
Abiyasa berusaha untuk mencari solusi dan meminta bantuan pada Indra untuk menyelidiki Endang dan memata-matai mama mertuanya itu. Abiyasa yakin jika saat ini ada banyak sekali orang-orang yang menginginkan dirinya hancur karena telah membuka identitas dirinya yang tadinya dikenal sebagai seorang pria yang bodoh.
"Indra, bisakah kamu membantuku untuk menyelidiki mama mertuaku, mamanya Ajeng? Maksudnya, kamu atur orang-orang yang bisa dipercaya," tanya Abiyasa, meminta bantuan kepada Indra
"Tentu saja, Mas Abi. Ada apa?"
Abiyasa terdiam sejenak sebelum akhirnya memberikan penjelasan. "aku merasa ada yang tidak beres dengan mama mertuaku itu. Aku curiga dia dan beberapa orang yang bekerjasama dengannya punya rencana jahat terhadapku. Kamu, bisa kan kamu membantuku menyelidiki ini?"
Indra akhirnya mengerti maksud dari bantuan yang diinginkan oleh Abiyasa. "Baiklah, saya akan membantu. Apa yang Mas Abi sudah ketahui tentang ibu Endang, mertuanya Mas Abi dan orang-orang yang dicurigai?"
"Aku tidak tahu banyak tentang rencana mereka. Tapi Aku merasa bahwa mama Endang sedang bekerja sama dengan dua orang. Mereka memberikan iming-iming uang yang cukup besar sehingga mama Endang tertarik. Kamu tahu sendiri, bagaimana tingkah laku mama mertuaku itu."
"Siapa dua orang itu, Mas Abi?" tanya Indra cepat. Dia penasaran dengan dua orang yang tadi disebutkan oleh Abiyasa.
"Alex dan paman Rian. Aku curiga mereka punya rencana jahat terhadapku, dengan menggunakan perantara mama Endang."
Mendengar jawaban yang diberikan oleh Abiyasa, Indra menganggukkan kepalanya paham bahwa kedua orang yang tadi disebutkan memang memiliki alibi atau alasan yang besar jika memiliki dendam pada Abiyasa.
"Baiklah, Mas Abi. Saya akan mulai melakukan penyelidikan dan mencari tahu lebih banyak tentang mereka. Apakah masih ada informasi apa pun yang bisa membantuku?" tanya Indra.
Abiyasa terdiam sejenak sebelum akhirnya memberikan jawaban. "Aku tidak tahu banyak tentang rencana mereka. Tapi aku akan memberimu nomor telepon mama Endang dan memberitahumu tentang jadwal hariannya. Kamu bisa menyadap ponselnya atau apapun itu, dengan cara yang pastinya bisa kamu pikirkan sendiri."
Indra menganggukkan kepalanya sekali lagi, mengerti maksud dari perkataan Abiyasa barusan.
"Terima kasih, Mas Abi. Saya akan memulai penyelidikan dan memberitahumu jika menemukan sesuatu."
Abiyasa terbiasa berjuang untuk bertahan hidup sejak remaja dalam sebuah lingkungan yang tidak menyenangkan. Meskipun ia telah membuka identitasnya sebagai seorang pria yang sebelumnya dianggap bodoh, ia merasa bahwa orang-orang di sekitarnya masih menginginkan kehancurannya. Salah satu orang yang paling dicurigainya justru orang-orang terdekatnya, termasuk mama mertuanya, Endang.
Untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Abiyasa memutuskan untuk meminta bantuan pada orang kepercayaannya, yaitu Indra. Indra adalah seorang pemuda yang memiliki banyak pengalaman dalam mengatasi kasus-kasus sulit yang diberikan Abiyasa selama ini.
__ADS_1
Dia meminta bantuan Indra untuk menyelidiki Endang dan memata-matai-nya, dengan harapan dapat menemukan bukti tentang rencana jahat yang dilakukan oleh ibu mertuanya bersama orang-orang yang berada di belakangnya.
Indra menerima permintaan Abiyasa dan segera mulai melakukan penyelidikan. Dia mengumpulkan informasi tentang Endang dan kegiatan sehari-harinya, mencari tahu tentang dua orang yang disebutkan Abiyasa. Mencari tahu jika ada orang lain yang terlibat dalam rencana jahat terhadap Abiyasa juga.
