Buku Petualangan Ajaib

Buku Petualangan Ajaib
[Bab 40-1] Rencana Tak Terduga


__ADS_3

Tidak jauh dari depan gerbang kota kerajaan. Kami berpisah sesuai rencana yang sudah disusun Artapatu. Aku di bagian barat bersama Kord, dan Putri Asaru di bagian timur yang sedikit lebih jauh.


Rencananya, Kord nanti akan menarik perhatian--dia mengusulkan akan menyanyikan lagu nasional kerajaan, yang aku pikir akan berhasil, karena siapa yang tidak akan terganggu saat mendengar suara rombengnya--sebelum iring-iringan sampai di tempat kami. Saat perhatian sedang teralihkan itu lah aku akan menerjang ke arah kereta kencana kerajaan. Menarik paksa sang raja keluar dari sana.


Setelah itu tugas Woofy untuk membawaku dan raja menjauh, sekaligus menakuti para warga, agar terbuka ruang sebelum Putri Asaru datang. Menunggangi Shege dan membuka serangan dengan membakar kereta kerajaan yang ditempati Mitara. Usai mengungsikan raja, aku dan Woofy akan menyusul menyerang. Kombinasi serangan dua hewan mistis itu akan terus dilakukan tanpa memberi Mitara kesempatan menyerang. Sampai kami yakin dia sudah benar-benar tamat.


Begitulah rencananya. Semoga berjalan lancar tanpa ada pertumpahan darah yang tidak berarti.


Aku dan Kord memasuki kumpulan orang di tepi jalan. Mencari posisi paling pas di mana kami masih bisa melihat iring-iringan, tetapi tetap tersembunyi. Berusaha tidak dikenali.


"Aku pikir parade tahun ini tidak akan dilaksanakan. Oh, Tuhan. Kerajaan benar-benar bersedih akan kehilangan Putri Asaru. Semoga dia tenang di surga bersama Ratu Saza."


"Ya. Aku malah berpikir seharusnya parade tahun ini tidak usah digelar. Kita dalam kondisi berkabung setelah mendengar Putri mati dimakan naga milik sang petapa jahat."


"Hei, sudahlah! Bukankah raja juga mengumumkan, kalau perayaan ini dihelat sebagai cara berbela sungkawa terhadap Putri Asaru yang sangat menyukai parade tiap tahunnya."


Omongan ibu-ibu di kerumunan itu membenarkan teori Putri Asaru. Seandainya mereka tahu Putri kesayangan mereka masih hidup dan sedang berjuang melawan kejahatan yang didalangi Mitara. Entah bagaimana reaksi mereka.

__ADS_1


"Kangen ya. Seperti sudah bertahun-tahun kita meninggalkan kota ini." Kord menyenggol bahuku. Jelas sekali dia sedang gugup.


"Sstt! Tidak usah berbicara hal yang tidak penting. Ingat, kita dalam misi penyamaran," bisikku memperingatinya.


"Yah, tidak masalah kan. Lagi pula ini berada jauh dari wilayah tempat tinggal kita." Kord mengangkat tangannya ke atas kepala. "Bahkan kalau pun aku buka tudung ini, tidak akan ada yang mengenaliku. Bukalah kawan, dari pada kau pingsan karena kepanasan."


Ingin aku hajar dia saat ini juga. Si tolol itu tidak sadar kalau dengan membuka tudung di kepalanya, gagang pedang di punggungnya menjadi mencuat dari balik kain mantel. Harus segera aku buat dia memakainya lagi.


"Hei, kau!" panggil seseorang yang berjalan menerobos dari sisi kanan kerumunan.


Sialan! Aku tahu orang itu! Dia adalah pria yang menodongkan pedang saat aku sampai di kastil tempat Putri Asaru bersembunyi. Oh Tuhan, kenapa harus sekarang?


"Oh ... hai, Tuan Mog!" Si tolol itu malah menjawab panggilannya sambil melambaikan tangan.


"Kord! Kita pergi!" ajakku. Kesal.


"Eh, kenapa?" Dia menganga heran.

__ADS_1


Kenapa katanya? Apa dia lupa kita tengah berada di tengah misi penting? Aku tarik paksa tangannya dan membetotnya pergi. Tidak peduli dengan teriakan bernada protes dan jengkel orang-orang di sekitar.


"Hei, Tunggu, kalian!" teriak Mog di belakang kami. Semakin mendekat.


Grep!


Tarikan tanganku sesaat tertahan.


Break!


Kain lapuk mantel Kord robek ditarik Mog dari belakang. Pegangan tanganku di lengannya lepas saat dia jatuh terjerembab.


Sukses Kord menarik perhatian orang di sekitar--lebih cepat dari yang direncanakan. Semua mata melihat ke arah punggungnya, yang bertengger sebilah pedang panjang.


Dari situ suara-suara histeris mulai merambat. Tentang pedang yang dibawa Kord (padahal saat perayaan seperti ini, sangat dilarang membawa senjata selain yang berwenang), juga tuduhan kalau dia adalah pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh raja dan ratu.


Sialan! Buyar semua rencana kami karena satu hal tidak terduga! Sekarang apa yang harus kulakukan!?

__ADS_1


__ADS_2