Buku Petualangan Ajaib

Buku Petualangan Ajaib
[Bab 37-1] Dan Akhirnya Terbayar Tuntas


__ADS_3

Di hari ke delapan, saat fisik dan mentalku sudah mencapai batasnya. Mood yang rusak karena kelakuan sok Kord pun, menambah buruk hariku. Latihan gila yang membuat seluruh tubuh nyeri kembali dilakukan.


Usai melakukan latihan fisik yang menambah kesakitan di sekujur tubuh. Aku langsung melanjutkan menu latihan menunggangi Woofy. Berkali-kali aku memintanya agar menahan gerakannya yang banyak menyentak aku sebagai penunggangnya, sehingga membuat tubuhku semakin sakit, tetapi tidak sedikitpun didengarkannya.


Emosiku akhirnya meledak, karena prilaku Woofy, yang cuek tanpa mau menggubris perintahku. Dia bahkan bergeming walau sudah kubentak sambil menarik kencang bulunya. Puncaknya adalah saat aku kelepasan menghentak badannya penuh kekesalan dengan kedua tangan. Bertepatan saat dia mau melompat. Otomatis tubuhku terpelanting, karena tidak memiliki pegangan.


Aku jatuh tanpa harapan tertolong lagi, sementara serigala itu terus melanjutkan pergerakannya. Seakan tidak sadar aku telah terjatuh dari punggungnya. Atau, mungkin dia marah karena aku sudah kurang ajar menghentak badannya.

__ADS_1


"Woofy, selamatkan aku!" aku membatin di saat hanya tersisa tiga meter sebelum menghantam lantai goa


Kord dan Putri Asaru memekik melihatku di ambang maut. Shege segera menukik untuk menyelamatkanku. Namun percuma saja. Tidak ada yang cukup cepat untuk dapat menolongku.


Selarik. Tubuh berbulu perak itu bersinar terang. Berubah kembali menjadi gumpalan bulu berkilauan, yang akhirnya meluncur bagai komet. Sangat cepat bagai kilasan kilat menghampiriku. Hanya butuh waktu sepersekian mili detik untuknya sampai dan menangkapku. Menahan tubuhku dari hancur remuk menghantam permukaan batu cadas.


Menggelung bagai kasur, sebelum meluncur pelan membawaku. Sedikit mengelilingi goa sebelum akhirnya dia kembali berubah. Menjadi seekor serigala berbulu perak yang telah berevolusi.

__ADS_1


Tebakan kami salah. Alih-alih jatuh, tubuh mungil itu justru mengambang. Dikelilingi oleh bulu-bulu merah yang bergerak melingkar. Berpusing dan membungkus Putri Asaru dengan helaian merah yang berpendar bagai bara api. Bulu-bulu itu buyar akhirnya, demi menampakkan sang naga bersisik merah delima dalam versi yang sudah ditingkatkan.


Dengan serangkaian kejadian itu, kami sudah bisa dikatakan berhasil melalui pelatihan yang diberikan Artapatu. Kedua makhluk mistis yang merupakan wadah bagi batu ajaib haswa, telah mengalami peningkatan bentuk dan kekuatan. Berubah dalam waktu yang tidak terpaut lama. Mungkin karena sejatinya mereka adalah satu kesatuan dan saling terhubung.


Sepasang tanduk rusa berwarna emas tumbuh di kepala Woofy. Berkilauan indah tertimpa cahaya dari langit-langit goa. Ekornya semakin panjang terjuntai, yang aku yakin dapat meluluhlantakkan satu desa dengan sekali kibasan. Dan, yang paling membuat dia terlihat gagah adalah surai lebat di sekitar lehernya. Anggun dan penuh wibawa.


Berbanding terbalik dengan Woofy. Tanduk di kepala Shege justru menghilang. Kepalanya menjadi lebih lancip dan tumbuh sepasang sungut di bawah dagunya. Di sepanjang leher bagian atasnya, mencuat sisik-sisik tambahan saling berpasangan, yang dapat membuka ke atas, lalu berpendar sekehendak hatinya. Belakangan aku baru tahu kalau hal itu dilakukan sebelum Shege menembakkan api. Menambah kekuatan semburan apinya, yang memiliki beberapa variasi.

__ADS_1


Tubuhnya pun lebih ramping dari sebelumnya, namun sayapnya bertambah menjadi dua pasang, dengan tambahan sisik-sisik halus yang melindungi selaputnya. Ekornya pun kini ditumbuhi cakar-cakar tajam di kedua sisi, yang dapat pula dia lipat jika tidak sedang digunakan. Campuran dari sosok ganas dan buas.


Dari situ timbul keyakinan tinggi menjulang kalau kami dapat mengalahkan Mitara bersama permata lazarusnya. Yah, walaupun sadar masih ada fakta kalau kekuatannya sudah lebih besar, dari pada saat dipegang oleh sang raja lalim. Tetapi tidak ada salahnya kan berpikir optimis.


__ADS_2