemungkinan menjadi anggota mereka. Mereka bergerak dengan cepat untuk menemukan menyisir lantai 3 dan sekitarnya.
Setelah memeriksa beberapa kamar di sekitar koridor lantai 3, mereka tidak menemukan hal yang mencurigakan. Ajeng sendiri ditemukan di ruangan yang tadi, yang berada di lantai dua, tempat Ajeng disekap, sesuai dengan keterangan dari petugas yang diinterogasi oleh anak buahnya Indra sehingga cepat ditemukan dan juga penglihatan Abiyasa.
Abiyasa sendiri yang memerintahkan timnya untuk segera masuk ke dalam ruangan dan memeriksa keadaan, sedangkan dia sendiri yang membebaskan Ajeng. Dengan berhati-hati Abiyasa mendekati tempat Ajeng terbaring dalam paduan terikat dan mulut ditutupi lakban.
"Ajeng. Ajeng," panggil Abiyasa khawatir.
Kondisi Ajeng setelah diselamatkan dari penculikan dan masih tidak sadarkan diri karena obat bius yang diberikan para penculik. Wajahnya Ajeng terlihat pucat, lelah, dan kehilangan kesadaran setelah sekian jam saja hilang. Tubuhnya tampak lemah karena efek dari obat bius yang diberikan oleh para penculik.
"Sial!"
"Indra, cepat panggil ambulans!"
__ADS_1
"Dokter dan ambulans sudah ada di bawah, karena sudah saya persiapkan sebelumnya."
Ternyata Indra sudah memiliki pemikiran yang sangat bagus dengan mempersiapkan tim medis, mempersiapkan seandainya ada sesuatu yang tidak diinginkan termasuk korban dari timnya seandainya terjadi perkelahian saat para penculik melawan.
Abiyasa cepat membopong Ajeng ala bridal style untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Tim medis yang sudah stay, segera memeriksa kondisi kesehatannya secara menyeluruh dan memberikan perawatan sesuai dengan kebutuhan.
"Cepat bawa ke rumah sakit!"
Ambulans melaju cepat ke arah rumah sakit, dengan Abiyasa yang mengawal. Dokter juga melakukan tugasnya dalam perjalanan ke rumah sakit.
Mereka sudah berhasil mengalahkan empat orang penculik, sedangkan dua orang lain yang berada di luar apartemen sedang dikejar oleh tim-nya Abiyasa.
Setelah berhasil menyelamatkan Ajeng, Indra berkumpul dengan yang lainnya di luar apartemen. Indra sangat lega dan bersyukur atas keselamatan istri dari Bos-nya. Indra memberikan laporan tentang operasi penyelamatan dan mengatakan bahwa beberapa anggota komplotan yang ada di luar sedang dalam pengintaian untuk segera ikut ditangkap.
"Terima kasih banyak, untuk semuanya. Saya, mewakili Mas Abi, tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika kalian tidak membantu saya dalam aksi ini."
"Jangan khawatir, Mas Indra. Kami selalu siap membantu satu sama lain. Bagaimana keadaan korban?" tanya salah satu dari mereka.
"Dia dalam keadaan shock dan sangat ketakutan, tetapi dia aman sekarang. Mas Abi membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa dan mendapatkan perawatan yang diperlukan."
"Baguslah. Akhirnya kita berhasil menangkap beberapa anggota komplotan yang terlibat dalam perdagangan manusia."
"Itu kabar baik. Semoga mereka bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya."
"Ya, semoga saja. Saya akan membantu polisi untuk memproses kasus ini. Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu?" Indra menawarkan bantuan pada tim mereka.
"Tidak, terima kasih"
"Ok. Terima banyak atas bantuan kalian semua. Saya sebagai perwakilan Mas Abi, meminta maaf karena beliau tidak bisa menyampaikannya langsung untuk mengucapkan terima kasih."
Indra mengucapkan terima kasih dan juga permintaan maaf atas nama Abiyasa.
"Sama-sama, Mas Indra. Semoga tidak ada lagi kasus seperti ini yang terjadi, supaya keselamatan terjamin."
"Ya, semoga saja. Sampai jumpa lagi, kalian semua. Selamat beristirahat dan bertugas untuk tugas yang akan datang."
"Sampai jumpa juga, Mas Indra. Tetap waspada dan jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kami jika membutuhkan bantuan."
__ADS_1
Indra pergi menyusul Abiyasa ke rumah sakit, setelah urusannya dengan tim selesai. Mereka yang akan membawa para penculik tersebut ke kantor polisi, sebab organisasi mereka memang sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian.