Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Video Penggerebekan Viral


__ADS_3

'Hebatnya lelaki bernama Abi ini! Bukan hanya melindungi wanitanya dari bahaya, tapi juga memikulnya dengan begitu tegap. Semoga kisah mereka berdua selalu indah.'


'Ini benar-benar aksi heroik yang luar biasa. Kudos untuk lelaki bernama Abi, yang tak ragu-ragu untuk melindungi wanitanya dan membopongnya seolah-olah dia adalah ratu.'


'Saya terkesan dengan ketangguhan lelaki bernama Abi. Dia benar-benar pria yang hebat dan wanitanya itu sangat beruntung memiliki seseorang seperti dia yang selalu ada untuk melindunginya. Dan untuk para penculik, terkutuk mereka!'


Karena banyak dari mereka yang suka dengan video tersebut, akhirnya banyak juga dari mereka yang membagikan ulang. Bukan hanya sekedar like dan komentar saja.


'Bravo Abi!'


'Momen ini menunjukkan bahwa cinta sejati akan mengalahkan segala rintangan dan bahaya. Terima kasih kamu, yang bernama Abi dan wanitanya, karena telah membagikan kisah inspiratif ini.'


'Abi dan Ajeng benar-benar pasangan yang berbahagia. Saya merasa terharu dan terinspirasi oleh kisah mereka. Semoga mereka selalu bersama dan saling mendukung dalam kehidupan.'


'Betul. Untuk para penculik, semoga mendapatkan hukuman yang setimpal!'


'Gantung saja para penculik yang bermaksud menjual para wanita! aku gregetan dengan adanya berita-berita tentang kelompok ini!'


Video yang baru saja dibagikan sepuluh menit yang lalu, sudah mendapatkan respon yang sangat besar oleh para pengguna media sosial. Bahkan video tersebut juga sudah dibagikan berkali-kali, hingga viral.


Secara kebetulan, Ruhian melihat video dari story seseorang yang dia kenal. Dia terkejut melihat bagaimana seorang pria yang berada dalam video tersebut sedang berjalan cepat dengan tegap, membopong tubuh seorang wanita yang tampak lemas dan tidak sadarkan diri.


Sebenarnya video-video seperti ini biasa saja. Ruhian juga tidak pernah peduli dengan video-video viral yang dibagikan oleh para netizen. Hal yang biasa terjadi dalam media sosial online. Tapi yang membuatnya terkejut adalah pria yang menjadi pusat perhatian video tersebut.


"Ini, ini kan Abiyasa."


Ruhian bergumam seorang diri, mencoba untuk melihat dengan teliti video viral tersebut.


"Ya. Ini Abiyasa dan istrinya."


Akhirnya Ruhian yakin dengan apa yang dia lihat. Dia juga mencocokkan video tersebut, setelah di screenshot pada wajah Abiyasa, kemudian di zoom, setelahnya disandingkan dengan foto adiknya Aji, Bos Besar-nya.


"Cocok!"


Cepat Ruhian mengutak-atik layar ponselnya untuk menghubungi seseorang, yaitu Aji. Dia ingin memberikan laporan terkait kondisi Abiyasa saat ini.


Ruhian adalah anak buahnya Aji, yang di minta untuk menyelidiki tentang hilangnya ya Yayan yang sampai sekarang tidak ada kabar.


Tut tut tut


Dering pertama tidak ada jawaban. Ruhian yakin jika Bos Besar-nya itu sedang bersama wanita-wanita penghibur, karena memang sudah kebiasaan Aji seperti itu. Ruhian tidak putus ada, kemudian menekan tombol hijau untuk menghubungi Aji lagi.


Tut tut tut

__ADS_1


..."Apa? Jika tidak ada yang penting, aku sudah bilang jangan menganggu!"...


..."Selamat malam Bos! ma-af. Saya ada berita penting untuk Bos."...


..."Berita apa?"...


..."Ada video yang sedang viral di berbagai media sosial. Sudahkah Bos melihat video tersebut? Itu adalah video adiknya Bos."...


..."Adikku? Maksudnya?"...


..."Video itu menunjukkan penggerebekan Abiyasa di apartemen untuk menyelamatkan Ajeng dari para penculik yang biasa memperdagangkan manusia."...


..."Apa? Aku belum melihat video itu. Cepat kirimkan sekarang!"...


