Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
61. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

"Ya, Haloo", Airin meraih ponsel Ray dan segera menjawab telepon dari Shinta.


Shinta tersentak kaget mendengar jawaban dari ponsel Ray, "Kamu siapa?".


Airin tersenyum sinis dan berkata, "Aku pacar Ray. Kamu siapa?".


"Kamu jangan mengada-ada ya. Mana Ray??!!", Shinta berteriak kepada Airin. "Oh Ray masih tidur. Perlu aku bangunin kah nona?".


"Gak perlu. Aku minta alamatmu!!!!", jawab Shinta ketus.


Ting tong..


Shinta sudah berdiri di depan rumah Airin dengan kemarahan yang memuncak.


Masih hening!! Rupanya tidak ada yang membuka pintu. Lalu Shinta memencet bel lagi.


Klek..


Terdengar suara pintu dibuka, dan dibalik pintu terlihat Airin hanya mengenakan celana pendek biru dengan atasan tanktop hitam. Rambut Airin terlihat basah.


"Siapa??", Airin sengaja pura-pura tidak mengenali Shinta yang berdiri penuh emosi di depan pintu.


Braaakk...

__ADS_1


Shinta menerobos masuk ke rumah tanpa ijin Airin. Dia bergegas masuk dan berteriak memanggil Ray dengan keras.


Airin hanya tersenyum sinis dibelakang Shinta, "Ray ada di kamar".


"Ray.. apa yang kamu lakuin sama aku Ray!!!!!", Shinta terus berteriak mencari Ray dan membuka pintu kamar.


"Ray... Ray.. di mana kamu??!!! Jangan sembunyi!!!!" , Shinta berkeliling di kamar sambil mencari Ray.


Klek..


Pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Ray dari dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang di lilitkan ke pinggangnya.


Mata Shinta terbelalak tidak percaya begitu melihat Ray keluar dari kamar mandi seorang wanita.


"Apa yang kamu lakukan di rumah wanita ini???!!." Shinta berteriak dan mencoba menampar wajah Airin.


"Tolong kamu keluar dari rumah Airin. Jangan bikin gaduh di rumah orang!!!", Ray dengan santai mengusir Shinta agar segera keluar dari rumah Airin.


"Gak bisa. Kamu harus jelasin semuanya ke aku. Kenapa kamu tega sama aku??", Shinta berlari mendekat ke arah Ray tapi dengan cepat Ray menghentikan Shinta.


"Jelasin apa Shinta??. Semua sudah jelas. Gak ada yang perlu dijelasin. Kita bubar aja. Dari awal yang memulai perselingkuhan adalah kamu, bukan aku", Ray mencoba menahan emosinya.


"Dari awal aku gak pernah cinta sama kamu.", Ray menegaskan kepada Shinta kalau selama ini hubungan mereka karena terpaksa.

__ADS_1


"Tapi aku hamil anak kamu Ray. Aku cinta sama kamu", Shinta tetap ngotot ingin mempertahankan hubungannya dengan Ray.


"Yakin itu anakku?? Bukan anak arnold??." Shinta terdiam beberapa saat.


"Tapi.. kita kan udah ngelakuin itu Ray. Kamu gak ingat malam itu??." Shinta tetap berkelit dan beralasan bahwa bayi yang dikandungnya adalah anak Ray.


"Hey kamu!!!.", Shinta menunjuk muka Airin.


"Jangan harap kamu bisa memiliki Ray ya. Ray sudah bertunangan sama aku. Kita akan segera menikah bulan depan. Ray tetap akan menikah denganku. Ray milikku!!", Shinta mulai berteriak lagi dan tiba-tiba berjalan menuju Airin dengan kedua tangan siap menampar wajah Airin.


Plaaakkk...


Tamparan yang sangat keras menghantam wajah mulus Airin.


"Shintaa!!!!!.", Ray berteriak.


"Arrggghhhhh...", Airin terhuyung mundur ke belakang sambil memegang pipinya.


"Kamuuuu..", dengan cepat Airin berjalan ke arah Shinta, kemudian kedua tangan Airin mendorong Shinta.


Dan bruuukkkkk...


Shinta terjatuh dan perutnya seketika menatap lemari kecip di belakangnya. Shinta meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


"Arrrggghhhhh.... tolong Ray. Perutku!!! Arrrghhhhhhh....", Shinta duduk dengan memegangi perutnya sambil berteriak kesakitan.


BERSAMBUNG


__ADS_2