
Ting toong...
Bel pintu apartemen Shane berbunyi, "Aku gugup. Aku gak siap. Tapi hubungan kami gak sehat karena sama-sama gak mau jujur."
Shane membuka pintu, lalu tersenyum kepada Anna dan mempersilahkan kekasihnya masuk.
Anna masuk ke dalam apartemen dengan rasa canggung. Sebenernya Anna masih mencintai Shane dengan sepenuh hati, tapi Anna merasa dibohongi Shane. Dan kejadian di rumah sakit kemarin membuat Anna kehilangan 100% kepercayaannya kepada Shane.
Anna berharap Shane mampu merubah sikapnya, dan lebih mengejar Anna. Tapi kenyataannya sikap Shane malah terkesan biasa saja dan tidak menyiratkan penyesalan.
Anna melangkah masuk dan duduk di kursi tamu, "Mari bicara." Nada bicara Anna terkesan sangat datar.
"Mau minum apa sayang?", Shane mencoba untuk merayu Anna.
"Gak usah. Aku kesini cuma mau bicara aja. Aku cuma bentar aja, masih ada urusan yang perlu kuselesaikan." Anna tetap berbicara dengan nada datar.
Lalu tiba-tiba Shane mendekati Anna, dan duduk di samping Anna. Shane menggenggam tangan Anna dan meminta maaf, "Maafin aku."
__ADS_1
Di dalam hati Anna berkata, "Dari kemarin kamu cuma minta maaf tapi gak berusaha untuk menyenangkan hatiku."
"Minta maaf buat apa?." Anna berpura-pura untuk masa bodoh.
Sebelum Shane sempat bicara, Anna sudah memotong, "Shane, aku mau lanjut kuliah ke luar negeri. Bulan depan aku berangkat."
Shane sangat terkejut dan berusaha untuk tetap tenang, "Kenapa tiba-tiba jadi berangkat?."
"Sudah kupikirkan matang-matang Shane. Hubungan kita lagi gak baek, di antara kita terlalu banyak ketidakjujuran. Sementara aku pengen nenangin diri." Anna mencoba menahan air matanya.
"Ketidakjujuran gimana? Selama ini hubungan kita baik-baik aja Anna. Memang aku waktu itu yang salah, sangat salah!! Aku juga udah minta maaf."
"Kamu rasanya yang lagi bosen atau gak mau sama aku. Hubungan baik-baik kayak gini kok di bilang gak baik." Shane terlihat mencoba menahan amarahnya.
"Waktu mantan kamu gangguin kamu, aku juga gak marah sampai kayak gini. Yang kemarin itu udah aku jelasin semua, udah aku tunjukin pesan mamanya Isha. Tapi kamu tetep gak mau ngerti dan gak peduli." Shane berdiri dan berjalan mondar-mandir.
"Come on Anna!!! Ini cuma masalah sepele yang gak perlu di besar-besarin lagi!!." Lalu Shane kembali duduk sambil menahan gejolak amarah di dadanya.
__ADS_1
Anna melotot menatap tajam ke arah Shane, "Masalah sepele katamu Shane?."
"Bagimu sepele tapi bagiku tidak. Kamu udah gak jujur sama aku. Bagiku hal itu menandakan bahwa hubungan kita sedang tidak baik-baik saja. Trus apa aku salah kalo aku mau lanjutin study ke luar negeri??."
Shane tersenyum dingin, "Aku gak nyalahin kamu lanjut study ke luar negeri. Mana kata-kataku yang nyalahin kamu? Kata "nenangin diri" dari kamu itu yang bikin aku speechless, Anna!!."
Ting tooong..
Bel di rumah Shane tiba-tiba berbunyi. Sementara kedua kekasih itu masih berdebat dengan panas mengenai kelanjutan hubungan mereka.
Nampak di luar pintu Isha berdiri sambip membawa buah tangan, "Apa aku udah keliatan cantik?." Gumam Isha sambil mengeluarkan cermin dari tas nya.
Kemudian mengambil lipmatte warna merah dari tasnya, dan mengoleskan secara perlahan di bibirnya, "Ahhh.. sudah cantik."
******
Sedangkan di dalam apartemen, Anna memantapkan pilihannya untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, dan meminta break kepada Shane.
__ADS_1
"Gak bisa Anna. Aku gak mau break!!! Kita bisa kok Long Distance Relationship. Gak masalah!! Kalo aku kangen aku bisa berangkat ke Inggris." Shane membantah semua keinginan Anna.
BERSAMBUNG