
"Shane!!.", Isha memanggil Shane dari kejauhan. Dia berlari menuju Shane dan berhenti tepat di depan sepasang kekasih tersebut.
"Ada apa kesini?.", tanya Shane dengan datar.
"Mau ada yang aku bicarain Shane. Kamu ada perlu sama Anna?.", tanya Isha penasaran.
Anna tetap terdiam dan tidak mau salah bicara. Dia tidak akan mengungkapkan hubungan asmaranya ke Shane sebelum Shane sendiri yang berbicara.
Dari dulu prinsip Anna memang begitu. Lebih memilih diam dan tidak mengumbar hubungan asmaranya.
"Anna mau ke rumahku. Kenapa? Aku yang ajak dia.", Shane menjawab seperlunya.
"Tapi aku perlu bicara berdua aja Shane. Penting!!.", Isha mencoba untuk mengusir Anna pergi.
"Shane.. Biar aku tunggu di mobil aja ya. Kamu bicara dulu dama Isha.", Anna mencoba mengalah.
Isha rupanya tersenyum sinis mendengar kata-kata Anna.
"Ohh gak usah. Kamu tetap di sini sama aku.", Shane mencegah Anna pergi menunggu di mobil, dia memegang erat tangan Anna.
Isha tampak terkejut dengan perlakuan Shane terhadap Anna. Tidak biasanya Shane memperlakukan Anna seperti itu.
__ADS_1
"Kalian pacaran?.", tanya Isha dengan wajah menahan cemburu.
"Ya. Seperti yang kamu lihat. Kami pacaran sekarang. Kalo kamu ada perlu penting denganku maka Anna juga harus tau.", jawaban tegas dari Shane membuat Isha semakin cemburu dan nyalinya mulai menciut.
"Sejak kapan? Kok bisa?.", Anna mencoba menanyakan secara detail.
"Belum lama. Aku merasa nyaman dengan Anna.", Shane menjawab dengan singkat lagi.
Isha menarik nafas panjang, lalu mulai berkata "Shane, padahal demi kamu aku rela balik ke Indo. Aku pengen memperbaiki hubungan kita. Tapi....."
"Shane!! Udah aku tunggu di mobil aja ya. Selesaikan dahulu masalah kalian.", Anna yang sedari tadi diam akhirnya buka suara.
"Oke.. Aku pulang. Aku akan menelponmu Shane.", Isha langsung melangkah pergi meninggalkan mereka berdua tanpa sekalipun menyapa Anna.
Anna menghela nafas dengan berat, "Kenapa harus ketemu dia disini."
Shane rupanya mendengar Anna yang sedanf bergumam pelan, "Kenapa An?? Ayo masuk."
Anna mengikuti Shane masuk ke dalam, sambil sesekali menoleh ke belakang melihat Isha yang tengah berjalan meninggalkan apartemen Shane.
Sementara Isha yang tengah memasuki mobilnya bergumam pelan, "Aneh!! Kenapa mereka bisa pacaran. Bukannya Anna sudah bertunangan waktu itu. Huuuhhh."
__ADS_1
Isha mendengus kesal sambil melajukan mobilnya dengan kencang.
***
Shane membuatkan Anna segelas minuman dingin, kemudia dia berjalan ke arah Anna dan spontan mencium bibir Anna dengan pelan.
Kemudian tangan Shane mulai merangkul pinggang Anna, dan memainkan lidah agar ciuman mereka terasa lebih menggebu.
Lalu mereka berdua larut ke dalam kemesraan mereka. Shane menarik tangan Anna dengan pelan dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.
Anna tersenyum tipis dan dengan pasrah menerima ajakan Shane untuk masuk ke kamar.
Rupanya mereka tidak mau membahas peristiwa tidak mengenakkan yang terjadi secara beruntun. Mereka memilih untuk menghabiskan waktu dengan bermesraan.
Mereka berdua sangat menikmati waktu bercumbu mereka. Tak sedetikpun mereka melepaskan pelukan mereka.
Sambil menikmati cumbu rayu dari Shane, Anna berkali-kali mencium pipi dan bibir Shane, "I love you."
Shane tersenyum dan menghujani Anna dengan ciuman mesra bertubi-tubi, membuat Anna semakin jatuh cinta dengan sahabatnya itu.
BERSAMBUNG
__ADS_1