Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
85. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

Shane melakukan hal yang sama, yaitu melempar jaket nya ke tempat tidur. Dia merasa sangat marah karena Anna benar-benar tidak mau menerima penjelasan dari dia.


Shane merasa itu hanyalah sebuah kesalahpahaman yang langsung dapat di selesaikan saat itu juga. Tapi berbeda dengan Anna, dia menganggap kesalahan Shane sudah sangat fatal karena Shane tidak mau jujur.


Sebuah pesan masuk ke ponsel Shane, "Shane, papa minta tolong gantiin Papa dinas ke Singapura selama dua minggu. Jadwal Papa bentrok. Nanti kamu berangkat sama kakakmu."


"Berangkat kapan Pa?."


Sebuah pesan dari papa masuk lagi ke ponsel Shane, "Lusa berangkat. Papa minta tolong ya."


"Oke Pa. Siap "


Rupanya Shane memutuskan untuk menerima tawaran dari orang tuanya, dengan tujuan untuk menenangkan diri sebentar. Dengan maksud jika Shane balik ke Indonesia setelah dua minggu, siapa tahu hati Anna sudah mencair dan mereka bisa berbaikan lagi.


Berbeda halnya dengan keinginan Anna. Di ruang kerja papanya, Anna tengah bersiap-siap untuk berbicara dengan papanya tentang kelanjutan study dia ke luar negeri.


Anna sudah bertekad untuk melanjutkan kuliahnya, "Papa mama, sudah Anna putuskan untuk melanjutkan kuliah di Inggris. Anna siap berangkat kapanpun."


Mama rupanya agak kaget dengan keputusan Anna, karena dia tau kalau Anna sedang dekat dengan Shane, "Udah yakin, nak?."

__ADS_1


"Udah ma. Sudah Anna pikirkan matang-matang. Demi masa depan Anna juga."


"Shane gimana?." Mama Via bertanya kepada putri kesayangannya.


"It's okay. Gakpapa." Anna hanya menjawab singkat.


Setelah selesai mengobrol dengan kedua orang tuanya, Anna berjalan menuju ke lantai atas.


Anna berpapasan dengan bibi di tangga, "Bi, bikinin kopi ya. Nanti antar ke kamar Anna. Makasih."


Bibi menjawab dengan sigap, "Siap non. Mau begadang ya?."


"Apa aku yang harus menyapa Shane duluan??." Anna memandangi ponselnya, sebenarnya dia ingin sekali mengirim pesan ke Shane untuk berpamitan.


Anna merasa dia perlu waktu untuk memikirkan kembali hubungannya dengan Shane. Dia merasa hubungannya tidak berjalan mulus karena sering mendapat gangguan dari para mantan mereka.


Dan mereka berduapun enggan untuk terbuka dan saling jujur. Anna berpikir bahwa mereka sementara waktu harus break untuk berpikir dan untuk menenangkan diri.


Panjang umur!!! Akhirnya Shane mengirim pesan terlebih dahulu kepada Anna, " Anna, aku perlu bicara sama kamu. Kapan ada waktu?."

__ADS_1


Deggghhh....


Tiba-tiba Anna berdebar, "Apa yang mau Shane bicarakan? Apa dia minta putus? Dan memilih kembali kepada Isha?."


"Ya. Lusa aku senggang. Kita bertemu di tempat biasa." Anna menjawab pesan dari Shane.


"Aku aja yang datang ke rumahmu. Atau kamu datang ke apartemenku." Shane hanya memberikan dua pilihan.


"Oke. Aku yang datang. Jangan di rumahku." Setelah itu mereka berdua tidak saling membalas pesan.


"Hhhhhhh... kenapa jadi canggung sekali." Gumam Anna sambil menghela nafas.


"Non, kopinya bibi taruh di meja ya." Bibi masuk ke dalam kamar Anna untuk menaruh kopi di meja.


"Oke bi. Makasih ya." Anna bergegas mengambil secangkir kopi buatan bibi, lalu segera meminumnya sambil melamun di balkon kamar.


"Duhh bener-bener gilaak. Kenapa berat banget ninggalin Shane. Tapi aku terlanjur sakit hati karena dia gak jujur. Aku cuma pengen liat usahanya dia buat dapetin aku lagi. Tapi beraaaat kalo harus pisah." mata Anna berkaca-kaca tanda kesedihan sedang melandanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2