
Tok.. tokk.. tokkk
"Kak An, dipanggil papa. Di tunggu di ruang makan.", Arsy berteriak memanggil kakaknya.
"Ya. Sebentar kakak turun.", Anna bergegas turun ke bawah dan menuju ruang makan.
"Pagi Papa, pagi Mama.", Anna menghampiri mamanya dan mencium pipi mama.
"Anak mama udah lulus. Selamat ya. Ehh mau minta kado apa?." Mama Via dengan riang gembira bermaksud untuk memberikan kado kepada Anna.
"Ahhh.. apa ya?? Anna pikir dulu deh ma.", Anna senyum sumringah.
"Gimana?? Udah kamu pikirkan matang-matang belum tawaran papa??.", Papa Dave tiba-tiba bertanya tentang sekolah ke luar negeri kepada Anna.
"Belum pa. Anna bingung antara mau kerja dulu apa sekolah lagi.", Anna memang masih bingung, di satu sisi dia ingin melanjutkan study lagi, di satu sisi dia tidak ingin berjauhan dengan Shane.
"Jangan lama-lama sayang mikirnya. Ingat!! Kesempatan belum tentu datang dua kali. Papa kasih kamu waktu 1 bulan untuk berfikir. Dan cepat buat keputusan. Oke sayang??.", Papa Dave rupanya tidak main-main untuk menyekolahkan anaknya ke luar negeri.
"Bener kata papamu sayang. Kamu masih muda. Raihlah pendidikan setinggi-tingginya mumpung ada kesempatan.", Mama Via menimpali omongan Papa Dave.
Arsy yang dari tadi diam, tiba-tiba berceloteh, "Kak Anna galau Pa. Dia gak tega ninggalin kak Shane."
__ADS_1
Arsy berceloteh sambil tertawa usil. "Aduuuuhh.."
Rupanya kaki Anna sengaja menginjak kaki adiknya tersebut, supaya Arsy segera diam dan tidak melantur kemana-mana.
"Sakit kak!!! Huuhhh, awas ya kubilangin kak Shane ya.", Arsy mendelik tajam ke arah Anna.
"Sudah-sudah jangan bertengkar, ayo makan dulu.", Mama Via menengahi kedua kakak beradik itu supaya tidak bertengkar.
Anna memandang Arsy dengan tatapan ingin mengajak berantem karena mulutnya yang tidak bisa diam. Begitu pula Arsy, yang tetap meledek kakak semata wayangnya itu.
****
Shane keluar dari kamar mandi, rambut basahnya semakin membuat Shane terlihat tambah tampan. Kulit putihnya yang bersih dan badannya yang tegap semakin menambah kegantengannya.
Lalu Shane menambahkan aksesoris berupa jam tangan , dan tak lupa memakai sneakers berwarna putih.
Shane berjalan keluar dari kamarnya, mengambil ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas.
Klik..Klikk..
Shane membuka kunci mobilnya Sebelum bergegas menjemput Anna, Shane hendak menelepon kekasihnya.
__ADS_1
Namun matanya melihat ada pesan dari Isha, "Aku sakit. Kamu bisa kesini?."
Rupanya Isha mulai mengganggu Shane. Shane tidak membalas pesan dari Isha. Dia lantas menelepon kekasihnya supaya bersiap-siap, "Sayang, aku berangkat. Kamu siap-siap ya."
"Oke sayang. Ini Allia udah di rumahku. Nanti yang lainnya langsung ke resto.", terdengar suara sumringah Anna di seberang telepon.
****
Shane tiba di rumah Anna lebih awal karena dia ingin segera bertemu dengan pujaan hatinya. Setelah seminggu lebih mereka tidak bertemu. Dan bruughhhhh...
Anna berlari memeluk Shane untuk melepas kerinduan, "Kangen ya?.", Shane tertawa melihat tingkah konyol Anna.
Anna mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat. Shane yang melihat hal itu langsung senang bukan main, karena Anna sangat merindukannya.
Sementara dari kejauhan tampak Allia memasang wajah memelas dan tampak tak percaya dengan kelakuan dua sahabatnya, "Okeee... gue serasa ngontrak disini. Dunia milik kalian berduaaaa."
"Yaaahh namanya juga lagi kangen Al. Makanya cepet cari pacar dong!!!." Anna meledek temannya itu.
Ceklekkk...
Tiba-tiba papa Dave membuka pintu depan, dan mendapati anak kesayangannya sedang berpelukan dengan kekasihnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG