
'Gilaaaaa tuh cewek... sapa An? kasih tau donk.. penasaran nih..' Allia terlihat bingung dan kesal. 'Tunangan Ray.' Allia tambah kaget dan melotot ke Anna 'Whaaaaattttt?.... Serius?.' Anna mau menjelaskan tapi Allia segera memotong, 'Gilaa yaa.. gimana ceritanya An. Trus kamu sama Ray gimana? duhhh kurang ajar bener tuh si Ray. Jadi selama ini kamu gak tau apa-apa?.
'Iya Al. aku bener-bener gak tau apa-apa. Ray juga diem aja, sampe akhirnya cewek itu nyamperin aku ke tempat kerja dan bilang kalau dia tunangan Ray.' Anna terkihat sedih dan berkaca-kaca. 'Lima tahun yang sia-sia, Ray tadi WA aku bilang mau ketemu aku. Tapi aku takut Al. Takut kalau Ray bener-bener udah tunangan.'
Allia dengan emosi menggebrak meja dan melihat sekeliling karena orang-orang di perpus melihatnya 'Eh maaf-maaf' . 'Aduhh , aku emosi An. Enak banget Ray, duhh kurang ajar banget sih. Tuh kan aku udah curiga dengan Ray yang gak pernah bawa kamu ke tempat umum. Pasti ada apa-apa. Heemm.. ternyata feelingku bener.'
'Aku harus gimana Al?. Anna tertunduk lesu. 'Sampai sekarang aku belum balas pesan Ray. Aku terlalu takut.' Allia mencoba menenangkan Anna. 'Udah gini aja, kalau kamu udah siap ketemu Ray. Langsung temuin. Tapi kalau kamu belum siap, cuekin aja Ray.'
__ADS_1
'Tapi aku penasaran ceweknya kayak gimana An, apa yang pernah kita ketemu pas sama Ray itu?. Anna mengangguk spontan, 'Cantik ya, bodynya juga bagus.' Anna menangis pelan 'Apalah aku yang wajahnya biasa aja, gendut. Pantes Ray malu bawa aku pacaran ke tempt umum.' Anna berteriak 'Heeeeeyy... kamu cantik tau An, udahlah jangan minder. Ray aja yang gak tau malu.'
'Gini aja An.. kamu tenangin diri dulu. Sudah menghindar dulu dari Ray. kamu kuliah seperti biasa, kerja , main sama aku sama shane, dan yang paling penting jaga pola makan sama jangan lupa olahraga. Kalau kamu udah siap ketemu Ray. Langsung ketemu Ray, curahkan semua isi hatimu. Oke!!.' Anna tak menyaut dan hanya mendesah galau. 'Buktikan ke Ray kalau tanpa Ray kamu gak kenapa-kenapa, Yaah meski kita juga belum tau cerita sebenernya seperti apa.'
Tiba-tiba handphone Anna berbunyi, terpampang nama Ray di layar handphone. 'Cepet angkat An.' seru Allia. 'Halo...' suara Anna lirih dan bergetar. 'Kamu dimana sayang.? lagi dikampus? Aku jemput ya.' Nampak suara Ray juga pelan.
Ray tetap memaksa Anna untuk bertemu dan ngobrol 'tugasmu banyak kah? aku bantuin ya sekalian aku kerumah.' Suara Anna menjadi agak tegas 'No Ray.. aku bilang ak sibuk hari ini. Nanti aku kabari.' Ray nampak pasrah 'Oh baiklah. Aku tunggu ya.' Jawaban Anna singkat dan jelas 'Oke. bye.!' Anna langsung menutup telepon dari Ray.
__ADS_1
Anna menghela nafas panjang 'Aku takut Al. Takut mendengar fakta dan kenyataan dari Ray.'
Allia ikut menghela nafas panjang 'Eh..gimana kalo weekend ini kita staycation aja An. Self healing biar kamu tenang. Nanti ak ajak Shane dah, biar Shane juga ajak Niko sekalian.'
'Bentar deh Al, aku liat jadwal kerjaku. Ak rayu-rayu dulu deh pak Bos biar aki bisa cuti.' Anna nampak excited mendengar ajakan Allia.
'Kabari secepatnya, ak bookingkan hotel.' Anna mengangguk pelan.
__ADS_1
BERSAMBUNG