
Bruughhhhh...
Anna dan Shane jatuh terjerembab ke lantai dengan posisi Anna di atas Shane.
"Aawwwhhh...", Shane mengerang perlahan.
Anna hanya memandangi wajah tampan Shane. Dan dia terkunci ke dalam keterpesonaannya terhadap wajah Shane yang sangat tampan.
Mereka berdua saling berpandangan lama, lalu tanpa sadar, tangan Shane mendekap erat pinggang Anna. Kemudian memeluknya dan berkata, "I love you".
Shane mengecup bibir Anna pelan tapi manis. Rupanya Anna sudah terbuai dengan wajah dan kecupan Shane yang tiba-tiba.
Bibir Anna membalas ciuman Shane dengan lembut. Tanpa malu-malu lagi, mereka berdua melanjutkan ciuman dengan durasi yang sangat lama.
Setelah puas berciuman, mereka tertawa bersama, saling tersipu malu. Dan Anna mendadak langsung berdiri dan memegang dahi Shane.
"Masih demam, ayo minum obat dulu." , Anna balik badan sambil memegangi pipinya yang merah dan jantungnya yang berdetak cepat.
Dia kelimpungan mencari obat demam, padahal obat itu ada di meja.
"Cari apa An??." , tanya Shane sambil tersenyum.
"Ehh... itu, ehmm.. obat demam kamu." Anna masih tersipu malu.
"Tuh, obatnya nangkring di meja."
__ADS_1
"Ohh...iyaa.", Anna mengambil obat sambil tertawa malu. Lalu dia menarik tangan Shane dengan lembut menuju kamar tidur.
Shane hanya pasrah dan menuruti apa kemauan Anna. Anna menyodorkan obat dan air putih kepada Shane.
"Minum, lalu istirahat ya.", Anna memerintah Shane.
"Iya sayang.' , Shane mencoba menggoda Anna.
"Ssstt...shaanee, ngacoo!!." , Anna memukul tangan Shane.
"Awwwww.... sakit.", Shane mengerang perlahan.
Anna langsung memeluk Shane sambil mengucap, "maaf.. gak sengaja. Udah ahh, kamu istirahat, tidur. Aku tungguin sampe tidur ya. Abis itu aku pulang."
"Gak mau. Kamu tidur sini aja, di kamar sebelah. Please!!.", Shane merengek memohon seperti anak kecil.
"Bilang aja tidur di kos Allia. Allia udah tau kok. Tenang aja.", Shane terus membujuk Anna.
"Bentar aku telp Allia dulu."
Anna mengambil ponselnya di tas yang tergeletak di ruang tamu, lalu seger menelpon Allia. "Halo Al. Ehm... aku lagi di rumah Shane. Dia lagi demam, gak mau di tinggal."
"Iyaa tau. Udah kuduga. hahaha.. Duh aku jadi deg-degan deh.", Allia menggoda Anna.
"Al.. jangan gitu donk. Aku kan malu. Aku bilang ke mama ku kalo nginep kosmu ya. Aku gak seranjang kok sama Shane.", Anna mencoba menjelaskan dengan detail kepada Allia.
__ADS_1
"Oke.. tauu tauuu. Udah jangan khawatir. Gak bakal bocor. Udah sana urusin bayi gedemu. Have fun yaa.", Allia menyuruh Anna menutup telepon.
"Oke..makasih Al. Kamu baik deh..muaahhhh.", Anna menutup telepon dengan riang gembira.
"Udah??." , Shane mengagetkan Anna yang sedang tersenyum gembira.
"Aduhh.. kamu kenapa kesini. Ayok udah tidur sana.", Lalu keduanya nampak bercanda sampai Shane tertidur pulas akibat terkena obat demam.
Anna mencoba keluar dari kamar Shane pelan-pelan. Sebelum keluar, Anna mencium kening Shane dengan lembut. Dan menatap wajah tampan Shane.
Anna tersenyum, lalu keluar kamar dan menutup pintu dengan pelan-pelan agar Shane tidak terbangun.
"Mandi air hangat kayaknya enak nih.", gumam Allia.
Saat itu pula Anna menuju kamar mandi dan mengguyu tubuhnya dengan air hangat. Anna menghabiskan malam di rumah Shane.
Sebelum beranjak ke tempat tidur, Anna berkeliling menuju ke dapur untuk membuat secangkir teh hangat.
*******
Sementara di tempat lain, terlihat Shinta dan Arnold sedang menikmati malam bersama di sebuah cafe mewah di pusat kota.
Saat itu, Arnold berpamitan ke toilet sebentar. Shinta yang sedang sibuk dengan ponselnya tidak menyadari akan kehadiran sesosok pria yg berjalan mendekatinya.
"Ohh..sudah balik sayang?? Cepat banget ke toiletnya.", Kemudian Shinta tersenyum dan mendongak ke atas.
__ADS_1
Ternyata yang datang bukanlah Arnold......
BERSAMBUNG