Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Rencana Pembukaan Hotel Baru


__ADS_3

Dua tahun kemudian.


"Indra, aku ingin membicarakan rencana dan persiapan untuk acara pembukaan hotel kita yang segera dilakukan. Apakah kamu punya waktu sebentar?"


Abiyasa meminta waktu pada indra untuk membicarakan tentang rencana pembukaan hotel, yang baru saja selesai dibangun. Hotel tersebut dibangun dari hasil kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan Abiyasa dengan Nona Anna, saat dia baru saja berduka atas kematian istrinya, Ajeng. Untungnya, Abiyasa bisa bersikap profesional dan tetap menjalankan perusahaan meskipun kondisi perasaan pribadinya membutuhkan perhatian.


Bukan hanya sekedar sedang berduka, tapi keadaan Abiyasa saat itu sedang tidak baik-baik saja dengan banyaknya kasus yang harus dia hadapi. Baik dari kakaknya, Aji, dan juga pamannya, Rian.


"Tentu, mas Abi. Saya siap mendiskusikan rencana dan membantu dengan persiapan acara pembukaan tersebut. Apa yang ingin Anda bahas?" tanya Indra, yang sudah siap dengan semua tugas yang akan diberikan Abiyasa padanya.


Abiyasa tersenyum tipis mendengar jawaban yang diberikan oleh asisten pribadinya tersebut. Dia salut dengan kesiapan Indra, yang selalu siap dengan semua tugas dan tanggung jawab yang diemban.


"Indra. Pertama-tama, saya ingin memastikan bahwa undangan telah dikirim kepada para tamu terhormat. Sudahkah semua undangan dikirimkan?" Abiyasa mulai membahas ke topik inti dari maksud pembicaraan mereka.


"Ya, mas Abi. Semua undangan telah dikirim melalui pos dan email. Saya juga telah mengonfirmasi kehadiran beberapa tamu terhormat dan tamu penting yang telah kami undang."


Indra memang telah membentuk tim khusus untuk pembukaan hotel yang akan segera dilakukan beberapa hari lagi.


"Bagus. Apakah kita sudah memiliki agenda acara? Aku ingin memastikan bahwa acara berjalan lancar dan sesuai dengan rencana."


Indra kembali menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Abiyasa padanya. "Sudah ada draft agenda yang telah saya buat, mas Abi. Namun, saya perlu berkoordinasi dengan Anda terlebih dahulu untuk menentukan urutan dan detail acara. Kapan waktu yang tepat bagi Anda untuk membahasnya?" tanya Indra.


Abiyasa terdiam sejenak. Dia sedang sibuk sehingga untuk kali ini belum memiliki waktu membahas semuanya dengan detil.


"Bagaimana jika kita bertemu besok pagi sebelum rapat staf? Kita bisa membahas agenda acara bersama tim dan melakukan penyesuaian jika diperlukan." Abiyasa memberikan usulan waktu untuk membahas.

__ADS_1


"Baik, mas Abi. Saya akan menyiapkan agenda acara beserta proposal yang telah saya buat. Nanti pagi, sebelum rapat staf, kita bisa melihatnya bersama."


Abiyasa mengangguk. "Baik, terima kasih, Indra. Selain itu, aku ingin memastikan bahwa semua staf hotel telah mempersiapkan diri dengan baik untuk acara pembukaan ini. Apakah ada hal khusus yang perlu diperhatikan?"


Indra menggelengkan kepalanya. "Saya sudah memberikan instruksi kepada staf hotel tentang persiapan acara pembukaan. Namun, saya akan kembali memastikan bahwa mereka memahami tugas dan tanggung jawab mereka dengan jelas. Kami juga telah mengatur sesi latihan terkait tata cara pelayanan kepada tamu selama acara."


Abiyasa tersenyum puas setelah mendengar penjelasan singkat yang diberikan indra padanya. "Baik, itu penting. Terakhir, apakah kamu sudah berkoordinasi dengan tim dekorasi dan tata suara untuk memastikan bahwa semuanya siap?"


Indra menggangguk. "Ya, saya telah berkoordinasi dengan tim dekorasi dan tata suara. Mereka telah melakukan survei lokasi dan merencanakan penataan dekorasi dan sistem tata suara yang sesuai dengan tema acara. Semuanya berjalan lancar."


"Bagus. Terima kasih, Indra, atas kerja keras dan koordinasinya. Saya percaya acara pembukaan akan menjadi sukses berkat upaya kita semua."


"Terima kasih, mas Abiyasa. Saya akan terus memantau persiapan acara dan memastikan semuanya berjalan dengan baik. Jika ada hal lain yang perlu Anda bicarakan atau jika ada perubahan rencana, jangan ragu untuk memberitahu."


