Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah
Tugas Yang Seharusnya


__ADS_3

Abiyasa mencoba melihat dengan kemampuannya. Dia menemukan Rian berada di sebuah hotel sederhana, yang letaknya jauh di luar kota bersama dengan Elok. Bahkan pamannya itu juga memiliki rencana jahat terhadap Elok, karena Elok mengetahui banyak rahasia tentang pamannya yang jahat.


Abiyasa memiliki kemampuan yang kuat sehingga dalam situasi ini, Abiyasa bisa menggunakan keahliannya dalam melacak dan mengumpulkan informasi untuk menemukan keberadaan Rian, yang merupakan tersangka dalam kasus kriminal yang melibatkan pamannya itu.


Dengan menemukan Rian, Abiyasa dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangkapnya dan memproses kasus tersebut dengan benar. Namun, ketika Abiyasa mengetahui bahwa Rian berada di hotel bersama Elok, situasi menjadi lebih rumit dan berbahaya.


"Aku harus menghubungi Indra untuk melakukan sesuatu dengan cepat."


Akhirnya Abiyasa menghubungi Indra supaya segera datang menemuinya. Dia akan memberikan tugas kepada orang kepercayaannya itu, supaya pamannya tidak melanjutkan rencana jahatnya pada Elok.


Tak lama kemudian, Indra sudah berada di apartemen Abiyasa.


"Indra, saya butuh kamu untuk segera pergi ke luar kota dan menangani paman Rian."


Indra yang belum tahu apa-apa mengenai keadaan Rian dan Elok, mengerutkan keningnya mendengar tugas yang diberikan padanya kali ini.


Rian yang terlibat dalam kasus kriminal bersama Endang, juga memiliki rencana jahat terhadap Elok. Kekasih gelapnya Rian yang mengetahui banyak rahasia tentangnya. Hal ini menambah kerumitan dan betapa seriusnya situasi ini dengan bahaya yang dihadapi oleh Elok tanpa dia sadari.


Dalam situasi seperti ini, Abiyasa harus tetap tenang dan bertindak dengan cepat untuk melindungi Elok dan menangani situasi yang semakin memburuk. Dia harus menggunakan keahliannya dan meminta bantuan pada Indra, yang pastinya bersedia untuk mengatasi masalah ini dengan baik dan memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam kasus kriminal tersebut dapat diproses dengan benar dan adil.


Penglihatan Abiyasa yang menemukan keberadaan Rian dan menemukan bahwa Elok berada dalam bahaya, tidak boleh gegabah dalam menghadapinya.


Selain harus bisa menangkap pamannya sendiri yang jahat, Abiyasa juga harus menjaga dan melindungi Elok yang merupakan temannya sekaligus kekasih pamannya.


Ini adalah sebuah dilema bagi Abiyasa, karena bisa jadi Elok tidak akan percaya dengannya.


"Jadi, seperti ini Indra. Kamu harus berhati-hati dalam tugas ini." Abiyasa memberikan pesan dan nasehat pada Indra.


Abiyasa memberikan perintah dengan tegas dan jelas saat memberitahu Indra agar segera mengurus Rian yang berada di luar kota. Dia mengatakan dengan hati-hati, memberikan pesan dengan suara yang serius dan tenang, karena pentingnya situasi ini dan betapa seriusnya Abiyasa dalam menangani kasus kriminal yang melibatkan pamannya.

__ADS_1


Abiyasa memberikan instruksi rinci tentang apa yang harus dilakukan oleh Indra, termasuk langkah-langkah yang harus diambil untuk menangkap Rian dan memastikan bahwa kasus kriminal dapat diproses dengan benar. Dia juga memastikan bahwa Indra memahami pentingnya situasi ini dan bahaya yang dihadapi oleh Elok, yang berada dalam bahaya karena terlibat dalam kasus ini sedangkan elok sendiri sedang bersama Rian di hotel tersebut.


Selain memberikan instruksi rinci, Abiyasa juga memberikan dukungan moral kepada Indra, memastikan bahwa dia siap untuk menangani situasi ini dan memproses kasus dengan benar. Dia juga memastikan bahwa Indra memiliki sumber daya dan dukungan yang tepat untuk menangani tugas ini dengan baik, melalui orang-orang yang dikenalnya.


"Baik, Mas Abi. Apa yang harus saya lakukan?" tanya Indra meminta saran.


"Kamu harus menemukan paman Rian dan memastikan dia ditangkap dan dibawa ke Jakarta untuk diproses secara hukum. Selain itu, Elok juga berada di situasi yang berbahaya karena mengetahui rahasia pamanku, jadi pastikan untuk melindungi dirinya juga."


Indra menganggukkan kepalanya paham dengan apa yang dikatakan oleh Abiyasa.


Dalam situasi seperti ini, perintah Abiyasa harus diterima dan dijalankan dengan cepat dan efektif oleh Indra, karena kasus kriminal ini sangat penting dan melibatkan banyak orang yang terlibat. Dengan memberikan instruksi dan dukungan yang tepat kepada Indra, Abiyasa dapat memastikan bahwa kasus ini dapat diproses dengan benar dan cepat sehingga semua pihak yang terlibat dapat diproses sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.


