Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
88. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

"Boleh sayang. Kapanpun Anna pengen berangkat, Papa turuti. Shane gimana?." Papa yang penasaran bertanya kepada Anna tentang Shane.


"Ahh baik-baik aja papa." Jawab Anna dengan tersenyum. Dalam hati kecil Anna, dia tidak mau orang tuanya tahu tentang permasalahannya dengan Shane.


"Baiklah sayang. Pokoknya kamu siapin aja semuanya. Barang-barang yang perlu kamu bawa. Nanti tentang apartemen dan lain-lain biar papa yang urus ya. Nanti mama yang anter kamu. Oke??." Papa Dave mencubit pipi Anna dengan gemas.


"Makasih papa sayang." Anna kembali memeluk papanya dengan erat. "Papa memang yang paling-paling super hebat deh." Anna mengacungkan dua jempol tangannya untuk memuji papanya.


******


Hari demi hari telah berlalu, akhirnya tiga hari lagi Anna akan berangkat melanjutkan study ke luar negeri.


Hubungannya dengan Shane telah renggang karena Anna yang semakin menjauhi Shane. Dia tidak mau berharap banyak meskipun beberapa minggu ini Shane telah menunjukkan usahanya untuk berbaikan dan selalu mendekat dengan Anna.


Anna yang membatasi diri untuk bertemu dan berkomunikasi dengan Shane. Hati Anna sangat-sangat kaku dan tidak gampang untuk di luluhkan.


Taraaaaaaaa!!!!!!!

__ADS_1


Saat Anna membuka pintu restoran, beberapa orang temannya telah memberikan kejutan perpisahan untuknya.


"Taraaaa.... Surprise!!!." Allia dan Sabrina begitu semangat menyemburkan confetti warna-warni ke udara di dekat Anna.


Anna begitu terharu karena teman-temannya selalu ada untuknya saat dia senang maupun susah. Dia segera berlari memeluk Allia dan Sabrina. "Aku sayang kaliaaaaan teman-teman."


Anna menangis sesenggukan, dan kedua temannya dengan sigap langsung meredakan tangisan Anna.


Nampak beberapa teman kampus Anna hadir di situ untuk merayakan perpisahan dengan Anna. Mereka bertepuk tangan menyemangati Anna yang tiga hari lagi bakal meninggalkan Indonesia.


"Semangat Annaaa!!!!! You go girl!!!" Tepuk tangan riuh memadati area restoran tempat mereka berpesta.


Perlahan Anna menghela nafas panjang dan sangat terlihat putus asa. Anna tampak menikmati pesta kejutan yang di buat oleh teman-temannya itu, meskipun Anna tetap merasakan sesuatu yang kurang.


"Anna, kamu nanti berangkat sama sapa?." tanya salah seorang teman Anna.


"Dianter mama sama Arsy. Aku pengen berangkat sendiri aja sih, tapi papa gak tega."

__ADS_1


"Oh ya mana Shane?? Katanya tadi bisa datang." perkataan salah seorang teman Anna langsung membuat Anna terdiam sebentar.


Allia buru-buru mendekati Anna dan berbisik, "Anna, maaf ya. Aku yang undang Shane. Aku tau hubungan kalian lagi ruwet, tapi sebagai temen kan Shane harusnya support kamu."


"Iya gakpapa. Mungkin lagi gak bisa dateng." Anna menepuk-nepuk tangan Allia.


Belum selesai Anna berbicara kepada Allia, sesosok pria tampan berjalan mendekat ke arah mereka. Mata Anna tampak tak berkedip melihat pria itu, kemudian Anna langsung berpaling.


"Shanee... akhirnya dateng juga." Teriak Allia girang.


Shane tersenyum lalu mendekat ke arah Anna, "Selamat ya. Semoga lancar dan sukses di tempat baru." Shane mengulurkan tangannya dan ingin menjabat tangan Anna.


Anna tersenyum dan bersedia membalas uluran tangan Shane, "Makasih."


Nampak teman-teman Anna berbisik-bisik di belakangnya, "Canggung sekali. Mereka udah putus? Aughhhh sayang sekali padahal serasi."


"Hussshhh... gak putus." Allia langsung menimpali teman-temannya itu.

__ADS_1


Malam semakin larut mengiringi pesta perpisahan untuk Anna. Mereka nampak bersenda gurau. Anna dan Shane juga berbaur bersenda gurau bersama teman-temannya. Sejenak mereka melupakan masalah yang tengah mereka hadapi karena mereka menghargai pesta kejutan yang telah di buat oleh teman-temannya.


BERSAMBUNG


__ADS_2