Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Menjebak Elok


__ADS_3

Indra diminta oleh Abiyasa, dengan memerintahkan karyawan perusahaan untuk mengirim email palsu yang mengundang Rian untuk melakukan transaksi yang merugikan perusahaan. Abiyasa dan Indra akan memantau setiap gerak-gerik Rian dan merekam percakapan untuk mendapatkan bukti yang cukup untuk mengungkapkan kecurangan Rian.


Setelah mereka memiliki cukup bukti untuk mengungkapkan kecurangan Rian, Abiyasa dan Indra akan memutuskan untuk mengungkapkannya ke publik dan meminta bantuan dari otoritas untuk mengambil tindakan hukum yang sesuai. Mereka akan mengirimkan dokumen dan bukti-bukti ke otoritas dan mengajukan laporan kepada para pemegang saham perusahaan.


Dalam prosesnya, Abiyasa dan Indra berharap dapat menunjukkan bahwa mereka harus memilih pemimpin yang jujur dan berintegritas, yang peduli pada perusahaan dan karyawan. Mereka ingin memastikan bahwa praktik bisnis yang tidak etis tidak diterapkan dalam perusahaan mereka dan bahwa kepercayaan pemegang saham terjaga dengan baik.


Pada awalnya, Abiyasa harus merayu Elok terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan bukti-bukti yang dia butuhkan. Dia ingin segera mengungkap rahasia pamannya yang melakukan kecurangan sejak lama dan tidak disadari oleh kakaknya, Aji.


"Elok, ada yang ingin saya bicarakan denganmu." Abiyasa memulai pembicaraan pada saat mereka bertemu.


Elok yang sejak dulu memiliki perasaan khusus untuk Abiyasa, tentu saja merasa senang. Dia berpikir jika Abiyasa akan menerima perasannya. "Iya, Mas Abiyasa. Ada masalah apa?" tanya Elok dengan senyumannya yang hangat.


Abiyasa menghela nafas panjang terlebih dahulu, berharap supaya Ajeng tidak melihat aksinya ini. "Kamu tahu bahwa kita adalah teman lama, bahkan sejak kecil. Bisakah aku meminta bantuan?"


Elok menyatukan alisnya mendengar perkataan Abiyasa yang sepertinya sangat serius. "Iya, saya tahu. Dan semua orang-orang yang dekat dengan kita juga tahu itu, Mas Abi. Apa yang bisa saya bantu?"


"Kamu bisa bantu aku untuk memberikan beberapa bukti-bukti, terkait paman Rian. Dan kamu telah melakukan beberapa tindakan yang tidak etis dan merugikan perusahaan bersamanya juga, kan? Saya ingin tahu apakah kamu bersedia membantuku untuk mengungkapkan kecurangan ini."


Elok gelagapan.Dia tidak menyangka jika Abiyasa yang baru saja sadar dari keadaannya yang bodoh bisa tahu segalanya.


Menurut kata dokter yang memeriksa Abiyasa, kembalinya akal dan pikiran segarnya karena beberapa kejadian yang menguras dan memacu adrenalin sehingga syaratnya bekerja dengan lebih baik. Itulah sebabnya, Rian tidak mempermasalahkan soal Abiyasa yang telah kembali normal.


Berbeda dengan Aji yang telah tahu dari orang suruhannya, Yayan, yang pada akhirnya menghilang tanpa jejak. Sedangkan untuk Ruhian, memang Aji sendiri yang meminta pada orang suruhannya itu untuk pergi menjauh untuk sementara waktu.

__ADS_1


Kembali pada Abiyasa dan Elok.


"Maaf, Mas Abi. Saya tidak tahu apa-apa tentang itu. Saya hanya seorang sekretaris dari pak Rian dan bekerja sesuai instruksinya." Elok berusaha untuk mengelak.


Abiyasa tersenyum tipis mendengar jawaban yang diberikan oleh Elok. "Elok, aku tahu bahwa kamu adalah kekasih gelap paman Rian. Dan yang lebih parahnya lagi, kamu juga ikut terlibat dalam beberapa tindakan tidak etis yang dilakukannya. Aku juga tahu bahwa kamu telah terlibat dalam manipulasi data dan laporan perusahaan."


Elok terkejut dengan semua perkataan Abiyasa tentangnya. Dia berpikir bahwa dia sudah bermain cantik selama ini. "Maaf Mas, saya tidak tahu apa yang Mas Abi katakan."