..."Baik Bos."...


Panggilan telepon segera terputus. Ruhian cepat mengirimkan pesan pada Aji. Dia juga memberikan keterangan lewat pesan jika video tersebut adalah aksi Abiyasa yang tahu bahwa Ajeng diculik oleh para penculik dan dia bergerak cepat untuk menyelamatkan Ajeng. Abiyasa masuk ke apartemen dan berhasil menyelamatkan Ajeng.


Beberapa menit kemudian, ponsel Ruhian berdering. Ada nama Bos Besar calling.


..."Ya Bos."...


..."Wow, itu sangat menarik! Apa yang terjadi setelah itu?"...


..."Aku ingin melihat video selajutnya. Bisakah kamu menunjukkan video itu padaku?"...


..."Tidak ada Bos. Video itu dibuat oleh seseorang yang tidak dikenal yang secara kebetulan melihat aksi Abiyasa."...


Telpon diam beberapa detik, kemudian Aji kembali berkata pada Ruhian, dengan memberikan tugas untuk orang suruhannya.


..."Aku ingin kamu melakukan sesuatu."...


..."Apa Bos?"...


..."..."...


..."Apa tidak berbahaya?"...


..."Sudah, lakukan saja seperti apa yang aku perintahkan. Yang penting apa yang kamu kerjakan tidak diketahui oleh orang lain."...


..."Baik, Bos."...


..."Untuk keberhasilan tugas ini, aku akan menambah tiga kali lipat dari yang kemarin. Nanti aku transfer setelah kamu menyelesaikan tugas."...

__ADS_1


..."Ok, siap Bos!"...


Klik


Ruhian tersenyum penuh misteri, karena mendapatkan tugas dengan imbalan yang sangat besar dari Aji.


***


Selama ini Aji hanya tahu jika Abi adalah adiknya yang bodoh sehingga dia terkejut dan marah karena merasa dibohongi, setelah melihat video yang dikirimkan oleh Ruhian.


Ternyata kecurigaannya selama ini benar, jika Abiyasa sebenarnya tidak bodoh dan idiot.


"Awas kamu, Abi! Aku tidak akan tinggal diam jika kamu ternyata seperti ini."


Aji berkata dengan geram, sedangkan dua wanita yang menemaninya saling pandang pernah tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi pada pria yang sudah membayarnya mereka mahal.


Konflik dalam hubungan antara Aji dan Abiyasa, sebenernya di mulai oleh Aji sendiri. Tapi di saat seperti ini, Aji merasa telah dibohongi oleh adiknya. Selama ini dia hanya menganggap Abi sebagai adiknya yang bodoh dan idiot, sehingga tidak menjadi ancaman untuk kedudukannya di perusahaan. Namun mulai malam ini, di saat dia mengetahui bahwa Abiyasa sebenarnya memiliki keberanian dan kemampuan sebagaimana orang-orang normal pada umumnya.


"Agrhhh..."


"Sayang, honey..."


"Apa kami bisa melanjutkan kegiatan yang tertunda tadi?"


Plak plak


Aji langsung menampar pipi kedua wanita yang menemaninya karena kesal.


"Kerja saja J*l4ng!"


"Puaskan, dia!"


Aji meminta kepada dua wanita tersebut dengan sangat marah, sambil melihat ke arah bawah tubuhnya setelah memberikan tamparan pada mereka berdua.


"Ihsss... Abi, aku benar-benar kecewa padamu. Selama ini aku mengira kamu hanyalah adikku yang bodoh, tapi sekarang aku tahu bahwa kamu yang sebenarnya adalah pembohong besar!"


"Hai! Lakukan dengan benar!"


Aji menjambak rambut cokelat wanita yang tepat berada di bawahnya, sedangkan yang satunya yang sedang meraba-raba bagian sensitif tubuhnya yang lain, ikut terkejut.


Jika dalam keadaan marah seperti ini, Aji memang bertindak kasar. Dia juga suka bermain dengan kasar, sehingga usapan lembut justru membuatnya tidak sabar, kesal dan muak.


Plak

__ADS_1


Sekali lagi Aji menampar pipi wanita berambut cokelat tadi dengan keras hingga sudut bibir dengan gincu merah itu mengeluarkan darah. Tapi itu justru membuat Aji senang dan bangga, seakan-akan dia adalah penguasa yang sesungguhnya.


__ADS_2