
Tubuhku serasa ditarik keluar dari lubang sempit. Tidak sakit, walau sedikit mengagetkan. Udara segar dari tanah gersang yang tersiram hujan lebat, kini berganti dengan aroma lemon yang dibawa hembusan angin dingin. Terasa familiar.
Aku membuka mata. Tercengang melihat ruangan berantakan yang di dindingnya tertempel banyak poster--bergambar karakter game dan anime.
Tidak perlu diperiksa lagi sedang ada di mana! Ini adalah kamarku sendiri, yang telah aku tinggalkan selama berminggu-minggu.
Senang bercampur haru mengambang di pelupuk mata. Sumpah, aku harus bergegas menemui Ayah, Mama, dan juga Chiya. Kangen aku, sudah lama tidak mencubit pipi gembilnya.
Sebelum sempat beranjak. Tepi mata ini menangkap halaman buku yang terbuka. Di sana ada dua hal yang menarik perhatianku. Halaman terakhir yang bertuliskan "Tamat", dan sekeping koin emas berkilauan. Persis seperti mata uang di dunia ajaib itu--dem sebutannya.
Aku mengambil koin itu dan mengamatinya bolak-balik. Benar itu adalah koin dari dunia sana, tetapi apakah benar ini emas asli?
Kalau benar, berarti aku beruntung sekali. Dengan ini aku bisa membeli banyak game dan console tanpa perlu meminta dan memohon lagi kepada Ayah.
"Tidak mau!"
Suara teriakan cempreng itu pasti berasal dari Chiya. Ah, nanti saja aku periksa keaslian si koin emas--lihat caranya di Yutup. Rasa rindu ini lebih dahulu harus dituntaskan.
Aku menaruh lagi koin emas di halaman buku, dan menutup sampul belakangnya. Bergegas keluar kamar, lalu menuruni tangga sambil berlari.
__ADS_1
"Mama, lihat, Bang Wanara berlari saat menuruni tangga!" adu Chiya kepada Mama, yang tengah mengejarnya sambil membawa botol minyak ikan, dan sendok di tangan lainnya.
"Wanara! Ingat peraturan yang kita buat? 'Dilarang berlari di tangga kecuali ada hal darurat' bukankah begitu?" Dari ruang keluarga yang hanya satu langkah dan tolehan dari tempatku berada, suara peringatan Ayah terdengar.
"Wanara, tolong bantu Mama. Pegangi Chiya, agar bisa Mama suapi minyak ikan," pinta Mama dengan suara yang menyiratkan kelelahan.
"Jangan, Bang, aku mohon!" Mata bundar berhias pipi tembam itu berkeling mengiba.
Baiklah, aku akan memilih memenuhi permintaan Mama, karena selain agar terhindar dari dimarahi, melihat Chiya menangis kesal tentunya lebih mengasyikan.
Tapi tunggu dulu! Apakah seperti ini cara kalian menyambut anggota keluarga, yang pergi menghilang selama berminggu-minggu? Apa-apaan ini? Bukankah beberapa bulan lalu kalian memarahiku karena pulang kemalaman saat bermain dengan Zacky?
"Ma, sekarang tanggal berapa?" tanyaku. Berdiri terpaku di ujung tangga terbawah.
"Hah? Kau kenapa, Nak? Ini kan hari ulangtahunmu. Ah, ini pasti karena kau terlalu banyak bermain game. Kita atur jadwalmu lagi setelah ini. Sekarang, kamu bantu mama meminumkan minyak ikan kepada Chiya."
"Tidak mau!" Chiya mengambil ancang-ancang untuk berlari.
"Wanara, tolonglah bantu ibumu, lalu cepat ke sini. Temani ayah menonton bola."
__ADS_1
Aku berjalan selangkah. Menoleh dan mendapati ayah yang sedang duduk di sofa. Mengenakan jersey tim kesayangannya, dengan mata fokus menatap layar datar televisi.
"Hei, cepatlah! Babak kedua hampir dimulai."
Ajakan Ayah menyadarkanku, kalau petualangan berminggu-minggu di dalam dunia buku ajaib itu, hanya berlangsung kurang dari satu jam! Aku ingat betul, sewaktu naik menuju kamar, komentator di televisi sedang berdebat sebelum pertandingan dimulai.
"Wanara, bisa tolong mama di sini?" pinta Mama dengan suara yang ditekan.
"Aye-aye, Captain!" jawabku riang. Tangan kanan terangkat memberi hormat.
Hal berikutnya yang terjadi adalah, adegan kejar-kejaranku dengan Chiya sambil tak henti menggodanya. Untuk sesaat aku melupakan soal koin emas dan buku "Alkisah Naga Bersisik Merah Delima", yang sudah kutamatkan. Berikut sisa buku yang masih tersimpan di dalam kardus. Entah akan aku buang, atau simpan rapat selamanya.
Eh, tetapi mengingat hadiah yang didapat, itu bisa jadi bahan pertimbangan untuk berpetualang lagi di dunia buku ajaib.
Itu pun kalau emasnya asli.
***
~**End of Arc; Alkisah Naga Bersisik Merah Delima~
__ADS_1
See You Next Time**!