Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
62. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

Sementara itu di apartemen Shane, Anna mencoba untuk memejamkan matanya namun tetap tidak bisa.


Dia bangkit dari tempat tidurnya, berjalan pelan melihat-lihat sekeliling. Kemudian berjalan keluar dari kamar.


Kleeeekk...


Pintu kamar terbuka, Anna keluar dari kamar hendak ke dapur untuk mengambil air putih. Kemudian Anna melihat ada Shane yang sedang duduk menghadap laptopnya.


"Anna.. Kamu belum tidur??.", Shane kaget karena Anna tiba-tiba muncul di depannya.


"Ehhh.. belum Shane. Aku gak bisa tidur. hehe", Anna sedikit nervous.


"Mau di temenin??", Shane membuat Anna tak berkutik.


"Ahhh.. aku disini aja Shane. Sambil nemenin kamu ya. Ehmm.. ngerjain apa emang?? Demammu udah turun kah?", Anna meletakkan telapak tangannya di kening Shane.


Shane dengan cepat memegang tangan Anna dan menarik tubuh Anna supaya lebih mendekat ke arahnya. Lalu.. cuuppp..


Shane mencium bibir Anna dengan lembut. Anna terlihat malu2 dengan ciuman Shane.


Shane berbisik ke telinga Anna, "Makasih ya An udah ngerawat aku pas lagi sakit. Thank u." , Cuuppppp...

__ADS_1


"Shaneeee...", Wajah Anna tampak memerah akibat ciuman kedua dari Shane.


Lalu mereka berdua kembali berciuman, kali ini lidah mereka berdua ikut bermain bersama. Shane menaruh tangan di pinggang Anna. Kemudian menarik pinggang Anna supaya lebih mendekat ke tubuhnya.


Tak berhenti sampai di situ, Shane juga mencium kening serta leher Anna dengan mesra.


"Shanee.. udahh ah.. Kerjain tugasmu. Ehh.. tadi belum kamu jawab. Tugas apa?," Anna memberondong Shane dengan berbagai macam pertanyaan.


Shane tersenyum manis sambil terus melingkarkan kedua tangannya di pinggang Anna, "Papa ku minta bantuan suruh ngecek proyeknya. Aku ambilin bantal sama selimut ya, kamu tidur di sofa sama temenin aku."


Shane bergegas masuk ke kamar dan mengambil bantal serta selimut. Anna hanya mengangguk pasrah.


Dalam hati Anna senang sekali karena menghabiskan waktu bersama kekasih barunya.


Anna tertawa dan membalas ciuman Shane. Mereka berdua terlihat sangat senang.


Tak lama kemudian Anna tertidur di sofa, dan Shane dengan mesra menyelimuti tubuh Anna dengan selimut. Kemudian mengecup kening Anna, "Have a nice dream sayang."


*****


Shinta dilarikan ke rumah sakit oleh Ray karena benturan pada perutnya, dan mengalami pendarahan.

__ADS_1


Shinta terus mengerang sambil memegangi perutnya. "Shinta.. masih sakit??." Ray bertanya sambil kebingungan.


Sementara Shinta masuk ke ruang operasi, Ray berjalan mondar-mandir di depan ruangan. Kemudian ada beberapa dokter yang hendak masuk ke ruangan.


Dengan sigap Ray mencoba menghentikan dokter itu dan berkata, "Dok, tolong selamatkan anak dan ibunya.".


Dokter itu berkata, "Baik pak. Kami akan berusaha sebaik mungkin. Tolong bantu kami dengan doa ya pak."


Beberapa jam kemudian, terlihat Anna didorong keluar dari ruangan untuk dimasukkan ke kamar perawatan.


Ray sekilas melirik wajah Shinta yang pucat. Sambil menghela nafas panjang, Ray bergumam "Syukurlah.. bayi dan ibunya selamat."


Semalam suntuk Ray menunggu Shinta yang masih tertidur akibat obat bius. Ray tidur sambil duduk di sebelah Shinta.


Tok tok tok...


Ray membuka pintu, dan datang perawat mengabarkan kalau dokter ingin bicara dengan Ray.


Kemudian Ray berjalan menuju ruang dokter, dan segera masuk ke dalam.


"Selamat pagi pak Ray. Alhamdulillah bayi dan ibunya selamat dan sekarang lagi masa pemulihan. Mengenai tes DNA yg pak Ray inginkan terhadap janin bu Shinta. Sebetulnya bisa2 aja ya pak. Cuma tes DNA pada janin memiliki resiko membuat keguguran. Apalagi bu Shinta baru mengalami kecelakaan." , Dokter dengam detail menjelaskan kepada Ray.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2