Ternyata Elok berusaha untuk mengelak dan pura-pura tidak tahu apa-apa tentang situasi yang terjadi pada Rian ataupun perusahaan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Abiyasa barusan.


Abiyasa tidak kehilangan akal untuk bisa mendesak Elok. "Sekarang, aku ingin kamu mengakui semua kesalahanmu dan membantuku untuk mengungkapkan kecurangan paman Rian. Jangan terus bersembunyi di balik paman Rian, dan biarkan dia menanggung semua konsekuensi atas tindakannya sendiri."


Abiyasa sengaja memberikan jeda waktu untuk berbicara lagi, berharap Elok berpikir lebih jauh lagi sebelum memutuskan untuk tidak mau membantunya.


Elok gugup dan merasa canggung. Dia tidak bisa berpikir cepat untuk mengambil keputusan."Ba-ik Mas, sa-ya bersedia membantu dan mengungkapkan se-mua yang saya tahu."


Abiyasa tersenyum penuh kemenangan. "Baiklah, sekarang aku akan memerlukan kerjasama dan bantuan mu untuk mengumpulkan bukti-bukti dan melacak aliran uang dari transaksi yang merugikan perusahaan. Aku yakin bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik dan memulihkan reputasi perusahaan."


"Terima kasih, Mas. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu dalam investigasi ini."


"Baiklah, sekarang mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama. Aku yakin kita bisa menemukan solusi yang tepat dan mengambil tindakan yang sesuai."


Akhirnya mereka berdua berjabat tangan sebagai bentuk kerjasama mereka berdua yang akan dilakukan kedepannya nanti.

__ADS_1


***


Saat ini hidup Abiyasa sudah menyenangkan. Tapi meskipun Abiyasa dan istrinya hidup bahagia bersama, namun ibu mertua Abiyasa selalu mengejek dan merendahkan Abiyasa setiap kali datang ke apartemen mereka. Hal ini tentu sangat mengganggu kehidupan Abiyasa dan istrinya yang sedang mencoba membangun kebahagiaan bersama.


Setiap kali Endang datang, suasana di apartemen menjadi tegang dan canggung. Ibu mertua Abiyasa seringkali menunjukkan ketidakpuasannya terhadap apa yang dilihatnya di apartemen, mulai dari dekorasi rumah hingga gaya hidup Abiyasa dan istrinya. Ia bahkan tidak segan-segan untuk merendahkan Abiyasa di depan istrinya.


"Kamu ini apa gunanya sebagai suami bagi anakku? Selain duduk dan menonton televisi, kamu tidak melakukan apa-apa. Kamu tidak bisa memberikan apa-apa pada anakku, bahkan aku rasa kamu tidak bisa menjaga anakku dengan baik. Aku tidak mengerti apa yang membuat Ajeng tertarik pada orang seperti kamu dan menolak untuk menceraikan suami seperti kamu ini."


Abiyasa mencoba untuk tetap sabar dan mengendalikan diri, namun ia merasa semakin tersinggung dan terpojok dengan setiap kali ibu mertuanya datang. Meskipun dia sudah terbiasa dengan sikap Endang yang seperti ini, lama-lama ia merasa sedih dan tidak nyaman dengan situasi ini.


"Seorang suami seharusnya bisa memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan pada istri dan keluarga, tapi kamu sepertinya tidak mampu melakukannya. Apa yang membuat anakku tertarik pada kamu? Kamu hanya seorang pria yang tidak berguna!"


Ajeng juga merasa sedih dan tidak nyaman dengan situasi ini. Ia merasa bersalah karena tidak bisa membela suaminya dari mamanya yang terus-terusan mengejek dan merendahkan Abiyasa. Ia mencoba untuk meminta maaf dan menenangkan suaminya setiap kali situasi menjadi tidak menyenangkan.


"Mas," panggil Ajeng lirih.


Dari sorot matanya, Ajeng meminta maaf atas perlakuan dan perkataan mamanya.


Di sisi lain, Endang merasa kesal dan tidak senang dengan keputusan Abiyasa untuk tinggal bersama istrinya di apartemen.


"Kapan rumahku di bangun?" tanya Endang menutut agar rumahnya di bangun ulang setelah kecelakaan.


Dalam hati, Endang senang tinggal di apartemen yang disediakan oleh Rian. Dia bahkan bisa pamer pada temannya jika punya apartemen mewah.

__ADS_1


__ADS_2