Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
13. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Anna terbangun dari tempat tidur, dia kaget bukan main kenapa ada pesan masuk seperti itu. Lalu Anna membalas pesan tersebut 'Kamu siapa?' Anna menunggu balasan pesan sampai Anna tertidur, pesan tersebut tak kunjung di balas juga


Di tempat lain yaitu di hotel, Shinta yang hanya mengenakan selimut tersenyum licik sambil mengirimkan pesan ke Anna 'Heeemmm... rasakan ya cewek gendut, ku teror kau sampai bener-bener putus dari Ray.'


Pintu kamar mandi hotel terbuka, Arnold selesai mandi dan langsung melompat ke kasur untuk memeluk Shinta 'I love you sayang, makasih ya buat malam ini.' Tangan Arnold memeluk erat Shinta sementara Shinta tersenyum puas 'Kau adalah milikku Arnold!!.'

__ADS_1


Keesokan paginya Anna terbangun dari tempat tidurnya, dia menggumam 'Waaaaaahhhh, ternyata aku ketiduran dan gak mandi, kalo mama tau bisa berabe nih.' Shinta mengecek pesan di handphone nya, ternyata tidak ada balasan lagi. Orang itu cuma sekali mengiriminya pesan, dan itu sangat membuat Anna penasaran. Anna masuk ke kamar mandi, handphone Anna berdering, rupanya Ray menelpon Anna. Sebanyak lima kali panggilan dari Ray untuk Anna.


Di rumah Ray, Ray cemas karena pagi-pagi dia telepon Anna sebanyak lima kali tapi tidak di angkat. Lalu Ray menelpon Arsy 'Halo dek, kakakmu ada?' Arsy menjawab 'Ohh kak Ray, bentar ya ak panggilin dulu. Kaaaaaaak... kak Ray telepon nih. Kaaaaaak..' Arsy mengetuk pintu kamar Anna tapi tidak ada jawaban. 'Kak Ray, kayaknya Anna masih tidur. Tadi malem pulang malem dia, coba nanti telepon lagi kak.'


Ray menjawab 'Ohhh .. oke dek, makasih ya.' Dia bergumam 'Kemana Anna ini.' Lalu ada telepon dari Shinta 'Haloo.. ada apa?.' Shinta mengeluarkan suara manja ke Ray 'Hari ini diundang mama ke rumah sayang, kamu datang jam 10 pagi ya, harus ontime jangan molor.' Shinta sedikit menggertak Ray 'Oke.. ak agak telat, mau mampir kantor sebentar.' Kayaknya Shinta tidak mau tahu dengan jawaban Ray 'Jangan telat sayang, kalo telat aku jemput nih ke kantormu.'

__ADS_1


Shinta rupanya memiliki temperamen yang buruk dan sangat ambisius. Tidak puas dengan jawaban Ray, Shinta kembali menelpon Ray sampai sepuluh kali panggilan. 'Kenapa sih nih orang, susah banget di call, jangan remehi aku ya Ray. Kamu pasti bertekuk lutut sama aku.' Shinta membanting gelas yang di depannya hingga pecah berkeping-keping. Belum puas dengan gelas yang pecah, Shinta kembali membanting remote yang ada di depannya ke televisi yang ada di kamarnya.


Di lain tempat, Anna menyiapkan beberapa pakaian untuk di bawa staycation bersama teman-temannya. Sambil bernyanyi-nyanyi kecil, Anna memasukkan beberapa baju, peralatan make up, peralatan mandi ke dalam kopernya. Handphone di sebelah Anna berbunyi, rupanya Ray menelpon Anna lagi. Tapi Anna membiarkannya saja sampai telepon dari Ray beehenti. Anna bergumam 'Sabar An... sekarang saatnya kamu meghindar dari Ray, kalo kamu udah siap dengerin semuanya, baru kamu telepon Ray.' Anna menepuk-nepuk punggunya sendiri, berusaha menenangkan diri lagi.


Telepon Anna kembali berdering, Ray telepon lagi dan lagi. Anna pun tidak menggubrisnya lagi. Ada lima kali miscall dari Ray. Anna berusaha cuek sambil terus berbenah dan siap-siap.

__ADS_1


Telepon Anna kembali berdering, Anna meliriknya dan langsung mengangkatnya 'Hai Shaanee... Oh kamu diluar?. Okee tunggu bentar ya, bentar lagi aku keluar.'


BERSAMBUNG


__ADS_2