Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
23. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

'Halo sayang, gimana kabarmu? kamu sulit sekali ku hubungi', Ray mencoba menggenggam tangan Anna, tapi Anna menepis dengan halus membuat Ray salah tingkah.


'Gak usah basa-basi Ray, langsung jelasin aja sekarang' Anna berusaha menahan amarahnya karena dia tidak ingin membuat keributan di cafe.


'Kamu makan dulu, aku udah pesenin kesukaan kamu', Ray terus mencoba membujuk Anna. Anna menggelengkan kepala, 'Makasih, tapi ak diet'.


'Pasti kamu lupa', Anna menyindir Ray. Ray tak menyangka Anna bakal seketus itu, dia berusaha untuk menggenggam tangan Anna lagi. Tapi Anna tetap menampik tangan Ray. Anna tidak butuh rayuan Ray, tapi butuh penjelasan Ray.


'Sekarang aku mau kejelasan, tolong jelaskan semua di sini'. Anna tetap bernada ketus dan tak mau sedikitpun melihat wajah Ray.


Ray menjadi gugup dan bingung harus mulai darimana, 'Ehmmm... begini Anna. Aku bingung harus mulai darimana, tapi aku mau nyoba njelasin ke kamu'.


'Kamu aja bingung apalagi aku, yang tiba-tiba di buntuti cewekmu, di teror pesan, sementara kamu ngilang'. Anna menjadi sangat emosi karena Ray sangat plin-plan.


'Tolonglah Ray, kita udah pacaran 5 tahun, tapi semudah itu kamu mainin aku. Jawab dong, siapa cewek itu?' Anna bertambah dongkol dan emosi karena Ray hanya diam saja.


'Namaya Shinta. Dia tunanganku'. Duuaaaaaarrrr.... Bagai di sambar gledeek, Shinta langsung mengepal erat kedua tangannya. Ingin sekali dia menampar Ray, tapi dia ingin bersikap elegan dan tenang.

__ADS_1


'Trus?' Sambil menunduk, Anna mencoba mengendalikan emosi dan berusaha untuk tidak menangis. Tapi tidak bisa, air mata Anna sudah jatuh sebelum Anna berhasil mengendalikannya.


Ray memegang tangan Anna, 'Maaf Anna, maafin aku'.


Pecah sudah tangis Anna, dia menangis tersedu-sedu. Tembok kokoh yang ingin di bangunnya pada saat bertemu Ray ternyata runtuh. Hati Anna sangat sakit sehingga dia tidak mampu berkata-kata lagi.


'Aku memang salah, aku yang salah'. Ray menyalahkan dirinya sendiri. Seketika Anna langsung menyahut, 'Yaa... tentu saja kamu salah'.


'Seharusnya aku bisa menolak pertunangan itu. Tapi ternyata itu menyangkut bisnis orang tuaku juga, aku gak bisa berbuat apa-apa. Tapi hatiku hanya untuk kamu Anna'. Ray menghela nafas panjang sambil menunduk.


Anna menepis tangan Ray lagi, 'Trus kamu biarin dia mbuntutin aku, neror aku, padahal aku gak ngerti apa-apa Ray, kamu bener-bener tega Ray'.


Bibir Anna bergetar, tangannya juga ikutan bergetar menahan emosi yang membuncah. Anna mengambil gelas berisi air di depannya, lalu PYAAAARR.... dia menyiramkan minuman tersebut ke muka Ray, kemudian Anna menampar Ray sekuat tenaga. PLAAAAKK....!!!


Ternyata itu semua cuma bayangan Anna saja. Anna mencoba tenang, menghela nafas perlahan sambil menenangkan dirinya sendiri.


Dengan terbata-bata Anna akhirnya memberanikan diri untuk meminta putus, 'Oke Ray.. sudah sangat jelas semua penjelasanmu, kamu gak perlu susah payah untuk memanjangkan penjelasanmu, dan aku sudah cukup paham'.

__ADS_1


'Anna, ak cm sayang kamu, ak cuma pengen sama kamu', Ray tidak tahu malu dengan tetap merayu Anna.


'Lhoo .. kamu maunya gimana? Pacaran sama aku tapi tetep tunangan sama orang lain? Woooww.. enak sekali kamu ya'.


Emosi Anna kembali membuncah, 'Ohhh...jangan salah paham Anna, Aku gak bermaksud kayak gitu. Aku cuma gak mau nglepasin kamu, udah 5 tahun kita bareng-bareng', Ray mencoba menjelaskan ke Anna apa yang ia inginkan.


Tapi semua itu gak masuk akal bagi Anna, 'Udahlah Ray, ak gak bakal maksa kamu mutusin tunanganmu. Aku aja yang pergi, selama ini kamu juga gak pernah mau terbuka sama aku, seolah-olah kamu gak peduli sama aku'.


Ray segera menepis tuduhan Anna, 'Bukan gitu Anna..maksudku'. Anna segera memotong perkataan Ray, 'No Ray, udah gak usah njelasin lagi. Aku paham maksud kamu.. Paham sekali'.


'Aku bukan gak peduli sama kamu Anna, kadang aku sibuk kerja, tapi aku selalu perhatian sama kamu. Cuma masalah pertunangan ini... Akuuu..'.


Perkataan Ray kembali di potong, 'Udah cukup Ray.. Aku yang pergi, aku yang ngalah. Dan tolong bilang sama tunanganmu, jangan teror aku pleaseee.. '


Anna langsung berdiri dari kursinya dan melangkah keluar. 'Cukup sampai sini Ray, makasih'.


Ray memanggil Anna yang sudah melangkah keluar, 'Annaaa... Annaaa tunggu!!!'.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2