Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
51. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Mereka berdua tertawa mendengar celoteh Allia. Rupanya sepanjang perjalanan, Anna tertidur dengan pulas. Sesampainya di depan rumah Anna, Shane tidak membangunkan Allia. Shane malah memandangi Anna dengan tatapan mesra.


Dia sengaja tidak membangunkan Anna, agar Anna bisa tidur lebih lama. Dan Shane dengan leluasa memandangnya.


Shane kemudian mendekatkan wajahnya ke Anna. Tangannya mencoba untuk membelai pipi Anna.


Ketika tangannya hendak menyentuh pipi Anna, tiba-tiba Anna membuka matanya. Shane tampak kaget tapi berusaha untuk tetap tenang.


Kemudia tanpa pernah di bayangkan oleh Anna sebelumnya, Shane mencium bibir Anna dengan lembut.


Tanpa melawan, Anna memejamkan matanya sesaat menikmati ciuman Shane.


Shane yang kemudian sadar sudah melewati batas, menghentikan ciumannya.


"Ohh maaf An", Shane menarik badannya ke belakang. Anna tampak kebingungan sekaligus grogi karena ciuman Shane.


Pipi Anna nampak memerah. Dengan sigap Anna langsung membuka pintu mobil dan melambaikan tangan ke Shane.


Dia buru-buru masuk ke dalam rumah sambil kedua tangan memegangi pipinya.


"Ohhh my god..", Anna tidak bisa menahan senyum sumringahnya.


***


Di tempat lain, tampak Shinta kebingungan sambil memandangi ponselnya. Sudah tiga hari dia tidak mendapatkan kabar dari tunangannya.


Shinta berusaha menghubungi ponsel Ray, tapi tetap tidak di angkat.

__ADS_1


Rupanya Shinta tidak putus asa, dia tetap menghubungi ponsel Ray. Laku terdengar suara seorang perempuan, "Haloo..".


Degghhhh...


Shinta terkejut bukan main, "Mana Ray? Kamu siapa? Kenapa ponsel Ray ada di kamu?".


"Ray lagi tidur...", lalu terputus.


Tutttt.... tuuuutt.... tuuuuttt..


"Halooo... halooooo... halooo", Shinta berteriak.


"Raaayy... dimana kamu? Siapa kamu?", Shinta tetap berteriak meskipun sambungannya sudah terputus.


Karena panik, Shinta melempar ponselnya dan kembali berteriak, "Aaarrrrrgghhhhhh".


Shinta rupanya sudah kehilangan kesabarannya. Dia bergegas menelepon Anna. Sudah ketiga kali Shinta menelepon Anna, tapi tidak ada jawaban dari Anna.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Shinta bergegas keluar dari rumah dan menuju ke rumah Anna.


Sesampainya di depan rumah, Shinta langsung bertanya kepada satpam, "Saya mau menemui Anna pak. Tolong panggilkan", terdengar nada ketus dari Shinta.


***


Anna menjawab telepon dari pak satpam yang bekerja di rumahnya, "Ya pak. Ada apa?".


"Non, ada tamu lagi nyari Non Anna. Serorang perempuan cantik. Katanya ada perlu penting Non", jawab pak satpam.

__ADS_1


"Ohh.. baik pak. Bentar lagi turun".


"Siapa malem-malem gini.", Anna membuka pintu kamarnya dan turun ke bawah.


Anna berjalan sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Suasana hatinya lagi bagus, sesekali dia melihat ponselnya.


Kleekkk...


Pintu pagar Anna terbuka, dan Anna melihat seorang perempuan memakai celana jeans hitam, dengan memakai atasan singlet putih dengan rambut yang tergerai panjang.


Degghhhh...


Anna merasakan seluruh kakinya terasa kaku untuk melangkah ke depan.


Belum selesai rasa terkejut Anna dengan kehadiran Shinta di depan rumahnya, Shinta sudah menghardik Anna, "Dimana Ray?!!!".


Anna menjawab pertanyaan Shinta dengan sedikit gagap, "Ray???".


Anna menghela nafas panjang, lalu memberanikan diri melawan rasa gugupnya, "Gak salah kamu tanya aku?? Harusnya kamu gak perlu jauh-jauh kesini hanya untuk sekedar menanyakan dimana Ray".


Shinta tetap tak bergeming, "Kamu sembunyikan dimana tunanganku? Sampai berhari-hari dia tidak bisa kuhubungi?!!!?".


"Maaf Nona. Kamu salah alamat.", Anna beranjak pergi meninggalkan Shinta.


Shinta berteriak dan berlari untuk mencegah Anna masuk, "Tunggu!!!! Katakan dimana tunanganku gadis kurang ajar!!!".


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2