Bukan Rahim Pengganti

Bukan Rahim Pengganti
Bab 31


__ADS_3

Bukan tanpa alasan bagi Khanza langsung membersihkan diri, ia kasian pada suaminya. Pasti Rubby belum makan, ingat bahwa istri pertama suaminya ada di rumah sakit, pasti istrinya itu tidak sempat melayani suaminya.


Khanza dengan cepat menyelesaikan ritual mandinya, ia pun keluar dari kamar mandi. Sempat melirik ke arah kasur, Rubby terlelap di atas sana. Khanza langsung saja memakai baju, setelah itu ia langsung ke dapur membuatkan makan untuk suaminya.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, ini sudah lewat jam makan siang. Khanza cepat-cepat menyelesaikan masakannya. Aroma dari masakan Khanza menyeruak sampai ke kamar.


Rubby yang sedang tidur pun terbangun akan harumnya. Pria itu beranjak dari kasur, hanya celana pendek yang ia kenakan bahkan tanpa memakai bajunya, hingga keindahan dada bidang Rubby terexpos.


Tahu istrinya sedang di dapur, Rubby menghampiri Khanza, ia memeluk tubuh mungil itu dari belakang.


"Mas, kamu buatku kaget," ujar Khanza tanpa menoleh, ia sibuk dengan penggorengannya.


"Masak apa? Wanginya bikin Mas laper, sayang," tanya Rubby tanpa melepaskan pelukkannya.


"Masak seperti biasa, Mas. Tidak ada yang berubah." Khanza masih fokus pada masakkannya itu. "Sebaiknya Mas mandi dulu," ucap Khanza kembali.


Sesuai perintah, Rubby melepaskan pelukkannya. Namun sebelum ia pergi, Rubby mencuri ciuman Khanza. Pria itu mencium pipi istrinya dari samping.


Sedangkan Khanza, gadis itu dibuat geleng-geleng kepala oleh suaminya. Tak menyangka pernikahannya akan sebahagia ini, ia pun senyum-senyum sendiri. Tapi perlahan senyum itu menghilang, kala Khanza teringat istri pertama suaminya.


Tidak ingin memikirkan yang tidak-tidak, Khanza melanjutkan masakannya sampai selesai. Ia percaya bahwa pernikahannya akan jelas, suaminya tidak akan membohonginya. Khanza merasakan kasih sayang yang utuh dari Rubby, walau suaminya itu masih status suami orang.


Tak lama, masakan Khanza pun selesai. Disaat itu pula Rubby datang, ia berjalan ke arah istrinya sembari mengeringkan rambut basahnya yang baru selesai mandi.


Rubby masih belum mengenakan baju, masih seperti tadi hanya menggunakan celana pendek. Rubby pun duduk di kursi meja makan, ia terus memperhatikan istrinya yang sedang menata makanan di atas meja.


"Ada apa, Mas? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Khanza.


Rubby menggelengkan kepalanya, tidak mungkin ia mengatakan apa yang ada dalam pikirannya sekarang. Khanza sering menggunakan baju yang kini ia kenakan, karena Rubby memang belum sempat mengajak istrinya itu berbelanja.


Khanza juga dari pertama menikah, ia tak menuntut apa-apa. Jadi selesai makan, ia akan mengajak istrinya itu shoping. Tak peduli dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor. Rubby mengutamakan Khanza terlebih dulu.


Tak ingin melihat suaminya seperti itu, Khanza bergegas ke kamar. Ia akan mengambilkan baju untuk suaminya, namun tertahan oleh pertanyaan Rubby.

__ADS_1


"Mau kemana? Mas sudah laper, loh, Za!"


"Sebentar, Mas. Aku gak lama." Khanza pun berlalu. Hanya cukup dua menit bagi Khanza, sekarang pun ia sudah ada di hadapan Rubby kembali.


Khanza memakaikan baju pada suaminya, layaknya seorang anak. Dan itu membuat Rubby merasa sangat diperhatikan oleh Khanza.


"Terimakasih ya, sayang? Kamu selalu membuat Mas nyaman." Rubby memeluk Khanza yang masih berdiri di sampingnya, lalu menariknya agar gadis itu duduk di pangkuannya.


"Katanya mau makan, kok malah begini sih." Khanza hanya tidak ingin mengganggu acara makan suaminya, namun Rubby enggan menurukan tubuh kecil itu. Pada akhirnya, Rubby makan sembari memangku Khanza.


"Tubuhmu enteng, Mas gak merasa berat," ucap Rubby dengan gemas.