"Baik, saya akan melakukannya dengan sebaik-baiknya." Indra menyanggupi permintaan Abiyasa.


Puk


Abiyasa menepuk lengan Indra. Dia percaya bahwa Indra bisa melakukan tugasnya dengan sangat baik seperti biasanya.


Sekali lagi Indra menganggukkan kepalanya. "Baik, Mas Abi. Saya akan segera berangkat dan melaporkan hasilnya setelah saya selesai mengerjakan tugas ini."


"Terima kasih, Indra. Aku menghargai kerja kerasmu dan dukungan mu dalam menangani semua permasalahan dari banyaknya kasus yang aku hadapi. Semoga sukses dalam menjalankan tugasmu," ucap Abiyasa memberikan semangat kepada Indra.


Indra tersenyum tipis dan mengangguk kan kepalanya. "Terima kasih, Mas Abi. Saya akan melakukan yang terbaik.


Indra harus pergi sendiri karena Abiyasa tidak bisa pergi keluar kota. Dia masih menemani Ajeng yang masih harus berobat ke rutin karena trauma setelah penculikan yang dialaminya. Dia dengan telaten memberikan perawatan dan memberikan dukungan kepada istrinya, dengan selalu berlaku lemah lembut agar istrinya merasa nyaman.


Sebagai atasan Indra, Abiyasa merasa bertanggung jawab untuk membantu Indra dalam menangani kasus pamannya, Rian. Tapi dia terpaksa harus tinggal di rumah untuk memastikan keadaan Ajeng tetap stabil, karena sedang masa pengobatan.


Abiyasa dengan telaten memberikan perawatan dan dukungan kepada istrinya. Dia berbicara dengan lembut dan memberikan kata-kata yang menenangkan untuk membantu istrinya merasa lebih baik. Dia juga memberikan beberapa tips untuk membantu istrinya mengatasi kecemasan dan trauma yang dia alami.

__ADS_1


"Sayang, apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu merasa lebih baik hari ini?" tanyanya, masih dengan melakukan pijatan lembut di punggung tangan Ajeng.


Wajah Ajeng terlihat sedih. "A-ku, aku merasa begitu takut dan cemas. Aku tidak bisa melupakan kejadian itu, mas Abi. Hiks..."


Abiyasa memeluk Ajeng untuk memberikan rasa nyaman. "Aku mengerti, sayang. Namun, kamu harus ingat bahwa kamu bukanlah seorang korban. Kamu adalah wanita yang kuat dan penuh keberanian. Kamu sudah melalui masa-masa sulit dalam hidupmu, dan kamu harus bangkit kembali dengan lebih kuat dari sebelumnya."


Ajeng memasakkan diri untuk tersenyum. "Terima kasih, sayang. Aku merasa sedikit lebih baik mendengar itu."


Abiyasa ikut tersenyum dan mengusap-usap rambut Ajeng dengan penuh kasih sayang.


"Apakah ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk membuatmu merasa lebih baik lagi? Apa yang kamu inginkan?" tanya Abiyasa memberikan penawaran kepada Ajeng.


Ajeng mendongak menatap ke arah Abiyasa. Dengan wajah yang masih terlihat cemas dia menjawab pertanyaan, suaminya. "Aku merasa terabaikan dan tidak dihargai. Aku merasa seperti tidak ada yang peduli padaku, mas Abi. Hiksss hiks hiks..."


Abiyasa mengambil tangan istrinya, kemudian mengecup punggung tangan tersebut. "Sayang, aku sangat peduli padamu. Kamu adalah orang yang paling berarti dalam hidupku. Aku akan selalu mendukungmu dan membantumu melewati masa-masa sulit ini."


Ajeng menatap Abiyasa dengan penuh cinta, matanya berkaca-kaca. "Terima kasih, sayang. Aku merasa lebih baik mendengar itu. Huhuhu..."


Tapi perasaan haru membuat ada menangis di dalam pelukan Abiyasa, sedangkan Abiyasa dengan sabar membiarkan istrinya itu menumpahkan tangisnya meskipun bajunya basah oleh air matanya Ajeng.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk menunjukkan betapa berartinya kamu bagiku? Apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu merasa dihargai?" tanya Abiyasa, setelah tangisan Ajeng mulai mereda.


Ajeng terdiam sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Aku tidak tahu, sayang."


"Bagaimana jika kita pergi makan malam bersama malam ini? Kita bisa pergi ke restoran favoritmu dan aku akan memesan semua makanan yang kamu sukai," usulnya.


Ajeng tersenyum mendengar usulan tersebut. "Itu terdengar menyenangkan. Terima kasih, sayang." Ajeng berterima kasih.

__ADS_1


"Kamu layak mendapatkan semua yang terbaik, sayang. Aku akan selalu berusaha untuk membuatmu merasa dihargai dan dicintai."


Abiyasa tidak hanya memberikan dukungan emosional kepada istrinya, tetapi juga memberikan dukungan finansial untuk memastikan bahwa Ajeng memiliki cukup kepercayaan padanya.


__ADS_2