Bukan Rahim Pengganti

Bukan Rahim Pengganti
Bab 98


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Bayu pada orang itu.


"Mas," ucapnya sambil menoleh dan langsung menghampirinya, memeluknya tanpa malu.


"Lepas! Apa kamu sudah tidak waras!" kata Bayu seraya menarik kedua pundak wanita itu dengan tangannya agar terlepas dari tubuhnya.


"Kamu tega bilang aku tidak waras, Mas?" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Lalu apa namanya kalau bukan tidak waras? Datang dan pergi seenaknya, untuk apa kamu kembali dan membawa koper segala?" tanya Bayu seraya menoleh ke arah koper yang ia bawa namun tetap dengan gaya santainya, karena pria itu bukan tipe pria kasar. Jadi tadi pas ia bilang tidak waras pada mantan istrinya, Alisia nampak terkejut.


"Kamu sudah berubah, Mas. Aku kira kamu akan menyambut kedatanganku dengan hangat." Alisa mulai menjatuhkan air matanya. Ya, dia mengakui bahwa dia memang salah, dia kira Bayu akan menerimanya kembali. Tapi sepertinya luka yang ia torehkan pada mantan suaminya itu memang cukup dalam pada mantan suaminya itu.


Akan tetapi, ia sendiri memiliki alasan kuat untuk itu. Ketidaksempurnaan Bayu ia jadikan sebagai alasannya.


"Aku ingin kita kembali, Mas. Maafkan aku! Aku janji akan menemanimu dalam keadaan suka dan duka, aku menyesal, Mas. Tidak ada laki-laki sehangat dirimu, walau kamu bukan pria-,"


"Pria tidak normal maksudmu?" pungkas Bayu cepat. "Sebaiknya kamu pergi, tidak sepantasnya kamu pulang ke sini!" usirnya padanya.


"Kamu mengusirku?"


"Bukan mengusir ... Itu memang seharusnya bukan? Tidak ada lagi hubungan di antara kita, hubungan kita sudah selesai satu bulan yang lalu."


"Satu bulan, Mas. Satu bulan! Sikapmu langsung berubah, aku kira kamu benar-benar mencintaiku!"


"Ya, aku memang mencintaimu. Tapi itu dulu, sebelum kita bercerai dan-,"


"Dan apa, Mas?" pungkas Alisia cepat. Wanita itu sepertinya tidak terima dengan penolakan yang Bayu berikan padanya.


"Ah, sudahlah. Sebaiknya kamu pulang, ini sudah malam. Aku cape, aku mau istirahat." Bayu harus bersikap sedikit keras kali ini, karena ia paling tidak bisa membiarkan wanita mana pun menangis di depannya. Ia pun langsung masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan mantan istrinya.


Dengan langkah gontai, Alisia pergi meninggalkan rumah mantan suaminya sembari menyeret koper besar miliknya. Ia akan menemui Bayu lain hari, karena ia yakin tak ada wanita yang mau dengannya karena Bayu pria impoten, pikirnya sembari menyeringai.


Keesokan harinya.


Bayu tengah bersiap, ia sudah terlihat tampan dengan setelan jas yang begitu pas di tubuhnya. Wajah yang ceria karena ia akan menemui Jihan dan akan mendaftarkan pernikahannya ke KUA sesuai keinginan calon mempelai wanita.

__ADS_1


Ia menyiapkan semuanya sendiri tanpa merepotkan orang lain. Saat ia menyambar kunci mobilnya, tiba-tiba ponsel miliknya berdering. Ia pun mengangkatnya karena sang atasan menghubunginya.


"Iya, Tuan," jawabnya. "Ah, baik. Saya segera ke sana."


Tak bisa membantah, Bayu pun pergi ke kantor menemui tuannya terlebih dulu. Sekalian minta izin bahwa ia tidak akan masuk kantor beberapa hari ini.


***


"Bayu, kamu gantikan saya pergi ke cabang perusahaan yang ada di Bandung. Saya tidak bisa pergi meninggalkan istri saya," ujar Rubby pada bawahannya itu.


Bayu nampak berpikir, bagaimana ini? Dia 'kan akan menikahi Jihan dalam waktu dekat ini. Tapi ia juga tidak bisa membantah karena ini perintah. Apa sebaiknya ia pergi ke Bandung dan menikah di sana? Ya, sepertinya memang harus begitu. Lagian, ia takut Alisia datang dan menghancurkan hari bahagianya.


