Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
90. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

Anna, Mama dan Arsy tiba di bandara. Mereka di sambut oleh ketiga teman Anna. Allia dan Sabrina berlari memeluk Anna sambil menangis, "Anna... Kenapa sih harus ke luar negeri."


Mereka menangis bersama-sama karena akan berpisan sementara waktu. Sementara Shane menatap Anna dengan tatapan sayu.


Mama Via yang mengetahui hal itu langsung mendekati Shane, "Sabar ya Shane. Gak lama kok, cuma dua tahun. Sabar dan berusahalah untuk meluluhkan hati Anna lagi."


Mama Via menepuk pundak Shane. Dan Shane membalas dengan pelukan, "Hati-hati ya tante. Jagain Anna."


Sekilas Anna melirik ke arah Shane, tetapi masih berusaha untuk cuek. Shane yang mengetahui hal itu tersenyum manis kepada Anna.


"Ohhh.. jangan senyum. Nanti aku luluh." batin Anna.


"Sering-sering pulang dong nanti ya. Biar kita gak kangen kamu An." Sabrina mencubit tangan Allia, "Ehh dikira Indonesia-Inggris kayak antar pulau ye An."


"Tuh di cariin Shane. Kesana dong." Allia menarik tangan Anna menuju ke arah Shane.


Shane yang mengetahui hal itu langsung maju mendekat, "Hati-hati ya. Jaga diri baik-baik di sana." mereka berdua terlihat kikuk.

__ADS_1


"Boleh aku memelukmu?." Anna mencoba untuk cuek dan tidak menjawab, namun Shane dengan kilat langsung menarik tangan Anna dan memeluknya.


Anna berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh ke pipinya, tangannya berusaha untuk tidak memeluk balik Shane.


Sedangkan Shane membisikkan sesuatu ke Anna, "Aku akan menunggumu."


Anna terdiam sebentar, lalu berkata "Jangan tunggu aku. Temukan kebahagiaanmu Shane."


Shane tidak menjawab apa-apa, namun memeluk Anna dengan lebih erat. Tampak ada kesedihan tersimpan di wajah Shane. Dia harus rela berpisah dengan Anna, di saat hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.


Hubungan mereka menjadi tidak jelas dan malah terpisah oleh jarak dan waktu. Ingin sekali Shane menyusul ke Inggris, tapi dia sudah terikat dengan pekerjaan barunya di kantor Papanya.


****


Sementara Isha tak henti-hentinya untuk terus mengganggu Shane, agar kembali dekat dengan Shane.


Berbagai macam cara sudah di pakai oleh Isha untuk mendekati Shane. Tapi yang di terima Isha hanyalah ketidakpedulian Shane terhadapnya.

__ADS_1


Hari demi hari telah berlalu. Bulan demi bulan juga telah berlalu. Shane dan Anna telah menjalani kehidupan mereka masing-masing.


Mereka jarang berkomunikasi karena masih memiliki gengsi yang tinggi. Lebih tepatnya Anna yang memiliki gengsi tinggi.


Sesekali Shane masih mengirim pesan ke Anna, berusaha menelepon Anna. Namun Anna sangat jarang sekali untuk membalas pesan maupun telepon dari Shane.


Shane menikmati pekerjaan barunya sebagai Manager di sebuah perusahaan. Rupanya Shane memilih untuk keluar dari perusahaan Papanya dan mencoba mandiri dengan bekerja tanpa bantuan Papanya di perusahaan lain. Dia sangat sibuk dari hari ke hari. Begitu juga dengan Anna yang sibuk kuliah dan sibuk dengan tugas-tugasnya.


*****


Dua tahun telah berlalu. Akhirnya Anna telah menyelesaikan study-nya. Dengan bangga dia menelepon orang tuanya bahwa dia akan di wisuda minggu depan.


"Mama.. Anna wisuda minggu depan. Mama sama Papa kesini hari apa?." tanya Anna.


"Kami kesana lusa sayang. Tunggu ya." jawab Mama Via.


"Iya mama sayang. Hati-hati ya."

__ADS_1


Anna dengan sumringah menutup telepon. Setelah itu Anna melanjutkan beres-beresnya, karema setelah wisuda dan mengurus beberapa dokumen, Anna akan langsung kembali ke Indonesia bersama orang tuanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2