Bukan Rahim Pengganti

Bukan Rahim Pengganti
Bab 26


__ADS_3

Tuuuuttt


Ponsel milik Rubby berdering, disaat itu pula ia menghentikan langkahnya yang hampir sampai di ambang pintu. Khanza pun ikut menghentikan langkahnya, berhenti tepat di samping Rubby.


Sebelum Rubby mengangkat teleponnya, ia lebih dulu membuka pintu agar Khanza masuk ke dalam rumahnya.


"Masuklah," ucap Rubby setelah membuka pintu. "Mas mau mengangkat telepon dulu."


Khanza tidak menjawab, gadis itu langsung masuk begitu saja. Khanza tidak benar-benar masuk, ia malah mendengarkan pembicaraan Rubby melalui ponselnya. Ia hanya ingin tahu, apa itu dari Jihan atau bukan.


"Ya, Ma. Ada apa?" jawab Rubby pada si pemanggil itu, ternyata yang menghubunginya adalah mama mertuanya.


"Ya, Ma. Aku akan ke sana." Rubby menutup ponselnya.


Sementara di ambang pintu, Khanza masih diam di tempat. Gadis itu malah melamun, sampai pintu di dorong oleh Rubby baru Khanza tersadar.


"Za, kamu ngapain di situ? Nguping?" duga Rubby.


"Mmm ... Itu, Mas--,"


"Sudah, masuk. Jangan diam di sini, Mas mau pulang dulu ya?"


"Apa terjadi sesuatu pada Mbak Jihan?"


Rubby tak menjawab pertanyaan Khanza, pria itu malah mengatakan akan kepergiannya.


"Mas harus pulang, kamu baik-baik di sini ya?" Rubby mengecup kening Khanza sebelum ia pergi. Sedangkan Khanza, ia melihat kepergian suaminya begitu saja. Khanza memang haruz bisa mengerti dalam hal ini, bukan cuma ia seorang pemilik raga Rubby.


Yang lebih berhak akan Rubby adalah istri pertamanya, Khanza harus tau diri di mana letak posisinya. Setelah kepergian suaminya, Khanza masuk ke dalam kamar, ia mengistirahatkan tubuhnya di sana.


Hanya rebahan di atas kasur sembari mengulang-gulingkan posisinya, ia mulai merasa kehadirannya akan menjadi duri dalam rumah Rubby dan istrinya. Bagaimana pun Khanza bisa merasakan berada dalam posisi istri pertama suaminya.


Tidak ada wanita yang ingin di madu, termasuk dirinya. Namun semuanya sudah terjadi, Khanza malah kepikiran akan semuanya. Apa ia akan selamanya menjadi madu. Suatu saat nanti jika Jihan tahu akan semua ini, wanita itu pasti siap melahirkan anak dari suaminya dan tidak akan membiarkan ada orang yang masuk ke dalam rumah tangganya.

__ADS_1


Apa yang harus Khanza lakukan ketika mungkin semua itu terjadi? Rubby pasti meninggalkan dirinya karena sudah bahagia bersama istri pertamanya, mendapatkan keturunan yang seharusnya memang dari Jihan. Khanza berkemelut dalam pikirannya sendiri.


***


Rubby melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Pria itu sedikit khawatir karena mendapat kabar bahwa Jihan sedari pagi tadi tak keluar. Apa lagi dengan keberadaan Jihan yang ada di rumah mertuanya.


Jangan-jangan, Jiha sudah mengatakan apa yang sudah terjadi pada rumah tangganya selama ini. Pikir Rubby. Tanpa sepengetahuan Rubby, kedua orang tua Jihan memang tahu akan kisah rumah tangganya.


Orang tua Jihan selalu menasehati anaknya akan semua ini. Sikap Jihan yang egois dan selalu menolak keinginan Rubby yang ingin memiliki keturunan, semua itu diketahui oleh mertuanya.


Pada akhirnya, Rubby sampai di kediaman mertuanya. Mama Jihan menyambut hangat kedatangan Rubby, Rubby menantu kesayangannya. Selama ini yang diketahui mama Jihan, menantunya itu sangat mencintai Jihan dan sangat setia.


Namun, di balik diamnya Rubby selama ini ia memendam rasa kecewa pada Jihan. Ia kira dengan selalu sabar ia bisa membuka hati istrinya untuk menyadari semua kesalahannya. Namun ternyata tidak, wanita itu malah semakin menjadi.