Khanza sedikit memukul dada bidang suaminya. Mereka pun makan saling suap-suapan. Layaknya pengantin baru yang sedang dimabuk cinta.


Acara makan pun selesai, Rubby menyuruh Khanza untuk siap-siap. Sesuai janjinya sendiri, ia akan mengajak Khanza jalan-jalan ke mal, membeli kebutuhan istrinya itu.


***


"Kita akan kemana, Mas?" tanya Khanza yang kini sudah ada di kamar.


"Gak usah banyak tanya, kamu dandan aja yang cantik. Mas juga mau siap-siap."


Khanza yang penasaran akan di ajak kemana oleh suaminya, hatinya jadi berdebar-debar. Takut di ajak bertemu dengan istri pertamanya, belum apa-apa Khanza sudah ngeri sendiri.


"Sudah siap belum?" tanya Rubby. Rubby yang menggunakan celana jeans dipadukan dengan kemeja berwana maroon, pria itu sangat terlihat lebih muda.


Khanza melihat Rubby dari pantulan cermin, ia pun tersenyum kearah suaminya. Rubby berjalan menghampiri Khanza yang sedang duduk di kursi meja rias.


Khanza juga sudah terlihat lebih cantik dari biasanya, bibirnya pun sudah berwarna. Polesan make up yang sederhana sangat pas di usia Khanza sekarang.


Rubby mampu mengimbangi, usia yang terpaut jauh sama sekali tidak terlihat.


"Sudah cantik, ayok berangkat." Rubby menarik tangan Khanza, dan menuntunnya.

__ADS_1


"Sebentar, Mas." Khanza melepaskan genggaman Rubby. Khanza hanya mengambil tas kecil miliknya, yang hanya muat ponsel saja di dalamnya.


"Ayok, aku sudah siap." Khanza melingkarkan tangannya di tangan Rubby. Mereka berjalan keluar apartemen bergandengan.


Sementara di ujung sana, Niko melihat Khanza yang keluar bersama suaminya. Ia memang harus mengubur rasa itu dalam-dalam. Niko melihat kepergian Khanza begitu saja.


***


"Mas gak mau ngasih tahu, kita akan kemana? Aku penasaran, Mas." tanya Khanza yang kini keberadaannya sudah ada di dalam mobil.


"Kita jalan-jalan ke mal, Mas belum sempat mengajakmu membeli kebutuhanmu, Za. Maafkan Mas ya?" sesal Rubby.


Hingga pada akhirnya, mereka pun sampai di mal terbesar yang ada di pusat kota. Sewaktu sekolah, Khanza pun pernah ke mal nongkrong bareng bersama teman-temannya. Itu pun jarang ia lakukan, karena keterbatasan waktu. Mamanya jarang mengizinkan Khanza pergi.


Dan sekarang, ia kembali menikmati ini. Jalan-jalan, dan kali ini bukan hanya jalan-jalan. Rubby aka membelikan apa pun yang diinginkan Khanza.


Tujuan pertama, Rubby mengajak Khanza ke toko perhiasan. Rubby memang belum menyematkan cincin di jari istrinya itu. Pernikahan yang mendadak membuat Bayu lupa membeli cincin pernikahan untuk bosnya tersebut.


Disaat sedang asyik memilih cincin, tanpa diketahui Rubby ada seseorang yang mencuri gambar mereka lewat camera ponsel. Entah itu siapa, karena tidak ada yang Rubby kenali di sana. Hanya mereka yang kenal Rubby, siapa yang tak kenal dengan Rubby? Pengusaha sukses pemimpin ANGGORO GROUP, terus sebagian orang tahu bahwa Rubby suami dari model cantik yang bernama Jihan, yang kini kariernya sedang naik daun.


Orang itu berhasil mengambil gambar, tapi sayang, Khanza lebih dulu tahu. Gadis itu berlindung di balik tubuh suaminya, sehingga wajah Khanza tidak tersorot oleh camera tersebut.


Setelah membeli cincin, Khanza segera menarik tangan suaminya agar cepat keluar dari sana. Dan itu membuat Rubby terheran.


"Ada apa, Za?" tanya Rubby.


Bersambung.


...----------------...


Hai para readers, terimkasih sudah berkenan hadir di sini, dan memberi Feb dukungan. Sebelum nunggu cerita ini, kalian bisa mampir di cerita Feb yang lain.


TERPAKSA MENIKAHI PELACUR.

__ADS_1


SUAMI PILIHAN DADDY🙏🙏


__ADS_2