
Allia berlari-lari kecil menghampiri Anna dan Shane 'Tumben kalian datang barengan?.' Shane langsung menjawab 'Tadi pas mau ke kampus, ketemu Anna. Sekalian aku angkut deh.' Shane tertawa renyah.
'Hahaha...emang aku barang, ayok ke kelas, udah telat nih.' Mereka bertiga bergegas ke kelas. Sementara dari kejauhan nampak seseorang masih membuntuti Anna.
Nampaknya Shinta masih berniat untuk menemui Anna. Lalu dia mengirim pesan ke Anna 'Ayo kita ketemu. Aku tunangan Ray.' Telepon Shinta berdering, 'Kamu dimana?.' Terdengar suara Ray, 'Aku dikampus Anna. Mau nemui Anna, mau nyuruh Anna mutusin kamu sayang, biar gak ada lagi yang ganggu pertunangan kita.' Ray berteriak 'Noooo, kamu pergi dari kampus Anna oke?. Biar aku yang menjelaskan semua ke Anna. Please kamu jangan ikut campur dan jangan ganggu Anna. Please kamu pergi dari kampus Anna. Kumohon.'
Shinta tampak keberatan dengan ucapan Ray, 'No, ak pikir kamu pasti gak bakal mutusin Anna. Inget Ray, tanpa papaku, tanpa aku, tanpa bantuan papaku, keluargamu gak akan kayak sekarang Ray. Inget itu kan?'. ancam Shinta.
__ADS_1
'Oke, aku tau dan ngerti. Tapi please jangan ganggu Anna. Dia gak ngerti apa-apa. Biar aku yang jelasin semua ke Anna.' Shinta tetap dengan pendiriannya, dia tetap menunggu Anna pulang dari kampus. 'Enak aja kamu nyuruh aku mengalah. Aku gak akan pernah kalah dari Anna.' gumam Shinta.
Ray tampak cemas dan gusar, dia bergegas keluar dari ruang kerjanya. Tapi dia berhenti dan berpikir, kalau dia ke kampus Anna sekarang, yang ada mereka bertiga bakalan cekcok dan menjadi rame. Dia urungkan niatnya dan kembali ke meja kerjanya lagi. Ray meraih handphone nya dan segera menulis pesan ke Anna 'Ayo nanti malam bertemu, aku ingin bicara.' pesan terkirim dan Ray menghela napas panjang.
Handphone Anna bergetar di saku celananya. Ingin sekali dia mengambil handphone-nya, tapi di urungkan niatnya karena sang dosen berada tepat di samping Anna. Setelah hampir dua jam di ruang kelas, akhirnya selesai juga kuliah Anna hari ini. Anna bergegas keluar ruangan, segera mengambil handphone dan membaca pesan dari Ray.
Allia berlari menghampiri Anna dan menepuk pundak Anna, 'Heeeeeyyyyyy..... mau kemana?.' Seru Allia kepada Anna.
__ADS_1
'Waahhh...Allia hahaha.. maaf aku gak denger tadi. Mau ke perpus.' Allia segera merangkup Anna dan menyeretnya ke perpus. 'Duhh, jam segini ke perpus, ayookk kita beli burger aja gimana?.' Anna berbisik 'Aku lagi menghindafi seseorang, pleaseee ikut aku ke perpus ya, pleaseeeeee....' Anna memohon dengan muka memelas.
'Ada apa sih, pake ngindarin seseorang segala An.' Anna menarik tangan Allia lebih keras 'Nanti aku ceritain, sekarang ikut aku aja ke perpus, nanti aku traktir es teh hahahaa..' canda Anna.
'Isssshhh..cuma es teh doang, kagaaaak.. harus sama burger dong.' Allia menimpali candaan Anna. Keduanya bergandengan tangan menuju perpustakaan.
Sesampai di perpustakaan, mereka berdua langsung menuju tempat duduk yang strategis. 'Cepet cerita donk.' desak Allia. 'Aku takut Al mau keluar kampus, dari tadi pagi ada cewek yang mbuntutin aku, dari tempat part time sampai kampus.' Allia terbelalak kaget 'Hahhh... siapaa??.'
__ADS_1
BERSAMBUNG