"Baik, saya akan pergi ke sana. Sekalian saya akan menikah di sana," jawab Bayu.


Rubby nampak terkejut. "Menikah? Menikah dengan siapa? Kamu selingkuh dari Alisia?" tanya Rubby.


"Saya sudah bercerai dengannya, Tuan. Dia yang selingkuh."


"Kapan bercerai? Tahu-tahu sudah mau menikah lagi." Ya, Rubby memang tidak tahu apa-apa dengan urusan Bayu, tapi semudah itu ia berpaling dari istrinya.


"Selingkuh, Alisia selingkuh?" tanya Rubby tak percaya, bukankah ia dan Alisia sudah menjalin hubungan sebelum menikah cukup lama?


"Iya, karena saya laki-laki tidak sempurna. Makanya dia selingkuh mencari kehangatan dari pria lain."


Rubby semakin bingung, sebenarnya apa yang dibicarakan Bayu padanya? Dia bilang ia tidak sempurna, dan Alisia mencari kehangatan dari pria lain. Lalu, Bayu sendiri melakukan itu dengan wanita lain. Hingga akhirnya, Rubby hanya mengerutkan kening seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Saya pusing, Bayu. Semuanya terserah kamu, yang penting sekarang kamu gantikan saya ke Bandung. Entah selain itu kamu mau berbuat apa di sana, yang jelas pekerjaanmu harus selesai di sana."


"Saya akan menikahi Jihan, mantan istri, Tuan," ucap Bayu tiba-tiba.


Seketika, Rubby tersedak kopi yang kini sedang ia minum dan menyemburkannya ke sembarang arah. Ia pun langsung menoleh ke arah Bayu menatapnya dengan lebih bingung lagi. Apa Bayu melakukan itu dengan Jihan?Seketika ia teringat akan kehamilan wanita itu.


"Jadi, Jihan mengandung anakmu?" tanya Rubby.


Bayu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya, Tuan. Saya harap, Tuan merestui pernikahan kami."


"Kenapa harus minta restu padaku, Jihan bukan siapa-siapa saya lagi. Jadi pernikahan kalian tidak ada hubungannya denganku."


Bayu merasa lega akan ucapan sang atasan padanya. Karena ia harus pergi ke Bandung, ia pun undur diri. Ia akan menjemput Jihan terlebih dulu untuk menjemputnya.


Dan kini Bayu sudah berada di cafe milik calon istrinya. Bahkan Mira sudah menyambut kedatangan Bayu dengan secangkir kopi yang ia suguhkan.


"Terimakasih, Mira," ucap Bayu setelah Mira meletakkan kopi di meja yang kini menjadi tempat duduknya.


"Mbak Jihan tengah bersiap, jadi sabarlah menunggu," ujar Mira kembali.


Karena Bayu sudah memberitahukan akan kepergian mereka ke Bandung, dan Jihan pun setuju dengan pernikahan yang akan ia lakasakan bersama Bayu. Jihan senang karena ia bisa menghindari awak media.


Hilangnya Jihan dari dunia hiburan, membuat para wartawan mencari keberadaanya dan mencari info tentangnya. Jihan sudah membulatkan tekadnya untuk fakum dari dunia hiburan.


Jihan pun menemui Bayu yang kini tengah terduduk manis menatap ke arah jalan. Menikmati cahaya matahari yang sedikit menyinari tubuhnya.


"Maaf, menunggumu lama," kata Jihan.


Bayu menoleh ke arah Jihan, ia melihat wanita itu sedikit berbeda hari ini. Polesan make up yang sederhana namun terlihat begitu cantik, aura bumil itu begitu terpancar. Ia sendiri sampai tak berkedip melihatnya.


"Apa penampilanku aneh?" tanya Jihan, ia takut salah kostum. Karena Bayu terus menatapnya.


"Tidak, kamu terlihat cantik hari ini. Aku suka." Bayu tak segan lagi mengutarakan isi hatinya pada calon istrinya itu. "Kita berangkat sekarang?" ajak Bayu.


"Hmm," jawabnya singkatn


"Mira, Anan. Saya pergi sekarang, kalian jaga cafe selama saya tidak ada."


"Iya, Mbak," jawab mereka berdua serentak.


Bayu dan Jihan pun menuju kota Bandung berdua menggunakan mobil yang di kendarai Bayu sendiri.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2