
"Annaaaa... kamu gilaaaa!!!! Arrrrrggghhh", Anna mengacak-acak rambutnya sambil mondar-mandir di balkon kamarnya.
Bibi memperhatikan majikannya sebentar lalu bibi segera menyapa, "Non Anna kenapa??".
Anna nampak terkejut dan hampir keseleo kakinya gara-gara sapaan bibi yang tiba-tiba, "Bibiiii... bikin kaget ajaa ihhh".
"Laaahh saya dari tadi manggil non, tapi non Anna malah ngacak-ngacak rambut sambil jingkrak-jingkrak. hihihiii", Bibi tertawa melihat kelakuan majikannya.
Anna kemudian tertawa menahan malu karena ketahuan sang pembantu rumah tangganya, "Heheee... maaf bi, gak denger. Makasih ya tehnya".
Kemudian bibi mengangguk dan segera keluar dari kamar Anna. Ponsel Anna tiba-tiba berbunyi.
"Aduhhh... Ray telepon. Gak sanggup aku diberondong pertanyaan dari Ray", Anna membiarkan ponselnya berbunyi berkali-kali. Dia tetap berdiri di balkon kamar sambil memandang jauh ke depan.
"Anna, bisa kita bertemu??", pesan singkat dari Ray rupanya membuat Anna kebingungan.
"Aku sibuk Ray", Anna membalas dengan singkat.
"Maksud kamu apa An, kirim foto tadi??", Ray tetap meminta penjelasan dari Anna.
"Aku telepon ya", Ray keburu mengirim pesan lagi ke Anna.
Anna bermaksud menjawab pesan dari Ray, tapi Ray sudah meneleponnya. Anna masih membiarkan telepon dari Ray.
Anna semakin bingung harus berkata apa kepada Ray, akibat perbuatannya mengirim foto -foto mesar Shinta dengan lelaki lain, Anna merasa takut untuk menjelaskan kepada Ray.
__ADS_1
"Tolong angkat, Anna".
Dengan berat hati, Anna mengangkat telepon dari Ray, "Haloo Ray".
"Apa kabar??", Ray menanyakan kabar Anna dengan singkat.
"Baik. Maaf ya aku ngirim sesuatu yang membuatmu tidak nyaman atau marah. Sebenernya...", sebelum Anna melanjutkan, Ray memotong kata-kata Anna.
"It's okay An. Gak masalah. Aku yang makasih", jawaban dari Ray cukup singkat dan tidak menyudutkan Anna.
Sebelum Anna berbicara lagi, "Bisa kita ketemu, Anna??", Ray rupanya meminta bertemu dengan Anna.
"Ehhmm.. akhir-akhir ini aku sibuk skripsi Ray", Anna mencoba untuk menolak ajakan Ray.
"Tapi Ray..", Anna bimbang haruse menjawab apa.
"Ada yang mau kubicarakan. Sebentar saja, please!!", Ray kembali mencoba untuk bertemu Anna.
Akhirnya Anna luluh juga dengan permintaan Ray, "Ehmm.. baiklah Ray".
Setelah menutup telepon, Anna berpikir apakah harus memberitahu Shane mengenai hal itu ataukah tidak memberitahu Shane.
***
Keesokan harinya, Ray nampak termenung di kantornya sambil menatap layar ponselnya. Dia memandangi foto ciuman Shinta dan lelaki lain.
__ADS_1
Kemudian Ray tersenyum tipis sambil bergumam, "Dasar wanita licik".
Ray menekan tombol share di ponselnya dan mencari nomor Shinta, lalu Ray terdiam sesaat dan tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk mengirim gambar itu ke tunangannya.
Tok..tokk..took..
Sekretaris Ray muncul dari balik pintu, "Pak, ada tamu. Seorang wanita bernama Airin. Apa Bapak mau menerimanya?".
"Suruh dia masuk", perintah Ray kepada sekretarisnya.
"Baik Pak", Gisel, sekretaris Ray berjalan keluar untuk menjemput Airin.
Klekk...
Pintu kantor Ray terbuka pelan, dan seorang wanita seksi muncul dari balik pintu sambil tersenyum, "Aku ganggukah?".
Ray tersenyum tipis, "Ohh enggak. Masuklah".
Airin mendekati Ray yang sedang duduk di kursi kerjanya, "I miss you", lalu mengedipkan sebelah matanya kepada Ray.
Ray berdiri dan berjalan menuju pintu. Klekkk...
Ray mengunci pintu ruang kerjanya, lalu menarik Airin ke sofa dan menjatuhkannya. Lalu Ray mencium bibir Airin dengan penuh nafsu yang membara.
BERSAMBUNG
__ADS_1