Abiyasa hanya mengangguk mengiyakan, kemudian Indra pamit untuk melanjutkan pekerjaannya. "Saya permisi, mas Abi."


***


Suasana pembukaan sebuah hotel baru yang baru saja selesai dibangun oleh Abiyasa dan Nona Anna menjadi momen yang sangat meriah dan penuh antusiasme. Indra dan tim sudah mempersiapkan segala sesuatunya.


Beberapa hari sebelum pembukaan, staf hotel sibuk melakukan pengepakan dan persiapan terakhir. Mereka memastikan bahwa segala sesuatu di dalam hotel berfungsi dengan baik, termasuk perabotan, perlengkapan, dan dekorasi yang telah dipasang.


Rencana untuk upacara pemotongan pita yang akan menjadi sorotan utama pembukaan hotel, juga sudah dipersiapkan. Nantinya, Abiyasa dan Nona Anna, sebagai pemilik hotel, akan bersama-sama memotong pita sebagai tanda dimulainya operasional hotel. Ini juga melibatkan pejabat setempat, tokoh masyarakat, atau tamu terhormat yang sudah diundang.


"Setelah pemotongan pita, acara peresmian akan dilakukan di area yang dirancang khusus. Ini mungkin terjadi di lobi hotel atau area luas di depan hotel. Acara tersebut mencakup sambutan dari pemilik hotel, pidato oleh tamu terhormat, penampilan seni, atau pertunjukan musik untuk menghibur para tamu."

__ADS_1


Indra memberikan instruksi dan penjelasan kepada tim yang bekerja dengannya. Semua orang mencatat apa saja yang dirasa penting, yang tadi diucapkan Indra.


"Setelah acara peresmian, tamu yang hadir akan diundang untuk mengikuti tur hotel. Mereka akan diberikan kesempatan untuk menjelajahi fasilitas dan kamar yang baru dibuka. Staf hotel harus siap untuk menjawab pertanyaan dan memberikan informasi kepada para tamu tentang berbagai fasilitas yang ada."


Indra kembali memberikan penjelasan pada tim, apa saja yang akan mereka lakukan pada saat pembukaan berlangsung.


Tak lama kemudian, Indra kembali menjelaskan dan menegaskan tentang bagian dari acara pembukaan hotel besok.


"Bagian penting dari pembukaan hotel adalah hidangan dan makanan yang disajikan. Restoran dan kafe hotel menawarkan hidangan spesial dan variasi makanan untuk memanjakan para tamu. Para tamu dapat menikmati hidangan lezat sambil menikmati suasana yang meriah. Jadi, koki dan tim harus siap dengan acara ini."


Semua yang hadir mengangguk mengiyakan.


"Untuk menjaga suasana tetap hidup dan menghibur, acara hiburan musik, tari, akan diadakan untuk hotel memberikan suasana yang festif dan memastikan bahwa tamu merasa terhibur dan senang selama acara pembukaan."


Indra mengakhiri sesi pertemuannya dengan tim, untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Dia berharap agar pembukaan hotel baru mereka menjadi kesempatan bagi orang-orang untuk berinteraksi dan saling berkenalan. Para tamu, staf hotel, dan pemilik hotel bisa saling berbincang, bertukar kartu nama, atau membahas proyek hotel yang baru saja selesai. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk membangun hubungan bisnis dan mengembangkan jaringan sosial lebih luas lagi.


Aji, yang tidak sengaja datang ke kantor hari ini, mendengar pembicaraan beberapa karyawan mengenai pembukaan hotel yang akan segera dilakukan.


Sebagai kakaknya Abiyasa yang telah insaf dan mendukung sepenuh hati, Aji ingin ikut serta dalam acara pembukaan hotel tersebut. Ia merasa sangat bangga dan terharu mendengar dan bisa melihat keberhasilan adiknya.


"Jadi, yang dimaksud Abiyasa kemarin adalah pembukaan hotelnya yang baru. Aku akan meminta izin padanya untuk ikut dalam acara besok. Semoga dia berkenan mengijinkan."


Aji bergumam seorang diri, berharap supaya Abiyasa memberinya izin untuk ikut dalam acara pembukaan hotel.


Aji merasakan bangga melihat adiknya, Abiyasa, mencapai kesuksesan dengan membangun hotel yang luar biasa. Sebagai kakak yang telah melihat perjalanan Abiyasa dari awal, Aji merasakan perasaan kekaguman yang besar terhadap dedikasi dan kerja keras yang telah Abiyasa lakukan untuk mencapai tujuannya.

__ADS_1


"Aku tahu kamu mampu, Abi."


__ADS_2