
Anna tersenyum sumringah ketika mendapatkan pujian dari pegawai toko tersebut.
Shane kemudian memandangi wajah Anna dan tersenyum saat menyadari bahwa kekasihnya adalah yang tercantik saat ini.
"Makasih Shane. I love you.", Anna mengucapkan terima kasih kepada Shane dan menatapnya dengan lembut.
Lalu mereka berjalan keluar, menuju mobil Shane. Dan Shane mengantar Anna pulang ke rumah Anna.
"Bye... Hati-hati dijalan sayang. Langsung pulang kan?.", tanya Anna kepada Shane.
"Ohhh.. enggak. Aku mau ke rumah papaku dulu Mau nyelesaikan kerjaan dulu. Sampai ketemu besok di kampus ya.", Shane tersenyum kepada kekasihnya, dan melajukan mobil dengan pelan meninggalkan Anna.
Anna memandangi mobil Shane sampai mobil tersebut hilang dari pandangannya.
Kemudian dia berjalan dengan riang masuk ke dalam rumah sambil bernyanyi kecil.
"Kak Annaaaaaaa... kamu darimana gak pulang? Aku bilangin mama papa ya!!.", Arsy segera memberikan ancaman kepada kakaknya jika kakaknya tidak mengaku.
"Yeeeeee... mama udah ku kasih tau kalo aku nginep di Allia. Kepo aja kamu dek!!!.", Anna menjewer telinga Arsy.
"Arrrghhhhh... kok aku dijewer sih!!! Heyyy... tadi aku tau kamu di anter siapa.. Hayoooo ngaku!!!.", Arsy semakin menjadi-jadi dalam menggoda Anna.
__ADS_1
"Ahhh biarin. Kalo tau memang kenapa??.", Anna juga semakin tertantang dengan sikap adiknya tersebut.
"Kakak udah pacaran sama Shane??.", Arsy semakin curiga
"Ihhhh.... jangan kepo donk dek!! Sudah sana belajar.", Anna mencubit tangan adeknya dan menyuruhnya belajar.
"Aaaawwww... kakak!!! Kesel deh, daritadi main cubit aja. Aku bilangin mama loh kalo kakak pacaran sama Shane.", Arsy menjulurkan lidahnya ke kakaknya.
Sontak Anna mengejar adiknya yang lari duluan masuk ke kamar, "Oooohhh awas ya kamu dek."
Braaakkk bruuukkk...
Pintu kamar Arsy tertutup dengan keras, dan Arsy langsung mengunci pintu kamarnya agar kakaknya tidak bisa masuk ke kamar.
Anna masuk menuju kamarnya, lalu merebahkan diri sebentar di kasur empuknya seraya mengambil ponsel dari tasnya.
Anna bergumam lirih, "Shane udah di rumah papanya belum ya?? Aku tulis pesan aja deh."
"Shane, udah sampai rumah papa?.", Anna mengirim pesan ke Shane.
Ziiinnggg....
__ADS_1
Anna memandangi ponselnya. Sudah 15 menit berlalu, tapi Shane belum membalas pesannya.
"Ahhhh..kemana sih dia? Aku di cuekin.", Anna memasang muka cemberut karena pesannya tak kunjung di balas.
Lalu ponsel Anna berdering. Anna kaget dan hampir saja ponsel jatuh ke wajahnya.
"Arggghhh... hampir aja jatuh. fiuuhhh!!!."
Ray kembali menelepon Anna. Tapi sesuai permintaan dari Shane, Anna tidak menggubris telepon dari Shane.
Sebanyak lima panggilan tak terjawab datang daru Ray. Tapi Anna tidak sekalipun menjawab telepon Ray.
Kliing..
Ada sebuah pesan masuk ke ponsel Anna. Yup.. Pesan dari mantan pacarnya, Ray. Pesan tersebut tertulis, "Kenapa teleponku tidak kamu angkat?? Aku perlu bicara?."
"Kenapa lagi si Ray?? fiuhhh.", Lalu Anna bergegas masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Anna berjalan menuju tempat tidurnya. Sesekali dia melihat ke layar ponsel, menunggu balasan dari Shane.
Jarinya kemudian bergerak untuk segera menekan tombol telepon, "Aku telepon aja. Ehm, tapi pasti dia sibuk kerja. Aduhhh.. aku udah kangen!!.", Anna menggerutu sendiri karena pacarnya belum juga membalas pesannya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Anna tertidur dengan tangan tetap memegang ponselnya.
BERSAMBUNG