
"Aku masih di luar Ga. Ada perlu apa?." jawab Anna sambil melirik Shane.
Anna tau kalau Shane sedang cemburu dengan Gaga. Tapi tidak mungkin bagi Anna untuk mengabaikan panggilan telepon dari Gaga.
"Gini Anna. Aku ada berkas yang mau ku serahkan ke kamu sekarang, karena besok sudah harus di selesaikan. Apa aku ke tempat kamu sekarang?." Gaga rupanya berniat memberikan berkas penting kepada Anna.
"Aku masih di seputaran kantor Ga. Kalau kamu udah di rumah pasti kejauhan jika harus nyamperin aku ke sini."
Rupanya penjelasan panjang lebar dari Anna tidak di gubris Gaga. Dia tetap pada pendiriannya untuk menyerahkan berkas tersebut kepadanya.
"Oke tidak apa-apa. Aku ke sana sekarang. Tolong shareloc ya."
Anna agak ragu untuk menjawab, "Beneran gakpapa? Jauh lo."
"Beneran!!! Kirim shareloc sekarang ya." Gaga lantas menutup telepon.
Anna dengan cepat mengirim lokasinya kepada Gaga, lalu pandangannya tertuju ke arah Shane, "Gaga mau ke sini ngasih berkas kerjaan, besok sudah harus selesai."
Shane mengangguk, "Oke. Tapi kirim lewat email gak bisa?."
__ADS_1
"Katanya mau di serahkan ke aku berkasnya, aku udah bilang kejauhan tempatku, tapi dia tetep bersikeras ke sini ngasih berkas." entah karena polos atau tidak paham perasaan suka Gaga kepadanya, Anna bercerita kepada Shane tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun kepada Gaga.
"Kamu gak tau kenapa dia tetep ngotot ke sini?." Shane bertanya dengan penuh keheranan kepada Anna.
"Mau ngasih berkas kan??!." jawaban polos Anna membuat Shane tertawa.
"Bukan karena itu Anna."
"Trus??!!." Anna heran dengan sikap Shane yang tiba-tiba menertawakan dirinya, "Shaaaneee, nertawain aku?? Kenapaa?."
"Abisnya kamu lucu sih. Kamu polos Anna." Shane memandangi Anna sambil tertawa lagi.
"Gaga itu suka sama kamu. Dia ngotot kesini bukan karena berkas kerjaan, itu alasan dia aja. Dia ke sini ya mau ketemu kamu. Kamu paham sekarang sayang?."
"Shanee, eee.. eeehmm." sebelum Anna melanjutkan kata-katanya, Gaga memanggil namanya.
"Anna!!."
Gaga berjalan menuju tempat mereka duduk. Spontan Anna melepaskan genggaman tangan Shane.
__ADS_1
"Ohh.. Gaga.. Maaf aku gak tau kalo kamu udah dateng." ucap Anna.
"Aku baru dateng kok." Gaga menjawab dengan lembut, lalu dia menoleh ke arah Shane, "Malam pak Shane. Belum pulang pak?."
Shane tersenyum, "Belum. Lagi nemenin Anna makan."
Shane seolah-olah menjelaskan kepada Gaga bahwa mereka sedang berkencan. Tapi rupanya Gaga tidak terlalu peduli dan terus menatap Anna, "Ini berkasnya. Besok sudah harus selesai."
Shane menyela kata-kata Gaga, "Salut sama pak Gaga, malam-malam rela nganterin berkas demi anak buah."
Sebelum Gaga menjawab, Anna pamit mau ke toilet, "Aku ke toilet bentar ya."
Shane dan Gaga kompak menjawab, "Oke. Silahkan."
Anna berjalan menuju toilet. Anna mencuci mukanya sebentar agar keliatan lebih segar, "Aduhhhh, gawat!! Shane nampak marah. Aku juga gak bisa nolak Gaga ke sini. Aduhhh... aku harus gimana nih?."
Anna mengeluarkan ponselnya dari saku roknya. Lalu dia mulai menelepon Allia, "Angkat dong Allia. Aduhh.. kenapa gak di angkat sih!!!."
Sementara itu kedua lelaki tampan itu beradu tatapan tajam. Gaga terlebih dahulu membuka percakapan dengan menjawab pertanyaan dari Shane, "Demi Anna, saya rela malam-malam ke sini nganterin berkas pak."
__ADS_1
Gaga menjawab dengan tegas, dan hal itu membuat Shane menjadi tambah cemburu. Rupanya Gaga terang-terangan menunjukkan rasa sukanya terhadap Anna di depan Shane.
BERSAMBUNG