Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
37. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Arnold memasang muka bingung, 'Kesini kemana sayang?'.


'Oohh maksudnya ke rumah papa, ada perlu sama kamu katanya, dari tadi nelpon kamu gak kamu angkat. Buruan gih ke rumah!', Fely, istri Arnold menyuruh Arnold segera ke rumah papanya.


Akhirnya Arnold mengurungkan niatnya untuk membuntuti Shinta dan Ray. Dia bergegas ke rumah papa istrinya.


Sementara itu Ray dan Shinta berjalan menuju ke sebuah toko perhiasan lagi. Mereka sudah mendapatkan cincin pernikahan, tapi belum mendapatkan kalung sesuai keinginan Shinta.


'Gak ada yang cocok sayang, kita cari toko lagi yuk', rengek Shinta kepada Ray.


Dengan muka masam dan jutek, Ray menuruti kemauan calon istrinya tersebut.


'Satu toko lagi, kalo gak ada yang cocok lagi gak usah beli kalung', Ray berbicara tegas kepada Shinta.


Shinta tersenyum manja, 'Oke sayangku'.


Mereka masuk ke sebuah toko perhiasan lagi. Rupanya Shinta sudah memperoleh kalung yang di inginkannya.

__ADS_1


'Sayang, aku haus. Kita beli minum ya. Ehh di sana.. ayo kita kesana', Kelakuan Shinta yag seperti anak kecil tambah membuat Ray bermuka masam.


Sesampai di salah satu merk toko minuman yang terkenal di kalangan anak muda, Ray melihat seseorang yang sedang berdiri mengantri, 'Sepertinya itu Anna'.


Ray melihat Anna berjejer antri di temani Shane. Sontak hal itu membuat Ray menjadi marah dan tidak enak hati.


'Semakin tirus, cantik dan semakin bagus badannya', puji Ray dalam hati.


Matanya tak berkedip memandang Anna. Ray begitu terpesona dengan Anna. Tanpa sadar Shinta memperhatikan Ray, dan penasaran kemana arah mata Ray.


Dengan penuh emosi Shinta berjalan menuju kerumuman orang-orang yang sedang mengantri mimuman. Shinta langsung berdiri disebelah Anna dan Shane.


Anna terkejut melihat Shinta telah berdiri di sampingnya. Tetapi rupanya Anna menghiraukan keberadaan Shinta, dan sengaja mengobrol dengan Shane.


Shane berbisik, 'Udah cuekin aja, dibelakang ada Ray. Kamu yang tenang, cuek dan tetap elegan. Kamu bisa. Oke Anna?', Shane berbicara dibarengi dengan anggukan Anna.


'Haii Anna, ketemu lagi kita di sini, sepertinya memang takdir ya. Tapi kali ini takdir yang sangat indah', Shinta tersenyum bahagia dan kelihatan sinis.

__ADS_1


Anna tidak menanggapi perkataan Shinta. Seperti kata Shane, dia menghiraukan Shinta dan tidak ingin membuat keributan di depan umum.


'Oh ya.. ada Ray di antrian belakang. Kami baru saja membeli cincin pernikahan kami. Dan tentu saja kami sangat bahagia', Shinta mencoba membuat suasana menjadi panas.


'Kak, leci yakult yang large satu, mango yakult large satu ya', Anna tetap tidak menggubris perkataan Shinta. Dia melanjutkan memesan minuman.


Shinta yang melihat kelakuan Anna, menjadi sangat geram dan tidak tahan untuk melanjutkan perkataannya kepada Anna.


'Kamu jangan sok elegan ya. Baru juga tubuh turun sekilo aja udah sok kecantikan. Asal kamu tau ya, kami tetap akan menikah dan Ray tidak akan pernah menoleh ke kamu lagi', Shinta semakin membual dan mulai berkata kasar kepada Anna.


Anna berjalan menuju ke ruang tunggu untuk mengambil minuman. Shinta mengikutinya. Dan tiba-tiba Anna sudah tidak dapat menahan diri lagi, 'Dasar cewek psikopat', Anna bergumam lirih tapi Shinta ternyata mendengar gumamam Anna.


Tanpa menunggu lama Shinta mengarahkan tangannya untuk menampar Anna. Sebelum tangan Shinta mendarat di pipi Anna, Ray sudah mencengkeram tangannya, 'Shintaaa....ayok pergi!!!!! Jangan bikin malu ya kamu!!!!', Ada emosi yang terpancar dari wajah Ray.


Lalu Ray menyeret dan menarik tangan Shinta agar menjauh dari Anna, 'Raaaayyy...lepaaas!!! Aku bilang, lepasin!!!!!!!', Shinta berteriak histeris membuat semua orang menoleh kepada mereka berdua.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2