
Satu Minggu kemudian.
Hazel dan Zira sedang mempersiapkan sebuah syukuruan telah kembalinya putri mereka yang telah hilang.
Di kediaman Hazel cukup ramai. Ia mengundang para tamu undangan dari sebagian pembisnis. Hazel akan mengumum Khanza sebagai anak tunggal dan pewaris satu-satunya di keluarga mereka.
Sedangkan Khanza sudah terlihat cantik malam ini, ia sudah tak sabar akan bertemu dengan suaminya. Hazel sengaja mengundang Rubby tanpa memberitahunya terlebih dulu.
Hingga sekarang para tamu yang hadir sudah siap menyambut si pemilik rumah untuk segera memulai acara tersebut. Hazel dan Zira sudah hadir menghampiri tamu undangan.
Kini tinggal menunggu Khanza putri mereka untuk segera bergabung. Hingga akhirnya, Khanza pun hadir di sana menemani orang tuanya.
Senyum itu mengembang di bibir Khanza dan orang tuanya. Yang bikin Khanza bahagia, sekarang ia akan bertemu dengan Rubby. Ia sudah tidak sabar akan hal itu.
***
"By, cepatlah ... Nanti kita terlambat," kata Laras.
"Iya, Ma sebentar." Rubby tengah bersiap-siap untuk menghadiri undungan tuan Hazel. Siapa yang tak kenal dengannya? Orang tersohor dikalangan pembisnis seperti dirinya.
Rubby akhirnya sudah siap, bahkan ia sudah berada di ruang tamu. Walau ingatannya belum cukup pulih, ia sudah bisa menerima bahwa ia sudah bercerai dengan Jihan. Berkat Laras, Rubby akhirnya mengerti.
Hanya saja ia belum percaya bahwa katanya ia sudah menikah. Tapi di sini Rubby bingung, kalau sudah menikah lagi di mana keberadaan istrinya. Lagi-lagi Laras menceritakan semuanya, pada akhirnya Rubby mengerti dan kenapa ia bisa hilang ingatan.
"Semua sudah siapkan?" tanya Anggoro.
"Sudah, Pa. Ayo kita berengkat. Ini kehormatan bagi kita bisa menghadiri undangan Tuan Hazel," jelas Laras.
Mereka bertiga sudah ada di dalam mobil, mobil yang ditumpangi Laras dan Anggoro pun melaju. Disusul oleh mobil Rubby, ia mengendarai mobil sendiri.
Satu jam kemudian, mobil mereka sampai di kediaman Hazel. Bahkan Rubby dan orang tuanya sudah turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam. Pesta itu cukup meriah karena banyaknya tamu yang datang.
__ADS_1
"Pa, Mama penasaran juga, katanya Tuan Hazel akan mengumumkan anaknya. Memangnya mereka punya anak ya, Pa?" Laras jadi bertanya-tanya, akan hal ini.
"Iya, Ma. Katanya anak mereka yang dulu hilang sudah ketemu," jawab sang suami.
Orang tua Rubby lebih dulu masuk ke dalam acara tersebut. Sedangkan Rubby, ia masih berada di area parkir. Tiba-tiba ia merasa pusing dan sedikit nyeri di bagian kepala. Sekelebat muncul sosok wajah dalam ingatannya. Rubby bingung, siapa sosok wanita itu?
Di dalam acara.
Laras celingak-celinguk mencari keberadaan Rubby.
"Pa. ... Rubby mana, Pa?" tanya Laras pada suaminya.
Anggoro pun akhirnya mencari Rubby lebih dulu, karena acara akan segera dimulai. Tak melihat keberadaan anaknya di dalam, Anggoro bergegas keluar kembali. Dilihatnya Rubby sedang bersandar di mobil bagian samping sembari menyentuh kepalanya yang sedikit merasa nyeri.
"By, kamu gak apa-apa 'kan?" tanya papa Rubby setibanya ada di hadapan anaknya. "Sebentar lagi acaranya dimulai, loh. Ayo masuk?" ajaknya kemudian.
"Aku di sini saja, Pa. Kepalaku sakit," jawab Rubby.
Anggoro pun tidak memaksa anaknya untuk masuk ke dalam. Banyak para tamu undangan yang berada di luar. Akhirnya Anggoro pun kembali masuk ke dalam, ia kembali duduk di samping Laras.
"Di luar, biarlah dia di sana. Katanya kepalanya sakit," jawab Anggoro.
Mama sedikit khawatir, akhir-akhir ini Rubby sering mengeluh sakit di bagian kepalanya. Tapi dokter sudah menjelaskan itu memang pasti dialami penderita hilang ingatn.
Acara akan segera dimulai. Hazel sudah naik podium sedangkan Khanza masih berada di belakang podium bersama Zira.
Hazel sudah siap bercakap menggunakan mikeropon. Ia akan mengumumkan siapa anaknya pada tamu undangan yang hadir.
"Selamat malam," ucap Hazel. "Terimakasih pada tamu undangan yang hadir, kami selaku keluarga terimakasih kepada kalian yang sudah menyempatkan waktunya. Kami bersyukur sudah dipertemukan dengan anak kami yang telah hilang selama tiga belas tahun," sambung Hazel.
Hazel menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk melanjutkan perkataannya yang akan mempersilahkan Khanza naik ke atas panggung.
__ADS_1
"Untuk anakku yang bernama Khanza, silahkan ke atas panggung," ucap Hazel kemudian.
Sementara Khanza, hatinya sudah dag, dig, dug.
"Ma," ucap Khanza.
Zira menuntun Khanza naik ke atas panggung. Dan sekarang Khanza sudah berada di atas panggung bersama kedua orang tuanya.
Sedangkan Laras wanita itu tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Menantunya kini ada di hadapannya, yang lebih terkejutnya lagi, Khanza anak dari tuan Hazel.
"Pa, Mama gak salah lihatkan, Pa?" tanya Laras pada suaminya.
"Itu benar Khanza, Ma. Menantu kita." Anggoro sampai berdiri saking tak percayanya.
Hazel kembali bercakap.
"Untuk tamu yang bernama Rubby, bisa naik ke atas panggung sekarang?" kata Hazel mempersilahkan Rubby sang menantu.
"Rubby, Rubby mana, Pa? Surih dia ke sini sekarang!" titah Laras kepada suaminya.
Belum Anggoro menghampiri Rubby, Rubby lebih dulu masuk ke dalam ruangan, karena ia mendengar namanya di sebut dan di suruh naik ke atas panggung. Karena penasaran, Rubby pun segera naik ke atas sana.
Rubby sedikit terkejut melihat wajah perempuan yang berada di atas panggung, wanita itu yang akhir-akhir ini muncul dalam ingatannya.
"Mas Rubby," kata Khanza.
Bersambung
...----------------...
Maaf kalau ceritanya jadi berantakan.
__ADS_1
Terimakasih pada kalian yang sudah mengikuti kisah mereka.
Sekali maaf.