***
Setelah beberapa waktu melakukan penyelidikan, Indra datang menemui Abiyasa untuk memberikan laporan.
Tok tok tok
"Masuk."
"Selamat siang, Mas Abi."
"Siang, Indra. Silahkan duduk."
"Apa yang mereka rencanakan? Apa ada yang kamu ketahui?"
"Saya punya bukti-bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa mereka berencana merusak citra mu dan membuatmu terlihat bodoh lagi di depan publik. Mas Abi bisa memilih untuk menghadapi mereka dan mengambil tindakan hukum, atau bisa juga mencoba untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara lain."
Indra menyerahkan berkas-berkas bukti yang sudah dikumpulkan dari hasil penyelidikan orang-orangnya.
"Terima kasih banyak, Indra. Aku akan berpikir tentang apa yang harus aku lakukan." Abiyasa harus tetap tenang dan berhati-hati.
Indra memberikan Abiyasa informasi tentang temuan penyelidikan yang telah dilakukan, dan memberikan opsi pada Abiyasa untuk mengambil tindakan yang tepat terkait situasi tersebut.
Penyidikan Indra ini cepat selesai, karena orang-orang yang bekerjasama dengannya memiliki kinerja yang baik dan benar.
Tim-nya Indra memutuskan untuk memasang perangkat pengintai di sekitar rumah Endang, dan memata-matai kegiatan mereka selama beberapa minggu.
__ADS_1
Hasil dari pengintaian tersebut mengejutkan. Ternyata, Endang, Alex, dan Rian memang memiliki rencana jahat terhadap Abiyasa. Mereka berencana untuk merusak citra Abiyasa dan membuatnya terlihat bodoh di depan publik, sehingga dia kehilangan sosoknya, juga kepercayaan publik atas pekerjaannya yang saat ini sebagai seorang pengusaha dan segala hal yang penting dalam hidupnya Abiyasa.
Itulah sebabnya, Indra segera melaporkan temuannya pada Abiyasa dan memberikan bukti-bukti yang diperolehnya selama penyelidikan. Abiyasa sangat terkejut dan sedih, karena paman dan mama mertuanya tega melakukan semua ini.
Tapi ia merasa lega karena akhirnya mengetahui kebenarannya. Dia merasa berterima kasih pada Indra karena telah membantunya menyelesaikan masalah ini.
Abiyasa kemudian memutuskan untuk mengambil tindakan untuk menghadapi Endang, Alex, dan Rian. Dia sudah siap dengan segala sesuatu yang akan terjadi kedepannya, sesuai dengan rencana mereka
***
Dari berkas laporan yang disampaikan oleh Indra, ternyata rencana Endang dan Alex adalah menculik Ajeng. Dia tidak mau jika Ajeng bersama dengan Abiyasa, yang diperkirakan memiliki kelainan jiwa karena pernah berperan sebagai seorang suami yang bodoh dan idiot.
Abiyasa yang merasa curiga bahwa Endang dan beberapa orang lainnya punya rencana jahat terhadapnya, kini telah mengetahui tentang rencana tersebut. Penyelidikan Indra memberitahu bahwa Endang dan Alex memiliki rencana untuk menculik Ajeng.
Ternyata Alex masih terobsesi dengan Ajeng.
"Br3ngs3k! Gak kapok juga dia." Abiyasa geram melihat laporan Indra.
Sedangkan bersama dengan Rian, Endang memiliki rencana untuk memberikan racun yang akan diberikan pada Abiyasa, yang akan dilakukan oleh Endang agar tidak dicurigai.
"Hemmm, paman Rian. Tidak pernah aku sangka, jika kamu setega itu. Jangan-jangan..."
Kini Abiyasa jadi kepikiran tentang keadaannya yang dulu, saat masih remaja.
"Apa mungkin karena paman juga, kakak memilki rencana untuk menyingkirkan aku waktu itu?"
Abiyasa jadi memiliki pemikiran yang jauh kebelakang, saat dia masih remaja dan kecelakaan hingga dia mengalami koma. Yayan, orang yang saat ini sudah tidak ada lagi, adalah orang yang diminta oleh Aji untuk mencelakai dirinya.
"Kakak telah dijadikan sebagai alat untuk menyingkirkan aku. Ini semua adalah ulah paman Rian."
__ADS_1