Dan sekarang, Jihan mulai menyadari kesalahnnya disaat Rubby sudah berpaling. Pria itu mendapatkan kenyamanan pada gadis lain, gadis yang masih belia namun mampu membuat Rubby mencintainya dan memberikan kenyamanan padanya.


Rubby langsung masuk ke dalam, sebelumnya ia mencium tangan ibu mertuanya. Dan setelah itu ia bertemu dengan papa Jihan.


"Baik, Pa," jawab Rubby seraya mencium tangan papa mertuanya.


"Jihan di atas, coba kamu bujuk Jihan. Sejak datang kesini dia belum makan apa-apa, Mama takut terjadi sesuatu padanya." Mama nampak khawatir, apa lagi Jihan memiliki riwayat sakit lambung.


Di dalam kamar.


Jihan sedang menahan sakit, sakit hati juga sakit di bagian perut. Betul apa kata mamanya, Jihan memiliki penyakit lambung dan sekarang ia sedang menahan rasa sakit itu. Mulai dari kemarin disaat ia susah menghubungi Rubby, sejak itu pula ia hilang selera makan. Ditambah lagi ia tahu akan suaminya yang sudah tidur dengan perempuan lain, semakin hilang selera Jihan.


Tok, tok, tok


"Jihan, buka pintunya. Ini aku," kata Rubby.


Jihan yang mendengar suara suaminya langsung membuka matanya. Jihan yang sedang sakit membuatnya diam di tempat, namun ia berusaha beranjak dari tempat tidur. Dengan tertatih akhirnya ia sampai di depan pintu dan mulai memutar handle.


Setelah Jihan berhasil membuka pintunya, disaat itu pulan ia menjatuhkan tubuhnya, wanita itu pingsan, untung Rubby melihatnya dan langsung saja menahan tubuh langsing itu agar tidak jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Jihan, bangun Jihan." Rubby menepuk pipi Jihan agar wanita itu terbangun.


Jihan terlihat sangat pucat, dan tiba-tiba mama Jihan datang menghampiri. Ibu paruh baya itu panik ketika melihat anaknya pingsan.


"Kenapa diam saja, bawa Jihan ke rumah sakit," celetuk mama.


Rubby pun menggendong tubuh istrinya dan langsung membawa Jihan ke rumah sakit, mama Jihan ikut menemani.


"Pa, Papa di rumah saja. Nanti kalau ada apa-apa Mama kasih kabar." Papa Jihan pun mengangguk.


Rubby langsung mendudukkan tubuh Jihan di kursi belakang dan mama Jihan pun ikut duduk di belakang menahan tubuh anaknnya di sana. Dengan tergesa, Rubby pun langsung masuk ke dalam mobil.


Mobil langsung melaju membelah jalanan ibu kota. Sesekali Rubby melihat ke arah belakang melalui spion yang menggantung di tengah. Untung jalanan tidak macet, jadi Rubby sampai di rumah sakit lebih cepat.


Suster mendorong branker ke arah mobil Rubby, Rubby langsung turun dan menurunkan istrinya. Jihan sudah ada di atas branker langsung branker pun di dorong oleh suster ke dalam ruangan gawat darurat.


Setelah Jihan sudah ditangani dokter, Rubby nampak mondar-mandir di depan ruangan yang di mana ada Jihan di dalamnya. Selang beberapa menit kemudian, dokter keluar.


Rubby langsung menghampirinya.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?"


"Istri Anda sangat lemah, sepertinya banyak pikiran. Lambungnya juga sudah kronis, sepertinya istri Anda sering telat makan," jelas dokter. "Bu Jihan harus dirawat beberapa hari kedepan," kata dokter lagi. Dokter pun pergi setelah mengatakan itu.


Rubby langsung saja masuk ke ruang tawat Jihan, ia melihat istrinya sudah sadar. Wanita itu tersenyum ke arahnya.


Rubby duduk di samping branker yang di mana ada kursi di sana. Rubby menggenggam tangam Jihan, pria itu sangat khawatir dengan keadaan istri pertamanya itu. Jihan pasti memikirkan akan Rubby yang tidur bersama wanita lain.


Wanita mana yang tak sakit hati jika tahu suaminya berkhianat, walau Jihan sadari itu berasal dari sikapnya yang terlalu sibuk dengan dunianya.


"Mas ..." Jihan tetap berusaha tegar walau keadaan sudah menyakiti


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2