
Shane melangkah keluar dari perusahaan sang Ayah menuju prakiran mobilnya. Sekelompok perempuan sedang memperhatikan Shane sambil berbisik-bisik, "Itu anaknya pak Randy kan?? Ughhh gantrng banget ya. Gosipnya sama Pak Randy di suruh join di sini. Wahh kalo beneran join bisa-bisa semua karyawan perempuan pada pingsan nih saking cakepnya. Hahaha."
Sekelompok karyawan perempuan itu sedang bergosip tentang Shane. Shane yang menyadari hal itu terlihat cuek dan sesekali tersenyum kepada para karyawan itu.
Shane mengambil ponsel dan segera menelepon Anna. Sudah empat kali Shane menelepon Anna tetapi belum juga di angkat sampai sekarang.
"Kemana Anna ini. Dari beberapa hari lalu sulit sekali di hubungi. Pesanku juga gak di balas." Shane menggerutu pelan.
Dia langsung mengendarai mobilnya menuju rumah Anna. Begitu sampai di depan rumah Anna, Shane bertemu dengan mama Via yang kebetulan akan berangkat ke luar kota.
"Nak Shane.. Cari Anna ya?." Mama Via langsung bertanya.
"Iya tante." Shane mengangguk sambil menyalami mama Via.
"Lohh.. Anna baru keluar sama Allia san Sabrina. Nak Shane tumben gak janjian dulu sama Anna?."
"Kebetulan ini tadi dari kantor papa langsung ke sini tante. Kira-kira Anna pergi kemana ya tante?." Shane penasaran.
"Tadi sih bilangnya mau hangout sama teman-teman aja. Sebentar coba tante telepon Anna." Mama Via menelepon Anna, "Ya mama." Terdengar suara Anna menjawab panggilan mamanya.
__ADS_1
"Di angkat sama dia. Kalo aku yang telepon enggak di angkat. Kenapa sih Anna!!." Shane kembali menggerutu.
Rupanya mama Via sudah selesai menelepon anaknya, "Katanya lagi di kos Sabrina. Kamu susul aja kesana ya. Tante mau berangkat luar kota dulu ya."
"Ohh iya tante. Makasih dan hati-hati tante." Shane menyalami mama Via dan kembali masuk ke dalam mobilnya serta bergegas menuju kos Sabrina.
Sesampainya di depan kos, Shane menelepon Sabrina "Halo Sab. Anna suruh keluar ya. Aku di depan kos."
"Hahh.. kok tau kalo Anna di sini?." Sabrina kaget karena tiba-tiba Shane di depan kosnya.
"Ada kan dia? Aku tunggu di depan ya." Shane menutup telepon.
Anna mengangguk dengan ekspresi datar lalu keluar kamar menuju ke tempat Shane menunggu.
"Wahhh.. bakal berantem gak ya mereka Al. Secara beberapa hari ini Anna nyuekin Shane." Sabrina menggaruk-garuk kepalanya.
"Eluuu sih Sab. Ngapain pake nunjukin foto-foto itu." Allia mengomel kepada Sabrina.
"Lohhh.. kan kasian Anna kalo dia gak tau yang sebenernya. Lagian Shane gatel amat sih, udah tau dia punya pacar, ehh pacar ke luar kota malah nemenin mantannya." Sabrina juga mengomel.
__ADS_1
"Aduh pasti cuma salah paham aja menurutku. Aku kenal betul sama Shane." Allia mencoba membela Shane.
"Elu masih naksir Shane? Kok belain yang salah?." Sabrina menggoda Allia.
Buuughhhh....
Sebuah bantal langsung melayang ke badan Sabrina. Allia melempar bantal, "Ehhhhhh... ngarang luuuhh.."
*****
Sementara itu, Anna sepertinya enggan untuk menemui Shane. Dia berjalan gontai dan pelan.
Shane menunggunya sambil berdiri di dekat mobilnya. Setelah melihat Anna dari kejauhan, Shane tersenyum dan melambaikan tangannya.
Lalu Shane berjalan mendekati Anna dan tiba-tiba memeluknya, "Aku kangen!! Kenapa telepon dan pesanku gak dibalas sayang??."
Anna mencoba melepaskan diri dari pelukan Shane dan hal itu membuat Shane terkejut.
BERSAMBUNG
__ADS_1